Internasional

Puluhan ribu massa memadati jalan Teheran untuk prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

×

Puluhan ribu massa memadati jalan Teheran untuk prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Huge crowds fill Tehran streets for Khamenei's funeral procession

jurnalistik.co.id – Puluhan ribu warga memenuhi jalan-jalan di Teheran saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung, dengan pemandangan yang disiarkan televisi pemerintah Iran dan menyertakan iringan peti jenazahnya melewati pusat-pusat kota.

Dalam rekaman yang menunjukkan suasana dari jarak dekat, tampak kerumunan besar berkumpul untuk menyaksikan peti yang dibungkus bendera Iran, sementara prosesi bergerak perlahan menyusuri rute sekitar 10 kilometer yang melintasi Enghelab Square, salah satu ikon ibu kota.

Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang telah wafat, menjalani masa penghormatan di ruang terbuka selama dua hari di Grand Mosalla masjid, Teheran. Pada hari Minggu, tiga dari putranya terlihat berdoa di samping peti jenazah.

Sementara itu, Mojtaba—putra yang kemudian menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi—tidak terlihat hadir. Ia diketahui terakhir kali muncul setelah melaporkan mengalami luka serius dalam serangan udara Israel di Teheran pada 28 Februari, insiden yang juga disebut menewaskan ayahnya dan istrinya.

Prosesi pemakaman digelar sebagai bagian dari rangkaian duka publik tiga hari di Teheran. Perjalanan terakhir itu menghubungkan Imam Hossein Square di bagian timur dengan Azadi Square di barat, pada hari terakhir setelah dua hari sebelumnya Khamenei berada dalam keadaan terbuka untuk penghormatan.

Media negara Iran melaporkan jutaan orang memadati jalan utama yang menghubungkan kedua kawasan itu, termasuk area di sekitar kendaraan yang membawa peti jenazah. Peti tersebut tidak hanya membawa jenazah Khamenei, tetapi juga empat anggota keluarga lainnya, dengan iringan menggunakan truk berwarna hitam.

Sepanjang arus massa, banyak warga terlihat mengibarkan bendera Iran serta memasang spanduk merah sebagai simbol balas dendam atas wafatnya sang pemimpin tertinggi. Sejumlah poster juga terlihat, termasuk tulisan “We must rise” dan seruan yang mengarah pada kematian Presiden AS Donald Trump, yang bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut telah memerintahkan serangan gabungan terhadap Iran empat bulan lalu.

Seruan-seruan itu muncul di tengah laporan bahwa perang yang dipicu oleh serangan gabungan tersebut telah menelan ribuan korban. Di beberapa titik, massa juga terlihat melempar batu ke sebuah baliho yang menampilkan wajah Trump. Baliho tersebut dipasang dari jembatan, dengan teks yang terbaca, “The US killed our father. We won’t let you go!”

Di antara figur politik yang disebut hadir, mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad terlihat berada di tengah kerumunan, menurut liputan media lokal. Kehadiran itu disebut sebagai penampilan publik besar pertamanya sejak awal perang, setelah sebelumnya dilaporkan tiga pengawal pribadinya tewas dalam sebuah serangan dekat kediamannya.

Presiden Iran saat ini, Masoud Pezeshkian, juga terekam berjalan di antara kerumunan di salah satu jalan Teheran. Sebelumnya, ia menulis di platform X bahwa Khamenei mengajarkan kepada semua warga Iran bahwa “greatest asset” negara adalah “its people and their unity”. Ia juga menyatakan tekad agar rakyat Iran akan “continue the path of Iran’s honour, progress, and glory”.

Di ranah politik dan keamanan, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyampaikan pernyataan bahwa Khamenei “eliminated by Israel”, dengan alasan pemimpin tertinggi tersebut dinilai mengancam keberadaan Israel. Ia menambahkan, “Any Iranian leader who will again try to pursue plans to destroy Israel will be killed as well,” sebuah peringatan yang turut dikaitkan dengan rangkaian perang yang sedang berlangsung.

Prosesi pemakaman ini terjadi kurang dari tiga minggu setelah Iran dan AS menandatangani kesepakatan pendahuluan untuk mengakhiri perang serta membuka kembali jalur penting Selat Hormuz. Rute tersebut merupakan jalur yang dilalui sekitar 20% pengiriman minyak dan gas global.

Kesepakatan pendahuluan itu juga memberi tenggat dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir, yang mencakup program nuklir Iran, sanksi AS, dan rencana gencatan senjata permanen. Qatar sebagai mediator menyampaikan bahwa perundingan tidak langsung antara negosiator Iran dan AS di Doha minggu lalu menunjukkan “positive progress”, setelah terjadi pertukaran serangan selama empat hari.

Qatar juga menyebut pertemuan berikutnya akan dijadwalkan setelah rangkaian acara pemakaman Khamenei selesai. Pada rencana acara berikutnya, Selasa akan ada prosesi pemakaman dan doa di kota sentral Qom, pusat lembaga ulama Syiah di Iran.

Pada Rabu, rangkaian upacara akan berpindah ke kota-kota suci di Irak, yakni Karbala dan Najaf. Acara kemudian berakhir pada Kamis ketika Khamenei dimakamkan di Imam Reza shrine, di kota Mashhad—kota kelahirannya di bagian timur laut Iran.