Internasional

Di Bandara YIA, Prabowo Sambut PM India Narendra Modi Jelang Peresmian Konservasi Candi Prambanan

×

Di Bandara YIA, Prabowo Sambut PM India Narendra Modi Jelang Peresmian Konservasi Candi Prambanan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jelang Kunjungan Candi Prambanan, Prabowo Sambut PM India di Bandara YIA

jurnalistik.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto menyambut langsung Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026). Kedatangan Modi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) terjadi sekitar pukul 10.50 WIB.

Dalam suasana penyambutan tersebut, Prabowo tampak mengenakan kemeja putih dan topi biru tua. Modi terlihat menggunakan pakaian bernuansa warna putih dan oranye saat tiba di lokasi kedatangan.

Seusai Modi turun dari mobil dinasnya, Prabowo menyalaminya di area yang telah disiapkan. Keduanya kemudian berbincang singkat sebelum melanjutkan agenda berikutnya.

Setelah pertemuan awal itu, Prabowo mengarahkan Modi berjalan bersama menuju helikopter Kepresidenan RI yang sudah bersiaga di landasan udara. Langkah lanjutan ini menandai perpindahan rangkaian agenda dari titik kedatangan menuju lokasi perjalanan berikutnya.

Modi kemudian naik ke dalam helikopter, lalu disusul Prabowo. Keduanya berangkat bersama dengan helikopter untuk menuju Bandara Adisutjipto, Sleman.

Sesampainya di Bandara Adisutjipto, rencana perjalanan berlanjut ke tahap berikutnya. Dari lokasi tersebut, Prabowo dan Modi akan melakukan perjalanan darat ke Candi Prambanan.

Kunjungan Prabowo dan Modi ke Yogyakarta ini dilakukan dalam rangka meresmikan proyek konservasi Candi Prambanan. Sebagai agenda utama, peresmian tersebut menjadi fokus rangkaian pertemuan dan perpindahan lokasi yang dilakukan sejak kedatangan di YIA.

Dalam joint statement bersama Prabowo di Istana, Jakarta, Selasa (7/7/2026), Modi menyampaikan rencana peresmian yang akan dilakukan bersama. Ia mengatakan, “Besok (hari ini) saya akan meresmikan bersama dengan Presiden Prabowo melalui konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta,”.

Modi juga menggarisbawahi makna historis dan simbolik yang melekat pada candi tersebut. Ia menyambung, “Candi tersebut berusia lebih dari 1.000 tahun merupakan simbol dari budaya yang kita miliki bersama, keterkaitan budaya antara Indonesia dan India,”.

Dengan demikian, agenda di Yogyakarta tidak berhenti pada proses penyambutan di bandara. Kegiatan bergerak mengikuti alur perjalanan dari YIA menuju Adisutjipto, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Candi Prambanan sebagai lokasi peresmian proyek konservasi.

Rangkaian pergerakan tersebut sekaligus menunjukkan penyiapan jalur agenda sejak awal kedatangan. Dari waktu kedatangan sekitar pukul 10.50 WIB, pertemuan singkat di lokasi penyambutan, hingga perpindahan menuju helikopter Kepresidenan RI, semuanya menjadi bagian dari persiapan menuju peresmian konservasi.

Peresmian yang akan dilakukan bersama Prabowo dan Modi di Candi Prambanan membawa pesan tentang nilai budaya yang disebut Modi memiliki keterkaitan antara Indonesia dan India. Dalam konteks itulah kunjungan di Yogyakarta dimaknai sebagai momen pelaksanaan proyek konservasi pada situs berusia lebih dari 1.000 tahun.

Setibanya di Yogyakarta, kunjungan Modi di YIA menjadi titik awal rangkaian yang terukur. Setelah momen kedatangan sekitar pukul 10.50 WIB, perhatian beralih pada interaksi singkat Prabowo dan Modi di area yang telah disiapkan, termasuk ekspresi penyambutan yang menunjukkan adanya sinkronisasi sebelum agenda utama berlangsung.

Setelah sesi pertemuan awal selesai, alur kegiatan bergerak ke tahap berikutnya dengan perpindahan lokasi yang berurutan. Prabowo mengarahkan Modi untuk mengikuti perjalanan menggunakan helikopter Kepresidenan RI dari landasan udara, kemudian menyambung ke keberangkatan menuju Bandara Adisutjipto di Sleman, sebelum rencana perjalanan darat menuju Candi Prambanan dijalankan.

Rangkaian tersebut langsung mengarah pada agenda peresmian proyek konservasi Candi Prambanan yang dilakukan bersama Prabowo dan Modi. Dalam joint statement di Istana, Jakarta, Modi sebelumnya menyampaikan rencana peresmian yang akan dilakukan bersama “melalui konservasi Candi Prambanan”, sekaligus menekankan bahwa candi berusia lebih dari 1.000 tahun merepresentasikan simbol budaya yang juga menjadi penghubung keterkaitan Indonesia dan India. Dengan begitu, kegiatan di Yogyakarta bukan sekadar seremonial, melainkan langkah pelaksanaan dari niat yang telah dinyatakan sebelumnya.