jurnalistik.co.id – Sir Ed Davey menyatakan Liberal Demokrat siap menjadi “firewall” terhadap Nigel Farage dan Reform saat konferensi partai dimulai di Brighton. Ia mengaitkan langkah itu dengan tekad menahan peluang Reform, sekaligus memperlebar perlawanan terhadap Konservatif.
Dalam pidato awal konferensi musim gugur yang berlangsung selama empat hari, pemimpin Lib Dem itu memilih nada yang lebih konfrontatif. Davey menegaskan, seruan tersebut muncul setelah kritik di internal partainya, termasuk kekhawatiran bahwa partai kehilangan relevansi dan terlalu bersikap “polite” ketika berhadapan dengan persoalan publik.
Davey juga menanggapi pertanyaan soal kemungkinan pemilu kilat. Ia mengatakan partainya siap “fight” bila pemilu datang lebih cepat, sembari menargetkan peningkatan perolehan kursi di atas catatan pemilu 2024 sebanyak 72 anggota parlemen.
Ia menyebut ada “historic opportunity” untuk meraih lebih banyak kursi, serta menilai misi partai sebagai tanggung jawab moral untuk menghentikan Reform. Menurutnya, pembentukan kelompok kerja manifesto sudah dilakukan agar Lib Dem “ready” menghadapi kemungkinan pemilu lebih awal, meski ia juga mengingatkan bahwa timeline itu masih bisa sampai tiga tahun lagi.
Konsep “orange wall” dan sikap menghadang Reform
Davey menggunakan istilah “orange wall” sebagai simbol strategi elektoral. Ia mengatakan tembok yang dibangun harus dibuat lebih tinggi dengan cara memenangkan lebih banyak kursi daripada perolehan 2024, sekaligus mempertahankan kursi-kursi yang dibutuhkan untuk membawa pihak tertentu menuju pemerintahan.
Dalam penjelasan yang paling menonjol, Davey menegaskan posisi Lib Dem sebagai benteng politik. “One of the things that makes us unique is that we are a firewall against Nigel Farage and Reform,” katanya, seraya menekankan bahwa banyak kursi yang dibutuhkan Farage untuk masuk ke Downing Street 10 adalah kursi yang akan “defend and indeed win”.
Ia juga mengaitkan ancaman itu dengan peran Kemi Badenoch dari Konservatif. Davey menyatakan kekhawatirannya bahwa Badenoch bisa memberikan “the keys to No 10 to Nigel Farage”, sehingga partai harus berhenti bukan hanya Reform, melainkan juga Konservatif.
Argumen Davey pada intinya adalah bahwa perlawanan perlu dilakukan secara menyeluruh. “We have got an historic opportunity to win many more seats and a moral responsibility to stop Reform,” tambahnya, sebelum menguraikan bahwa persiapan sudah dilakukan untuk respons cepat bila pemilu digelar lebih dini.
Secara politik, Davey menempatkan agenda itu sebagai upaya menjaga identitas partai. Ia menegaskan Lib Dem memiliki posisi yang “distinctive” dalam lanskap politik Inggris dan akan memanfaatkan konferensi empat hari untuk memposisikan diri menghadapi tantangan dari Reform sekaligus saingan tradisional mereka, Konservatif.
Dalam kerangka itu, ia menonjolkan dua fokus kebijakan: layanan kesehatan nasional (NHS) dan target re-bergabung ke pasar tunggal Uni Eropa serta serikat pabean. Penyampaian itu ia gunakan untuk menunjukkan perbedaan arah dibanding pihak lain yang, menurutnya, mengarah pada kontestasi yang lebih berbahaya.
Kritik internal dan gambaran survei dukungan
Davey tampil menjawab kritik dari kalangan internal yang mendesak partainya menunjukkan semangat lebih “insurgent”. Salah satu yang disebut adalah MP Roz Savage dari South Cotswolds yang mengkritik kepemimpinan Davey menjelang konferensi.
Berita Terkait
Savage mendorong Lib Dem untuk “rediscover its insurgent spirit” dan tidak menjadi “the polite custodians of a system that leaves people feeling powerless”. Pernyataan itu mempertegas adanya perdebatan soal gaya kampanye dan cara partai menyuarakan masalah yang dihadapi publik.
Di sisi lain, Davey juga menyinggung gambaran yang muncul dari survei. Ia menyebut bahwa 43% responden tidak jelas tentang pendirian Liberal Demokrat, sementara sedikit di atas setengah responden menggambarkan partai sebagai “weak”. Menurut konteks konferensi, angka-angka tersebut menjadi alasan mengapa strategi dan pesan perlu dibenahi.
Ia menolak menganggap kritik itu sebagai tanda pembiaran. Pada bagian yang sama, Davey menyampaikan bahwa Lib Dem akan terus berjuang untuk menghentikan kemungkinan pemerintahan dari Reform.
“Unholy alliance” dan narasi “Trump satellite state”
Davey memperingatkan tentang terbentuknya “unholy alliance” antara pemimpin Konservatif Kemi Badenoch dan Nigel Farage. Ia menilai kombinasi tersebut dapat mendorong Inggris menjadi “Trump satellite state”.
Dalam argumen berikutnya, ia menyinggung dugaan bahwa kubu Farage dan Badenoch hanya punya jalan untuk meraih kekuasaan bila bergerak bersama. “An unholy alliance between Farage and Badenoch is the only way either can get into power,” kata Davey.
Davey menggambarkan konsekuensi yang ia khawatirkan. Ia mengatakan, bila keduanya berkolaborasi, mereka ingin mengubah Inggris menjadi “Trump satellite state” yang menurutnya akan “trash our NHS”, mengadu komunitas satu sama lain, serta menyebabkan “untold damage to our environment”.
Ia juga menyebut dampak pada nilai-nilai sosial, dengan mengatakan rencana itu akan menginjak “traditional British values of fairness, tolerance, and decency”. Dengan kata lain, Davey menempatkan pertarungan elektoral sebagai pilihan terhadap arah kebijakan dan kultur politik, bukan sekadar kompetisi kursi.
Untuk menahan skenario tersebut, Davey kembali pada simbol “Orange Wall”. “A bigger Orange Wall is the only thing that can stand between Britain and this dangerous experiment, and we will not let them pass,” ujarnya.
Defeksi politik ke Reform dan kritik terhadap pemerintah
Dalam bagian lain pidatonya, Davey menyoroti dinamika perpindahan politik. Ia menyebut bahwa enam mantan menteri kabinet dari Konservatif berada di antara 25 politisi Konservatif yang beralih ke Reform dalam dua tahun terakhir.
Menurut Davey, perpindahan itu menunjukkan kompetisi antar kubu untuk membelah negara. Ia menilai mereka lebih berlomba “to see who can divide the country more” daripada berupaya memperbaiki persoalan yang dihadapi masyarakat.
Davey juga menyerang pemerintahan Partai Buruh. Ia mengatakan pemerintah tidak memiliki rencana untuk pertumbuhan, tidak memberikan dukungan yang cukup bagi keluarga yang bergulat dengan biaya hidup, dan menekan pajak untuk usaha kecil “to the brink”.
Menjelang pidato kepada anggota partainya, Davey menyampaikan dorongan agar Lib Dem tidak menjauh dari ketidakadilan. Ia menyerukan agar partai tetap memandang “human dignity under attack” dan memilih sikap untuk melawan, bukan membiarkan keadaan berjalan tanpa respons.












