jurnalistik.co.id – Laga babak 16 besar Piala Dunia antara Inggris dan Meksiko dijadwalkan berlangsung Senin dini hari waktu Inggris. Pertandingan ini mulai pukul 01:00 BST dan, bila berlanjut hingga adu penalti, dapat selesai mendekati pukul 04:00 BST.
Situasi waktu tersebut memunculkan perbincangan di kalangan orang tua dan sekolah. Mereka mempertimbangkan dampaknya pada rutinitas anak pada hari berikutnya, termasuk kesiapan belajar dan kehadiran di sekolah.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menyampaikan pandangannya kepada media usai kemenangan timnya atas DR Congo pada Rabu. Ia tersenyum saat menyampaikan bahwa ada tantangan dalam urusan sekolah, tetapi Piala Dunia datang setiap empat tahun.
“Write an excuse for school and let them watch.” kata Tuchel, menanggapi apakah anak-anak sebaiknya diizinkan menonton. Pesannya juga senada dengan ucapannya: “There’s so much school to go to, but the World Cup is every four years. Let them watch.”
Namun, kekhawatiran tetap muncul karena sejarah beberapa sekolah pernah mengambil langkah menyesuaikan jadwal. Bukan berarti semua sekolah melakukan hal serupa, tetapi isu “efek lanjutan” terhadap pembelajaran membuat diskusi menjadi lebih rumit.
Di Epping, Essex, seorang ibu mengaku bahwa dua anaknya bahkan tidak bisa menonton semalaman. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya mereka kesulitan mengikuti jam kick off pukul 21:00 untuk laga melawan Ghana, sehingga menghadapi laga dini hari akan lebih berat.
Sementara itu, ada pula orang tua yang mengaku akan mengizinkan anak menonton langsung. Ia menyatakan anaknya tetap siap untuk berangkat sekolah pada pagi hari setelah pertandingan, dengan mencontohkan pengalaman ketika badai petir membangunkan mereka pada pukul 2.00 dan mereka tetap baik-baik saja keesokan harinya.
Di sisi lain, ada juga orang tua yang mendukung agar seluruh murid diberi waktu untuk beristirahat pada Senin. Mereka menilai momen sepak bola internasional seperti ini layak dirayakan sebagai pengalaman bersama.
Langkah sekolah menghadapi jam tayang laga
Sejumlah kepala sekolah memilih pendekatan yang berorientasi pada ritme belajar. Salah satu contohnya datang dari Steve Heal, kepala Malmesbury Church of England Primary School di Wiltshire.
Ia mengatakan sekolahnya akan menayangkan tayangan ulang pertandingan pada pukul 07:00 pada Senin. Dengan cara itu, para murid bisa menikmati pertandingan bersama sambil tetap mendapatkan tidur yang cukup.
Heal juga meminta orang tua tidak memberitahu hasil pertandingan sebelum anak tiba di sekolah. Alasan utamanya adalah agar semua murid merasakan perjalanan laga, termasuk “ups and downs”, secara langsung ketika menontonnya bersama.
Ia menekankan bahwa sekolah tetap penting dan kehadiran merupakan hal yang sangat berpengaruh. Meski demikian, ia juga memahami nilai peristiwa olahraga internasional bagi anak-anak.
Steve Heal menyatakan stafnya sudah menyiapkan kursi dan makanan untuk seluruh 420 murid. Namun, ia hanya memperkirakan sekitar setengah dari jumlah tersebut yang benar-benar akan hadir dengan antusiasme penuh.
Menurutnya, bagi banyak anak, kesempatan menyaksikan laga Piala Dunia bersama teman-teman dan lingkungan sekolah merupakan pengalaman “sekali dalam sekali kesempatan”. Ia juga menambahkan bahwa merayakan momen itu secara kolektif akan membuat suasananya berbeda, baik saat tim menang maupun saat harus menghadapi kekecewaan.
Berita Terkait
Di level pemerintahan daerah, Mike Bell selaku pimpinan North Somerset Council juga mengajak sekolah bersikap lebih fleksibel. Ia meminta agar ada ruang untuk memberi kesempatan anak merasakan “special moment” bagi negara.
Ia mengusulkan agar orang tua dan pengasuh mempertimbangkan penggeseran jam tidur pada malam pertandingan bagi anak dan remaja yang ingin tetap terjaga. Pesannya berfokus pada keterlibatan anak dalam momen kebanggaan nasional.
Sikap pemerintah dan serikat pendidikan
Pemerintah menyebut keputusan waktu tidur merupakan ranah orang tua. Meski begitu, pemerintah tetap menekankan pentingnya kehadiran di sekolah pada Senin pagi.
Seorang juru bicara Downing Street menyatakan, “Parents will make their own decisions… We want everyone to enjoy the game, but children should be in school on Monday.”
Sementara itu, sekretaris National Education Union, Daniel Kebede, tampil lebih tegas membela komentar Tuchel. Ia berbicara kepada LBC Radio dan menyebut pendidikan perlu memberi kemungkinan “flexible start” pada Senin pagi.
Namun, pandangan dari kalangan pemerintah tidak sepenuhnya sejalan. Baroness Jacqui Smith, menteri keterampilan, menyatakan ia tidak ingin menjadi “killjoy”, tetapi menilai masalah terbesar adalah ketika anak-anak kehilangan kesempatan belajar dan tidak mampu menjalankan kebutuhan mereka dalam hidup.
“I’ll be having a little disco nap in the afternoon and I’ll be celebrating our victory the next morning when I go into work, looking obviously as fresh as a daisy.” ujarnya, menggambarkan bahwa ia tetap bisa menikmati pertandingan tanpa mengabaikan kebutuhan aktivitas keesokan harinya.
Geliat aturan jam buka pub dan opsi menonton
Di luar sekolah, Sir Keir Starmer mengumumkan pub di Inggris dan Wales dapat tetap buka hingga pukul 05:00 pada Senin. Langkah ini bertujuan memberi ruang bagi penggemar yang ingin menyaksikan laga Inggris vs Meksiko.
Awalnya pemerintah menyatakan tidak akan melonggarkan aturan perizinan lebih jauh dari ketentuan yang sudah diberlakukan untuk Piala Dunia. Namun, setelah perubahan kebijakan pada Kamis, Starmer menyatakan pub boleh bertahan sampai peluit akhir pertandingan.
Bagi penggemar yang memilih tidak begadang sampai pukul 03:00, ada alternatif untuk tetap mengikuti pertandingan. Laga akan disiarkan langsung melalui BBC One dan iPlayer, sementara sorotan pertandingan tersedia setelah laga berakhir.
Meski ingin menonton tanpa “spoiler”, tetap disarankan untuk menghindari media sosial, aplikasi berita, situs, grup percakapan, dan koran pada Senin pagi sebelum menonton. Informasi hasil laga kemungkinan akan menyebar luas lebih cepat dibanding jadwal menonton.
Gambaran tanding Inggris vs Meksiko
Secara konteks pertandingan, Meksiko tercatat hanya kalah dua kali pada laga kompetitif di Estadio Azteca sejak mereka mulai bermain di sana pada 1966. Dua kekalahan itu terjadi melawan Costa Rica pada 2001 dan melawan Honduras pada 2013.
Di tengah perbedaan cara sekolah dan orang tua menyiapkan anak, perdebatan utama tetap sama: bagaimana mengelola antusiasme terhadap Piala Dunia tanpa mengorbankan kewajiban belajar. Mulai dari keputusan menonton langsung hingga penayangan ulang di pagi hari, pilihan-pilihan tersebut diarahkan agar anak tetap bisa mengikuti rutinitasnya.












