jurnalistik.co.id – Sebuah pohon reo berukuran besar tumbang dan menimpa kendaraan yang melintas di Kabupaten Sikka, NTT, pada Kamis (30/7/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan mobil milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami kerusakan serta seorang pelajar cedera setelah sepeda motor yang dikendarainya ikut tertimpa.
Kejadian bermula ketika pohon reo tiba-tiba tumbang di Dusun Habiheret, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete. Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
Mobil SPPG yang sedang melintas menjadi salah satu yang terkena dampak langsung. Menurut Ipda Leonardus Tunga, Kepala Seksi Humas Polres Sikka, “Satu unit minibus ini milik SPPG Yaspem (rusak,” saat dihubungi pada hari yang sama.
Akibat tumbangnya pohon, bodi mobil mengalami kerusakan. Selain itu, kaca bagian depan kendaraan juga dilaporkan ikut terdampak.
Selain menimpa mobil, pohon yang tumbang tersebut juga mengenai sepeda motor. Sepeda motor Revo Fit yang tertimpa dikendarai oleh seorang pelajar berinisial YJT (17), warga Desa Blatatatin, Kecamatan Kangae.
Proses evakuasi dan penanganan awal dilakukan segera setelah aparat menerima laporan. Leonardus menjelaskan bahwa setelah menerima informasi kejadian pohon tumbang, personel Polsek Waigete bersama warga langsung melakukan evakuasi.
Warga di lokasi kemudian ikut membantu menyingkirkan pohon agar kondisi di sekitar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pengalihan perhatian terhadap kendaraan yang mengalami kerusakan.
Untuk korban yang mengalami luka, penanganan medis dilakukan di rumah sakit rujukan. Leonardus menyebut korban saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit St Gabriel Kewapante.
Korban dilaporkan mengalami luka robek di kepala. Selain itu, kelopak mata kanan juga mengalami luka robek, sementara pada bagian tulang kering terjadi luka lecet.
Berita Terkait
Korban juga mengalami luka memar di bagian hidung. Kondisi korban kemudian dipantau oleh tenaga medis selama proses perawatan.
Leonardus menegaskan kondisi korban saat ini. “Kondisi korban saat ini dalam keadaan sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik,” ujarnya.
Setelah proses penanganan di lokasi berjalan, arus lalu lintas di jalur yang terdampak kembali normal. Saat ini, pergerakan kendaraan di jalan Waiara-Kloangrotat-Aibura sudah kembali lancar.
Dari informasi yang dihimpun, insiden tersebut menimbulkan dampak pada dua jenis kendaraan sekaligus. Mobil SPPG Yaspem mengalami kerusakan pada bodi dan kaca bagian depan, sementara sepeda motor yang dikendarai pelajar YJT juga terkena bagian tumbuhan.
Meski demikian, proses evakuasi yang melibatkan aparat dan warga membantu mempercepat penanganan di titik kejadian. Pemulihan kondisi jalan pun menjadi fokus agar aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terganggu.
Dengan adanya keterangan dari pihak kepolisian setempat, perkembangan korban hingga proses perawatan juga terus dipantau. Penanganan medis dilakukan untuk memastikan pemulihan cedera yang dialami pelajar tersebut berjalan sesuai prosedur.
Sejumlah petugas bersama warga terus bekerja di lokasi untuk memastikan batang pohon dan material yang tersisa tidak lagi mengancam pengguna jalan. Langkah penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, sambil menanggulangi kendaraan yang mengalami kerusakan agar tidak menimbulkan hambatan baru di ruas tersebut.
Di sisi lain, korban yang mengalami cedera langsung mendapatkan perhatian medis setelah proses di lapangan selesai dilakukan. Berdasarkan penjelasan pihak kepolisian, luka robek ditemukan di bagian kepala dan kelopak mata kanan, sementara pada tulang kering tercatat mengalami luka lecet. Korban juga mengalami memar di bagian hidung, dan selama perawatan kondisinya dipantau oleh tenaga medis.
Setelah penanganan berjalan dan kondisi sekitar dinyatakan aman, arus kendaraan di jalur yang terdampak kembali dipulihkan. Pergerakan kendaraan kemudian dapat berlangsung normal, sementara pihak terkait tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan korban selama masa perawatan agar proses pemulihan berjalan sebagaimana mestinya.












