jurnalistik.co.id – Suasana rumah duka anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Andi Wibowo, dipadati pelayat pada Selasa (4/8/2026) malam. Di lokasi duka, para tamu datang untuk mendoakan almarhum sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Rumah duka berada di Jalan Kesehatan I Nomor 78B, Cipayung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Pelayat berdatangan bergelombang sejak malam hari dengan tujuan utama memberi penguatan dan menyampaikan belasungkawa.
Selain pelayat umum, sejumlah pejabat juga terlihat hadir untuk menyampaikan duka secara langsung. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo termasuk di antara pejabat yang datang menemui keluarga.
Di halaman rumah duka, belasan karangan bunga ucapan duka cita berjejer. Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai instansi, pejabat, dan tokoh pemerintahan, dengan dominasi warna hijau.
Dalam deretan karangan bunga itu, salah satunya berasal dari Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Abdul Rasyid. Tulisan pada karangan bunga tersebut berbunyi “Turut Berdukacita atas wafatnya Ahmad Andi Wibowo Bin Sulkan, Anggota DPRD Kota tangsel”.
Karangan bunga lainnya juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, H. M. Yusuf. Keberadaan karangan bunga dari jajaran pimpinan DPRD menandai perhatian kelembagaan terhadap almarhum.
Konfirmasi meninggal dan proses pemakaman
Sebelumnya diberitakan, Ahmad Andi Wibowo dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tol Cipali pada Selasa (4/8/2026). Pemberitaan tersebut kemudian mendapat konfirmasi dari Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Tangerang Selatan, Abdul Azis.
“Betul meninggal dunia, benar (kecelakaan) di Purwakarta (Cipali),” kata Azis saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa. Pernyataan itu menegaskan bahwa peristiwa yang dialami almarhum terjadi di wilayah Purwakarta.
Berita Terkait
Menurut Azis, jenazah almarhum saat itu masih dalam rangkaian perjalanan menuju rumah duka di wilayah Kota Tangerang Selatan. Ia juga menjelaskan bahwa proses penerimaan jenazah menunggu keluarga inti, khususnya istri almarhum.
“Jenazah sedang dibawa ke rumah duka, iya (dibawa ke daerah Tangerang Selatan), Masih menunggu istri almarhum dalam penjemputan jenazah,” ujarnya. Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa koordinasi penjemputan keluarga menjadi bagian penting dari tahapan setelah kejadian kecelakaan.
Azis menempatkan konteks peristiwa pada titik lokasi kecelakaan di ruas jalan tol. Kecelakaan terjadi di sekitar Kilometer 79 di wilayah Purwakarta.
Dari laporan yang dihimpun sebelumnya, mobil yang ditumpangi Andi Wibowo mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan dan samping akibat benturan keras. Kerusakan kendaraan tersebut disebut sebagai konsekuensi dari tabrakan yang terjadi di lokasi kejadian.
Setelah informasi kecelakaan dan konfirmasi meninggal beredar, perhatian kemudian mengarah pada rumah duka dan rangkaian penyampaian belasungkawa. Di rumah duka yang dipenuhi pelayat, dukungan dari berbagai kalangan terlihat melalui kehadiran langsung maupun karangan bunga yang berjejer di halaman.
Hingga malam hari, para tamu terus datang untuk mendoakan almarhum dan menyampaikan simpati kepada keluarga. Keberadaan pejabat dan karangan bunga dari instansi terkait memperlihatkan bahwa kabar duka ini mendapat respons yang cepat dari lingkungan pemerintahan setempat.
Keramaian di rumah duka terlihat bukan hanya dari jumlah pelayat, tetapi juga dari ritme kunjungan yang berlangsung berulang selama malam. Tamu yang datang memberikan doa dan dukungan langsung kepada keluarga, sementara sebagian lainnya menyampaikan belasungkawa melalui karangan bunga yang ditempatkan di halaman. Susunan bunga dari berbagai unsur pemerintahan juga menjadi penanda bahwa kabar duka direspons luas.
Konfirmasi terkait meninggalnya Ahmad Andi Wibowo juga kemudian memberi gambaran alur penanganan setelah kecelakaan. Keterangan dari Sekretaris DPRD, Abdul Azis, menyebut peristiwa terjadi di Purwakarta, yakni di ruas jalan tol Cipali sekitar Kilometer 79, sebelum jenazah dibawa menuju rumah duka di Kota Tangerang Selatan. Azis menambahkan bahwa penerimaan jenazah dilakukan dengan menunggu istri almarhum yang melakukan penjemputan, sehingga tahapan keluarga menjadi bagian penting dalam proses setelah kejadian.
Di tengah suasana tersebut, perhatian publik tetap tertuju pada rangkaian penyampaian duka. Kehadiran Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie serta Sekda Bambang Noertjahjo yang datang menemui keluarga, sekaligus ditambah deretan karangan bunga dari pimpinan DPRD, menunjukkan dukungan yang disampaikan secara kelembagaan. Hingga larut malam, doa-doa yang dipanjatkan terus terdengar seiring para tamu bergantian memberi ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.












