jurnalistik.co.id – Durham kembali menunjukkan mereka bukan sekadar bergantung pada satu bintang. Pada One-Day Cup, tim asal Inggris itu tetap tak terkalahkan meski Ben Stokes dipulangkan lebih cepat setelah mencetak bebek.
Stokes datang dengan momentum luar biasa di turnamen ini sejak memutuskan fokus di format terbatas, dengan catatan tak terkalahkan 108 dan 73 sebelumnya. Namun pada laga melawan Glamorgan, ia hanya bertahan satu bola sebelum tersingkir dan menyelesaikan innings dengan bebek.
Target Durham sebenarnya datang setelah Glamorgan menumpuk 326-6. Di momen awal pengejaran, Dan Douthwaite langsung memberikan kejutan dengan mengeluarkan Emilio Gay lalu Stokes pada dua bola beruntun, sehingga Durham sempat tertekan.
Tetapi Durham punya jawaban. Will Rhodes tampil sebagai penentu utama dengan mencatatkan career-best List A score 148 tidak keluar (148*). Ia membangun laju bersama Kasey Aldridge melalui kemitraan 145 run yang mengangkat Durham dari 97-6 menjadi 242-7, sekaligus meredam dampak cepatnya kehilangan dua wicket.
Setelah Aldridge tersingkir, ritme pertandingan tidak langsung runtuh. James Minto mencetak 30, lalu Rhodes melanjutkan pekerjaannya hingga Durham mengunci kemenangan. Pada akhirnya, Durham menuntaskan target 328-7 dengan tiga wicket tersisa dan masih menyisakan tiga bola.
Rhodes memang menjadi sorotan terbesar di sisi pemukul, tapi perannya tidak berhenti di sana. Sebelumnya, ia juga sempat mengambil 2-31 saat permainan berlangsung dengan bola, menambah kesan bahwa Durham tampil seimbang sepanjang pertandingan.
Bagi Glamorgan, sejumlah nama mampu memberi tekanan meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan. Eddie Byrom menorehkan 76, Zain ul Hassan 65, Callum Nicholls 45, sementara Douthwaite ikut menyumbang 45. Total yang terkumpul cukup untuk membentuk target besar, namun Durham lebih efektif mengelola fase-fase krusial setelah kehilangan wicket awal.
Kemenangan ini membawa Durham menempati posisi ketiga di Grup B. Mereka mengoleksi poin yang sama dengan Yorkshire dan Middlesex, menegaskan bahwa persaingan di grup berjalan ketat.
Yorkshire hentikan rentetan tak terkalahkan Rapids
Di pertandingan Grup B lainnya, Yorkshire mengakhiri awal musim yang sempurna milik Worcestershire Rapids. Yorkshire menang dengan meyakinkan, mengalahkan Rapids dengan margin enam wicket dan masih menyisakan 56 bola di Clifton Park.
Performa kunci datang dari Will Luxton. Ini adalah kelanjutan tren positifnya karena ia baru mencetak 117 menghadapi Sussex pada Minggu sebelumnya, lalu kini meraih 126—sekaligus career-best—untuk mengejar target Worcestershire yang berada di bawah par 230.
Namun, rapatnya Yorkshire tidak hanya ditopang satu nama. Dan Lategan mengumpulkan 67, Henry Cullen 70, dan Matt Waite 53 untuk Rapids lewat beberapa half-century. Tetapi kontribusi dari sisa barisan pemukul tidak cukup konsisten, sehingga kemenangan tetap beralih ke pihak lawan.
Berita Terkait
Luxton menjadi mesin skor karena kini tercatat sebagai top scorer kompetisi dengan 331 run. Ia sempat keluar empat bola sebelum George Hill menyelesaikan runs penentu, dan memastikan Yorkshire melangkah dengan nyaman.
Sussex akhirnya dapat kemenangan pertama
Sussex juga membuka babak baru di Grup B dengan meraih kemenangan pertama mereka di musim panas ini. Tim tersebut mengalahkan Essex untuk pertama kalinya di One-Day Cup, sekaligus merangkak keluar dari dasar klasemen.
Jelang laga, Sussex berada di bawah tekanan karena dua poin sempat dipotong akibat manajemen keuangan yang tidak sesuai sebelum kompetisi dimulai. Pelatih kepala Paul Farbrace pun mengkritik performa mereka setelah Sussex tumbang 21-5 saat melawan Yorkshire di Hove pada Minggu lalu, menyebut usaha tim itu “unacceptable”.
Namun, kali ini respons Sussex berubah. Essex berhasil menetapkan 316-6 lebih dulu, dengan Noah Thain menorehkan maiden List A century 102, sementara kapten Tom Westley menambah 84. Dengan angka setinggi itu, Sussex perlu respons yang tepat sejak awal untuk menjaga peluang tetap hidup.
Charlie Tear mencetak 73, Jack Carson mengemas 53, dan Jack Leaning tampil dengan 59 tidak keluar (59no). Selain kontribusi tersebut, starts untuk semua tujuh pemukul teratas membantu Sussex memastikan pengejaran selalu berada dalam kontrol, hingga akhirnya menang dengan lima wicket dan masih menyisakan empat bola.
Warwickshire unggul atas Surrey lewat margin 45 run
Di Grup A, Warwickshire tampil dominan saat menghadapi Surrey. Warwickshire menang dengan margin 45 run setelah mengunci 341-4, didukung oleh Ed Barnard yang mencetak 140 dari 130 bola.
Kontribusi lain datang dari Zen Malik dengan 58 dan Vaansh Jani yang menutup innings dengan 66. Angka 341-4 menempatkan tekanan besar pada Surrey, yang kemudian mengejar hingga posisi 289-7 saat pertandingan berada di tahap akhir.
Surrey sempat menunjukkan ketahanan lewat half-century dari Dom Sibley dan Josh Blake. Bahkan, mereka sempat terlihat memiliki peluang tipis untuk mengejar hingga tuntas setelah membutuhkan 53 run dari 27 bola.
Namun, Oliver Hannon-Dalby sudah punya rencana. Ia sebelumnya mengambil dua wicket, lalu menambah tiga wicket dalam enam bola untuk menghabisi sisa perlawanan dan menutup pertandingan dengan 5-60. Hasil itu memastikan Warwickshire meraih kemenangan yang mereka butuhkan, sekaligus menjadi kemenangan pertama dalam empat upaya bagi The Bears.
Dengan kemenangan ini, Warwickshire merapat sedikit melewati Kent di bagian bawah Grup A berdasarkan net run rate, sementara Surrey harus menerima kenyataan bahwa pengejaran mereka berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.












