jurnalistik.co.id – Jasad seorang perempuan asal Skotlandia ditemukan di sebuah bangunan terbengkalai di Yunani. Temuan itu mendorong otoritas setempat dan pihak terkait melakukan pemeriksaan bersama untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.
Menurut keterangan yang disampaikan Police Scotland, mereka sedang berkoordinasi dengan otoritas di Yunani setelah laporan awal diterima. Perempuan itu dilaporkan ditemukan pada 18 Juli di kawasan Kypseli, Athena, setelah seorang pria tunawisma melaporkan temuannya.
Verifikasi identitas dan kronologi perjalanan
Media penyiaran negara ERT melaporkan bahwa perempuan tersebut diduga bernama Elisabeth-Jane Ross, berusia 38 tahun. ERT juga menyampaikan bahwa Ross diduga melakukan perjalanan dari Siprus ke Yunani bulan lalu.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, Ross diperkirakan meninggal dunia beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan, dengan rentang waktu antara lima hingga tujuh hari. Dalam proses verifikasi, kepolisian Yunani kemudian menginformasikan kepada BBC Scotland bahwa jasad seorang perempuan warga Inggris ditemukan.
Untuk pencocokan identitas, data sidik jari dari Interpol disebut telah berpadanan dengan seorang perempuan yang lahir pada 1988. Dengan adanya pencocokan tersebut, penyelidikan diarahkan untuk memastikan identitas korban secara resmi melalui tahapan lanjutan.
Police Scotland juga menyatakan bahwa proses verifikasi identitas masih berlangsung dan belum mengarah pada kesimpulan final. Otoritas menyebut mereka menunggu informasi tambahan yang dibutuhkan dari pihak-pihak terkait agar identifikasi dapat dipastikan.
Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan
Police Scotland menyampaikan bahwa penyebab kematian saat ini belum dapat ditetapkan. Penjelasan yang diberikan adalah karena hasil pemeriksaan dari pemeriksa medis masih menunggu.
Berita Terkait
Selain penyebab kematian, kepolisian lokal juga masih menunggu informasi lanjutan dari pihak Inggris mengenai proses identifikasi korban. Hingga tahap itu, rincian yang lebih spesifik belum dipublikasikan karena penyelidikan masih berjalan.
Dalam keterangan yang dirilis, seorang juru bicara menyampaikan, “Kami telah meminta rincian tambahan mengenai kapan perempuan itu tiba di Yunani, bagaimana, serta dengan siapa.” Juru bicara tersebut menegaskan bahwa informasi lebih jauh belum dapat disampaikan pada tahap ini karena investigasi masih berlangsung.
Dukungan konsuler dan pendampingan keluarga
Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) menyatakan tengah memberikan dukungan konsuler. FCDO juga memastikan mereka berhubungan dengan otoritas setempat di Yunani terkait penanganan kasus tersebut.
Police Scotland menambahkan bahwa mereka telah mengetahui kematian perempuan tersebut di Athena. Mereka menyebut petugas menyediakan dukungan bagi keluarga korban di Skotlandia.
Secara keseluruhan, penyelidikan saat ini berfokus pada verifikasi identitas, penelusuran urutan waktu yang relevan sebelum korban ditemukan, serta penentuan penyebab kematian setelah hasil pemeriksaan medis tersedia. Otoritas menekankan bahwa detail lanjutan akan keluar setelah data yang masih menunggu diterima dan dianalisis.
Koordinasi lintasnegara terus dilakukan untuk menyusun kronologi yang lebih utuh. Setelah laporan awal diterima dan temuan pertama di Kypseli ditindak, otoritas kemudian melibatkan pihak terkait agar setiap tahapan—mulai dari identifikasi awal hingga rangkaian waktu sebelum korban ditemukan—bisa ditelusuri secara berurutan dan saling melengkapi.
Di sisi verifikasi, langkah yang sudah dilakukan menjadi dasar penyelidikan lanjutan, namun kesimpulan resmi masih menunggu. Data yang disebut berpadanan melalui sidik jari Interpol digunakan untuk mengarahkan pencocokan, sementara kepolisian menyatakan masih memproses konfirmasi identitas dan menunggu respons lanjutan dari pihak Inggris terkait proses identifikasi korban.
Terkait respons bagi keluarga, otoritas juga menyampaikan adanya dukungan yang disediakan bagi pihak terdekat di Skotlandia. Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) menyebut mereka memberikan dukungan konsuler dan tetap menjalin komunikasi dengan otoritas setempat di Yunani, sehingga pendampingan dapat berjalan seiring perkembangan pemeriksaan.












