jurnalistik.co.id – Pasar properti Inggris tengah menghadapi tekanan nyata karena biaya KPR yang melonjak. Di banyak wilayah, rumah yang semestinya mudah menarik minat pembeli justru lebih lama menunggu penawaran.
Berdasarkan laporan portal properti Zoopla, tiga dari lima rumah yang dipasarkan sejak Januari masih bertahan di pasar. Situasi ini muncul saat kenaikan suku bunga membuat calon pembeli makin frustrasi, sementara sebagian penjual menetapkan harga yang dinilai terlalu tinggi untuk kondisi saat ini.
Zoopla menyebut penjualan yang sudah disepakati (agreed sales) berada 7% di bawah tahun lalu. Namun, penurunan tidak seragam di seluruh wilayah; penjualan turun 12% di Wales dan 11% di East Midlands.
Dampak kenaikan biaya KPR terasa paling besar pada pembeli pertama kali. Meskipun demikian, ada tanda persaingan yang meningkat di antara pemberi pinjaman karena sejumlah pihak mulai menurunkan tarif, sehingga memberikan ruang baru bagi pasar.
Lonjakan suku bunga KPR terjadi pada April. Zoopla mengaitkan kenaikan tersebut dengan gejolak finansial yang dipicu oleh perang antara AS dan Israel dengan Iran, yang membuat biaya pinjaman bergerak lebih tinggi pada puncaknya.
Di periode puncak, rata-rata tambahan biaya KPR mencapai ÂŁ125 per bulan dibandingkan posisi pada Januari. Di London, puncaknya bahkan menambah ÂŁ232 per bulan pada biaya yang harus ditanggung pembeli pertama kali.
Data layanan informasi keuangan Moneyfacts mencatat kenaikan tarif fixed dua tahun dari 4,83% pada awal Maret menjadi puncak 5,90% pada 12 April. Setelah itu, tarif tersebut turun lagi menjadi 5,54%.
Zoopla juga menyampaikan bahwa kenaikan ini menjadi faktor utama yang menekan permintaan pembeli di Inggris sebesar 15% dibandingkan setahun sebelumnya, berdasarkan laporan yang meninjau kondisi hingga akhir Mei. Meski begitu, gambaran di beberapa daerah memiliki perbedaan.
Di kawasan timur laut Inggris (north east), biaya KPR untuk pembeli pertama kali hanya naik ÂŁ66 per bulan dalam periode yang sama. Dengan kata lain, kenaikan yang terasa di pasar tidak selalu berujung pada tekanan yang identik di setiap wilayah.
Richard Donnell, executive director Zoopla, menilai pembacaan data nasional perlu dipahami dengan konteks lokal. Ia menyatakan bahwa percakapan yang paling menentukan bagi penjual adalah soal harga, karena rumah yang dipatok dengan tepat cenderung bisa terjual, sementara yang terlalu mahal tetap tidak banyak bergerak.
âGambaran nasional hanya dapat memberi sejauh yang dapat ditunjukkan,â ujarnya. âUntuk penjual yang masih menunggu tawaran, pembicaraan yang perlu dilakukan adalah tentang hargaârumah yang diberi harga dengan benar akan terjual, sedangkan rumah yang kemahalan akan tetap duduk di pasar.â
DONNELL juga menekankan bahwa penurunan tarif KPR baru-baru ini memberi kabar positif bagi pembeli. Menurutnya, suku bunga sedang turun, pilihan rumah yang dijual lebih banyak dibanding setahun lalu, dan penjual yang termotivasi bersedia bernegosiasi.
Ia menambahkan bahwa bagi mereka yang siap pindah, kondisi saat ini lebih menguntungkan dibanding tiga bulan sebelumnya. Ini memberi sinyal bahwa perubahan di sisi tarif bisa memengaruhi keputusan pembeli, walaupun belum tentu langsung membuat pasar kembali bergerak cepat.
Dari sisi kebijakan, Bank of England menyatakan persetujuan KPR untuk pembelian rumah turun hingga titik terendah dalam dua setengah tahun pada bulan Mei. Pernyataan tersebut disertai penjelasan bahwa sejumlah skema ditarik dari penjualan, sementara suku bunga ikut meningkat.
Turunnya permintaan yang datang dari pembeli pertama kaliâkelompok yang paling terpapar pada kenaikan biaya pinjamanâikut memengaruhi jenis rumah yang akhirnya tetap belum terjual. Zoopla mencatat dua pertiga flat berukuran satu dan dua kamar tidur yang dicantumkan sepanjang tahun ini masih berstatus tidak terjual.
Sementara itu, laju penjualan untuk rumah dengan dua dan tiga kamar tidur tidak menunjukkan perubahan besar. Dengan kata lain, sebagian segmen lebih tahan terhadap guncangan permintaan dibanding segmen lainnya.
Zoopla juga menyebut penjualan yang disepakati mengalami penurunan pada tingkat yang lebih rendah di Inggris bagian utara dan di Skotlandia. Penjelasan yang diberikan berkaitan dengan lebih sedikitnya jumlah rumah yang dipasarkan serta kenaikan biaya KPR untuk skenario peningkatan tunai yang tidak sebesar di wilayah lain.
Di lapangan, para agen properti menggambarkan bahwa rumah yang tersedia untuk dijual melebihi permintaan pada beragam rentang harga. Ketidakpastian juga disebut terbentuk oleh dampak finansial perang Iran, sekaligus perubahan kepemimpinan politik di Inggris.
Jeremy Leaf, seorang agen properti di London utara, mengatakan proses penjualan memerlukan waktu lebih lama. Menurutnya, komitmen pembeli menjadi makin sulit dibangun, meski sebagian besar penjualan yang sudah disepakati tetap berjalan.
âPenjualan kini berlangsung jauh lebih lama dan menjadi semakin sulit untuk menghasilkan komitmen,â kata Leaf. âNamun, mayoritas besar penjualan yang sudah disepakati memang tetap berjalanâmeski tentu saja kecepatannya lebih lambat.â
Dengan dinamika suku bunga yang bergerak turun dalam beberapa periode terakhir, pasar tetap menunjukkan dua sisi yang berlawanan: ada rumah yang mulai kembali mendapat minat ketika harga dan biaya pinjaman dianggap lebih masuk akal, tetapi sebagian listing lainnya masih menunggu hingga penjual menyesuaikan ekspektasi mereka.






