Bisnis & Ekonomi

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Capai 2,71 Juta Ton di Semester I 2026

×

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Capai 2,71 Juta Ton di Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,71 Juta Ton pada Semester I 2026

jurnalistik.co.id – PT Petrokimia Gresik melaporkan capaian produksi pupuk pada semester I 2026 yang terus bergerak naik di tengah dinamika industri pupuk nasional dan global.

Hingga Juni 2026, realisasi produksi pupuk perusahaan mencapai 2.716.141 ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat 2.431.506 ton.

Capaian ini melanjutkan tren positif yang sudah dibukukan sepanjang 2025. Pada tahun lalu, produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4.683.477 ton, naik dibanding realisasi produksi 2024 sebesar 4.474.914 ton.

Untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian, perusahaan juga menyiapkan pupuk bersubsidi sebanyak 441.581 ton. Persiapan tersebut diarahkan untuk musim tanam Oktober–Maret (Okmar).

Perusahaan menyebut capaian produksi semester I menjadi modal untuk mengejar target produksi pupuk 2026. Target yang ditetapkan berada pada level 106 persen dari target produksi tahun sebelumnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat fondasi bisnis agar dapat tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberi dukungan bagi sektor pertanian nasional.

“Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan,” ujar Daconi dalam siaran pers Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, perjalanan perusahaan selama lebih dari lima dekade tidak terlepas dari kemampuan beradaptasi terhadap perubahan serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri pupuk.

“Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia,” katanya.

Perkuat fasilitas produksi dan keandalan pasokan

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Petrokimia Gresik menjalankan sejumlah langkah strategis. Fokusnya mencakup peningkatan fleksibilitas fasilitas produksi serta penguatan keandalan pasokan bahan baku dan energi.

Salah satu proyek yang dijalankan adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi ini memungkinkan satu fasilitas memproduksi pupuk NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat.

Dengan skema tersebut, perusahaan menilai fleksibilitas yang diperoleh akan membantu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung ketahanan industri pupuk nasional.

Di sisi lain, perusahaan juga membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan kapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan akan meningkat menjadi 100.000 ton.

Langkah-langkah penguatan kapasitas dan fleksibilitas produksi tersebut diharapkan menjadi penopang berkelanjutan bagi upaya perusahaan dalam menghadapi tantangan industri. Secara bersamaan, perusahaan menargetkan ketersediaan pupuk tetap terjaga untuk kebutuhan musim tanam serta rencana produksi sepanjang tahun 2026.

Momentum peningkatan produksi pada paruh pertama 2026 tersebut memperlihatkan konsistensi kinerja dibanding periode sebelumnya, sekaligus memberi gambaran arah pencapaian target produksi perusahaan pada tahun berjalan.

Selain fokus pada pupuk non-subsidi, persiapan pupuk bersubsidi juga diarahkan untuk menjaga kesinambungan dukungan bagi musim tanam Oktober–Maret (Okmar), sehingga ketersediaan pupuk tetap dapat disiapkan sesuai rencana.

Pada sisi infrastruktur, modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V melalui teknologi Flex-Phos memperluas pilihan skema produksi. Dengan kemampuan menghasilkan pupuk NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat, perusahaan dapat menyesuaikan pemenuhan kebutuhan pasar dengan lebih luwes.

Sementara itu, pembangunan dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton yang ditargetkan meningkat hingga 100.000 ton dipandang sebagai penguatan yang membantu menjaga kelancaran operasi dan memastikan kesiapan pasokan untuk mendukung rencana produksi sepanjang 2026.