Politik & Parlemen

Warga Clacton Bereaksi setelah Nigel Farage Menang Pemilu Sela

×

Warga Clacton Bereaksi setelah Nigel Farage Menang Pemilu Sela

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: People in Clacton react to Nigel Farage's by-election win

jurnalistik.co.id – Kemenangan dalam pemilu sela yang mengubah peta perwakilan di Clacton-on-Sea membuat sejumlah warga langsung bereaksi sejak pagi setelah penghitungan. Nigel Farage dipastikan kembali ke Westminster sebagai anggota parlemen setempat, mematahkan ketidakpastian yang sempat menyelimuti kampanye pemilu sela tersebut.

Farage meraih 22.239 suara dalam pemilu sela yang dipicu setelah ia mengundurkan diri pada bulan Juli. Ia unggul jauh dibanding Count Binface yang berada di posisi kedua dengan 9.455 suara. Hasil ini menjadi penutup dari pertarungan di konstituensi Clacton, yang dipilih sebagai panggung politik ketika partai-partai besar Inggris lain justru melakukan boikot terhadap pemilu sela itu.

Farage juga mencatat capaian yang lebih tinggi dibanding perolehan suaranya pada pemilihan umum 2024 saat partai-partai besar masih ikut bersaing. Pada pemilu 2024, ia memperoleh 21.225 suara dengan tingkat partisipasi 58%. Pada pemilu sela hari Kamis, ia mendapatkan suara dengan persentase partisipasi 44%.

Meski demikian, momentum kemenangan tidak otomatis mengakhiri proses peninjauan terhadap Farage. Penyelidikan parlemen yang berkaitan dengan Farage, yang mengundurkan diri di tengah kontroversi soal dukungan finansial, dinyatakan akan terus berlanjut.

Di Clacton-on-Sea, BBC melakukan jajak pendapat kepada warga untuk merangkum pandangan mereka terhadap hasil tersebut. Dari tanggapan yang terkumpul, dukungan dan penolakan tampak berjalan beriringan—dengan cara pandang yang sama-sama kuat terhadap arti kemenangan pemilu sela ini bagi kota pesisir tersebut.

Argumentasi yang mendukung dan menilai kemenangan “tak perlu ramai”

Zak Apsey menyebut kemenangan sebagai capaian yang “bagus”, namun ia menilai tidak seharusnya ada proses penyelidikan yang melekat pada Farage. Ia mengatakan hasil itu “It was a ‘good result for Nigel’”, sekaligus menambahkan bahwa “it shouldn’t really have needed to happen”. Dalam komentarnya, Apsey menilai isu penyelidikan tersebut bukan perkara besar. Ia juga mempertanyakan alasan Farage tidak hadir saat pengumuman hasil.

Menurut Apsey, ketidakhadiran Farage di tempat penghitungan bukan hal yang mengejutkan. “I wasn’t disappointed he wasn’t at the count. He was at his event, which is fine,” kata Apsey. Ia melanjutkan, “He was still in the constituency, so what’s the big deal?”

Apsey juga menegaskan bahwa ia melihat penguatan suasana publik sebagai sesuatu yang berlebihan. Ia menggambarkan, di benaknya, pertanyaan paling sederhana yang muncul adalah “What’s the big deal?” Meski Farage tidak hadir, pihak Partai Reform menyatakan kepolisian menasihati agar ia tidak datang. Namun, BBC memahami hal itu tidak benar adanya.

Warga lain, Jenny Hopkins, datang dari Gloucestershire untuk menyaksikan suasana pasca hasil. Ia menyatakan perasaannya sangat positif: “delighted, absolutely thrilled” dengan kemenangan itu. Hopkins menilai keributan publik mengenai “so-called donation, gift or whatever it is” sebagai sesuatu yang tidak proporsional. “The fuss they’ve made about this so-called donation, gift or whatever it is – I think it is ridiculous,” katanya.

Hopkins juga mengaitkan hasil pemilu sela dengan kehendak warga Clacton. Ia menyatakan, “They just want rid of Nigel Farage.” Lalu ia menegaskan arah kesimpulannya dari kemenangan tersebut: “This has proved the people of Clacton want Nigel Farage. However many by-elections they have, I think he’ll win.”

Warga yang skeptis terhadap Farage

Linda Robinson justru menilai pemilu sela ini tidak diperlukan. Ia menegaskan bahwa ia tidak menyukai Farage, serta mempertanyakan apa yang sebenarnya ia berikan untuk kota tersebut. Robinson mengatakan, “He’s never here, is he? He’s never in Clacton,” sambil menyiratkan bahwa ketidakhadiran Farage menjadi masalah tersendiri.

Ia mengindikasikan bahwa keberadaan anggota parlemen yang tidak hadir secara nyata akan berbeda maknanya jika dibandingkan dengan janji perubahan. Menurutnya, itu akan baik apabila Farage membawa dampak besar bagi kota, tetapi ia menyatakan tidak percaya bahwa hal tersebut terjadi.

Dukungan yang bercampur dengan harapan bagi kota

Max Barrett tidak memilih Nigel Farage, tetapi ia memberi penilaian positif tentang dinamika yang terbentuk setelah pemilu sela. Barrett merupakan salah satu warga yang memilih Count Binface, yang digambarkan sebagai “self-styled intergalactic space warrior”. Ia mengatakan, “It would be nice if he won, because it would be good for the area,” dan menambahkan, “There’d be a lot more tourism and it’d just be interesting him representing this area.”

Meski ada perbedaan pilihan, Barrett menyoroti adanya hal-hal yang ia anggap positif untuk komunitas. “The whole community has come out. We’re all talking to each other, which is very nice, no matter the difference in opinion,” katanya. Ia menambahkan, “We haven’t had that for a very long time.”

Keluhan tentang “permainan” politik dan suasana yang menekan

Sementara itu, Sue Wackett, 70, menyampaikan pandangan yang berbeda: ia merasa warga Clacton seolah dijadikan bagian dari permainan politik. Dalam pendapatnya, sejumlah partai besar tidak mengajukan kandidat, sehingga ia merasa kecewa. Wackett menyinggung bahwa ia merasa ditinggalkan oleh Conservatives, Labour, Liberal Democrats, dan Greens yang tidak menjadi peserta pemilu.

Ia menyatakan suasana yang terbentuk menjadi semakin tidak nyaman. “It’s got really nasty and for the first time in our lives, we try not to get involved in politics because it’s scary,” tuturnya. Wackett menutup dengan ajakan untuk menata kembali relasi antarwarga: “We need to all rethink and start thinking of each other as human beings, all entitled to our own opinions.”

Keyakinan bahwa Farage menjadi harapan

Mary Williams, warga yang melakukan perjalanan dari Wales untuk mendukung Farage, menggambarkan kemenangan pemilu sela itu sebagai penegasan bahwa ia masih dianggap memiliki peran penting. Williams berkata ia memandang Farage sebagai “the only hope” bagi Inggris. Ia menambahkan, “I think the other parties were cowards not to stand,” serta menilai cara partai lain membangun perhatian publik sebagai “circus”. “They’ve tried to make it into a circus. They’re all absolutely convinced he’s going to be found guilty of something.”

Meski demikian, Williams juga mengaku khawatir pada isu-isu yang terus muncul seputar Farage. Ia menyatakan, “I’m worried. I’m really concerned because I think Nigel Farage is the only answer, the only hope we’ve got in Great Britain,” sambil menegaskan kerisauannya terhadap perkembangan yang dihadapi Farage.

Tekanan terhadap Farage, menurut laporan, meningkat setelah Sunday Times melaporkan bahwa ia tidak mendeklarasikan tunjangan/benefits, termasuk staf dan keamanan yang disediakan dengan bantuan dari sekutu lamanya, George Cottrell. Farage juga menghadapi pertanyaan terkait “£5m gift” dari investor kripto Christopher Harborne pada awal 2024 yang disebut tidak teregistrasi.

Di sisi lain, BBC East menyoroti bagaimana isu lokal dapat tersisih selama kampanye pemilu sela ini, pandangan yang dikemukakan oleh editor politik BBC East, Andrew Sinclair. Sementara itu, koresponden politik nasional BBC, Joe Pike, menulis lebih lanjut mengenai penyelidikan parlemen serta pemeriksaan yang terkait dengan Met Police.