jurnalistik.co.id – Ratu Camilla mengunjungi Spellow Library di Liverpool, sebuah perpustakaan yang dibangun kembali setelah hancur dalam kerusuhan, sambil membawa donasi buku untuk memperkuat layanan bacanya bagi anak-anak.
Kunjungan itu berlangsung tidak lama setelah perpustakaan tersebut terbakar pada musim panas 2024, saat terjadi kerusuhan luas menyusul serangan Southport yang menewaskan tiga anak.
Di lokasi, Camilla membuka sebuah plakat peringatan dan menyampaikan pesan kepada anak-anak yang ditemuinya, termasuk bahwa mereka “you can never have too many books”.
Selain meresmikan plakat, ia juga membawa lebih banyak buku untuk didonasikan, sebagai lanjutan bantuan sebelumnya berupa satu kotak buku yang telah diberikan kepada Spellow Library.
Dalam kesempatan itu, Camilla menyebut kebangkitan perpustakaan dari abu sebagai “happy ending” bagi “such a terrible story”.
Setelah plakat diresmikan, ia menyatakan, “You can never have too many books. I’ve brought some more and it’s so wonderful to see this place rise from the ashes.”
Ia menutup dengan kalimat, “Congratulations to all of you who made it happen.”
Menjelang plakat diperkenalkan, penulis buku anak Frank Cottrell-Boyce membacakan sebuah puisi bertema perpustakaan, di hadapan Ratu.
Cottrell-Boyce mengatakan bahwa ia sempat menggelar lokakarya bersama anak-anak untuk merumuskan nama baru bagi lokasi County Road menjelang pembukaan kembali, tetapi anak-anak justru meminta agar nama Spellow tetap digunakan.
Perpustakaan tersebut direkonstruksi setelah penggalangan dana mengumpulkan lebih dari ÂŁ250.000, sementara sejumlah figur publik juga turut menyumbang buku untuk mengisi kembali koleksi.
Alex McCormick, penggagas kampanye penggalangan dana, menuturkan bahwa ia merasakan perjalanan pemulihan yang luar biasa dan menekankan bagaimana perhatian sang Ratu menjadi bagian dari pencapaian tersebut.
Berita Terkait
McCormick mengatakan, “It is is amazing how far we have come, and that the Queen wanted to see what we had done.”
Ia melanjutkan, “I set it up the fundraising page in anger on the night [of the fire] to raise just £500 and I never dreamed we would be where we are now.”
Dalam sesi bacaan untuk anak-anak, Sean McEvoy ikut bergabung dengan Ratu saat ia membacakan buku “Giraffes Can’t Dance” karya Giles Andreae.
McEvoy kemudian menyampaikan bahwa situasi itu tak terbayangkan baginya, sembari menilai respons anak-anak sangat antusias.
Ia berkata, “It’s not something I expected to do on a normal day in work. The children were fantastic.”
Setelah menyerahkan satu kotak buku, Ratu juga menerima sebuah buku dari anak-anak sebagai bagian dari rangkaian kunjungan.
Salah satu warga yang hadir, Lyndsey Crowther-Jones, mengaku terharu sekaligus tak menyangka Camilla datang langsung ke lokasi.
Crowther-Jones mengatakan, “It’s brilliant. I can’t believe she has come here.” Ia menambahkan, “It was lovely to see the kids from St Francis De Sales school go over all dressed up.”
Spellow Lane Community Hub and Library awalnya dibuka pada 2023 untuk melayani komunitas yang membutuhkan, terutama wilayah yang termasuk deprived communities.
McEvoy menilai kehadiran sang Ratu membawa dampak positif bagi komunitas dan perpustakaan.
Menurutnya, “It’s what somewhere like this deserves the way the community has come together.”
Kunjungan tersebut menegaskan kembali gagasan bahwa pemulihan yang panjang bisa bergerak ketika warga bersatu, sementara buku terus hadir sebagai bagian dari harapan bersama—seperti pesan Camilla bahwa “You can never have too many books.”












