Internasional

Prabowo di Hadapan Narendra Modi: Pengaruh India Terasa dalam Peradaban dan Budaya Indonesia

×

Prabowo di Hadapan Narendra Modi: Pengaruh India Terasa dalam Peradaban dan Budaya Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prabowo Sebut Peradaban dan Budaya Indonesia Banyak Dipengaruhi India

jurnalistik.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peradaban dan budaya Indonesia mendapat pengaruh besar dari India. Ia menilai kedekatan itu menjadi penanda hubungan kedua negara yang telah berlangsung lama.

Dalam kesempatan bertemu Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Prabowo mengatakan, “Sesungguhnya, peradaban kita, budaya kita, selama ratusan tahun sangat dipengaruhi oleh peradaban India”. Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo menghadiri jamuan bersama komunitas India di Indonesia pada Senin (7/7/2026), sebagaimana dikutip dari keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah.

Menurut Prabowo, relasi historis yang sudah terjalin sejak lama membuat Indonesia terus mempelajari dan mencontoh berbagai hal baik dari India. Ia menempatkan pengaruh tersebut bukan sebagai sesuatu yang berhenti pada masa tertentu, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang hubungan kedua bangsa.

Prabowo juga menegaskan bahwa pengaruh peradaban India masih bisa dirasakan hingga saat ini. Ia menyebut salah satu wujudnya terlihat dari banyaknya kosakata bahasa Indonesia yang menyerap unsur bahasa Sanskerta.

Ia menambahkan bahwa sejumlah nama dalam masyarakat Indonesia juga terinspirasi dari bahasa Sanskerta. Prabowo kemudian menyampaikan, “Bahasa kita, saya kira sekitar 50 persen berasal dari Sanskerta. Banyak nama kita adalah nama-nama Sanskerta. Karena itu ada kedekatan di antara kita, dan kami menyambut kerja sama yang lebih erat,” ujar dia.

Dalam pandangannya, kedekatan hubungan tidak hanya berlanjut dalam konteks sejarah, tetapi terus bertumbuh ketika kedua negara menjadi bangsa modern dan merdeka. Ia melihat keterkaitan budaya dan bahasa sebagai elemen yang dapat memperkuat kerja sama setelah era kemerdekaan.

Prabowo lalu menyinggung keterhubungan personal antara pemimpin Indonesia dan perayaan-perayaan kenegaraan India. Ia menceritakan bahwa Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah menjadi tamu kehormatan pada perayaan pertama Hari Republik India pada 1950.

Ia mengatakan hubungan spesial itu kemudian berlanjut pada masa kepemimpinannya. Prabowo menyatakan bahwa ia juga menjadi tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik India pada 26 Januari 2025.

Prabowo menggambarkan momen tersebut melalui pengalamannya sendiri. Ia berkata, “Saat itu saya baru tiga bulan dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, tepatnya pada 20 Oktober. Saya merasa sangat terhormat,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan apresiasinya atas hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan India. Ia berharap kedekatan sejarah dan budaya kedua negara dapat menjadi fondasi untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang.

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan arah hubungan yang ingin semakin erat. Prabowo mengatakan, “Karena itu kami menyambut kerja sama yang lebih erat. Sekali lagi, terima kasih banyak telah mengundang saya untuk bergabung bersama Anda malam ini,” kata Presiden RI.

Dalam uraian tersebut, Prabowo menempatkan hubungan Indonesia-India sebagai kesinambungan yang melampaui batas waktu. Ia memandang bahwa pertukaran gagasan dan pengaruh kebudayaan berlangsung berlapis, sehingga manfaatnya tetap terasa ketika kedua negara menghadapi dinamika sebagai bangsa modern.

Ia juga menekankan bahwa kedekatan yang dimaksud bukan sekadar pengamatan historis, melainkan terlihat dalam jejak bahasa yang diwariskan melalui unsur Sanskerta. Menurutnya, proses serapan kosakata dan kemunculan nama-nama yang berakar dari bahasa tersebut menjadi bukti nyata adanya kedekatan budaya yang dapat dibaca dalam keseharian masyarakat.

Lebih jauh, Prabowo menilai pengalaman para pemimpin Indonesia yang hadir pada momen-momen kenegaraan India turut memperkuat makna persahabatan kedua pihak. Dengan latar itu, ia menyampaikan harapan agar hubungan yang sudah lama terbangun dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih luas dan strategis pada masa mendatang.