jurnalistik.co.id – Novak Djokovic memastikan langkahnya ke babak ketiga Wimbledon setelah menundukkan Stefanos Tsitsipas dengan skor 6-3, 6-4, 6-2 dalam 98 menit. Kemenangan ini sekaligus membuat petenis Serbia itu terus mengejar capaian bersejarah di All England Club.
Djokovic mengawali pertandingan dengan tempo yang terukur, lalu meningkatkan intensitas ketika laga masuk fase-fase krusial. Ia mengunci kemenangan secara meyakinkan untuk meraih tiket ke ronde berikutnya.
Pencapaian itu berjarak dekat dari target besar Djokovic di Wimbledon. Ia kini berburu rekor yang menyamai delapan gelar juara sekaligus mengincar gelar mayor ke-25 secara keseluruhan.
Di Centre Court, Djokovic tampil pada performa terbaiknya. Rory McIlroy hadir sebagai penonton, sementara Ben Stiller memberi dukungan dari box yang disediakan.
Momentum Djokovic terlihat jelas pada set kedua. Ia mencatat kemenangan 100% poin di belakang servis pertama dan hanya melakukan satu kesalahan sendiri yang tidak dipaksa.
Usai memastikan kemenangan, Djokovic menyampaikan komentar yang membuat suasana tribun ikut bergairah. “Saya suka istilah ‘vintage’. Rasanya bagus karena mengingatkan pada hari-hari terbaik,” katanya kepada penonton, sebelum ia menyiapkan duel melawan Arthur Rinderknech.
Pertemuan Djokovic berikutnya akan menghadapkan petenis Prancis Arthur Rinderknech, yang berstatus unggulan ke-25. Laga tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian penampilan Djokovic yang makin tajam di turnamen ini.
Pengamat tenis Tim Henman juga menyoroti kualitas eksekusi Djokovic. Menurutnya, Tsitsipas tidak sedang berada pada kondisi serta tempat terbaik dalam kariernya, tetapi cara Djokovic “membongkar” permainan lawan dinilai sangat impresif dan dieksekusi dengan cemerlang.
Selain soal ketajaman di lapangan, Djokovic juga tampak santai dan menikmati panggung Wimbledon. Ia sempat bercanda dengan seorang ball kid pada interval menjelang set ketiga, pura-pura seolah-olah bola anak tersebut membuatnya kesakitan saat ia memotong untaian dari bagian atas pakaiannya.
Djokovic juga melontarkan candaan seusai laga terkait tantangan kepada Rory McIlroy. Ia mengatakan ingin mengajak McIlroy bermain tenis, dengan pihak pemenang berhak membawa blazer hijau Masters yang dikenakan McIlroy di Royal Box.
Di awal gim, Djokovic memang mulai kuat lewat permainannya di servis. Namun setelah berhasil menciptakan terobosan, ia harus bertahan dari tiga peluang break saat tertinggal 0-40 sebelum akhirnya mengamankan keunggulan.
Secara keseluruhan, Djokovic kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat juara. Ia hanya melakukan tujuh unforced errors dan menunjukkan kontrol yang rapi sepanjang laga.
“Saya merasa hebat. Saya berusaha tidak menganggap momen-momen seperti ini begitu saja saat bermain di Centre Court Wimbledon,” ujar Djokovic. Ia menambahkan bahwa ini adalah “impian masa kecil” dan ia merasa sangat istimewa bisa tampil di lapangan tersebut pada usia “lebih dari 30 tahun”. Djokovic juga menegaskan, “Saya tidak menganggap itu klise karena saya benar-benar percaya bahwa usia hanyalah angka.”
Ujian Sinner menghadapi Nuno Borges
Sementara itu, Jannik Sinner melaju menyusul kemenangan atas Nuno Borges untuk menjaga langkah mempertahankan gelarnya. Sinner melakukannya pada laga kembalinya ke Centre Court dua hari setelah pertandingan pertamanya.
Pada awal turnamen, Sinner sempat menjalani laga panjang yang menyita perhatian. Di pertandingan pertama, ia ditarik hingga lima set oleh Miomir Kecmanovic, sebelum akhirnya menang dalam format 7-6 (7-4), 7-6 (7-2), 6-4 atas Borges.
Borges, yang menempati peringkat 48 dunia dan berasal dari Portugal, mendapat respons besar dari penonton. Ia mampu memberikan perlawanan di sejumlah fase, bahkan sempat tampil lebih baik pada momen-momen tertentu sebelum Sinner menaikkan level permainan saat paling dibutuhkan.
Sinner juga mencatat perubahan penting menjelang set ketiga. Setelah sempat tampak kesulitan mempertahankan konsistensi di momen-momen awal, ia kemudian menuntaskan pertandingan dan meraih kemenangan beruntun kesembilannya di All England Club.
Di laga pembuka set pertama, Sinner tidak memberikan satu pun peluang break point kepada Borges. Namun, ada momen singkat yang menjadi “celah” ketika Borges sempat memperoleh keunggulan break lebih awal pada set kedua.
Ketika mencoba mengakhiri set kedua dan menyamakan kedudukan, Borges terlihat mulai menegang. Ia gagal memanfaatkan set point, lalu kembali membuat kesalahan sendiri yang menghadiahkan Sinner kesempatan untuk merebut break dan menyeimbangkan permainan.
Kesalahan-kesalahan Borges berlanjut pada tie-break set berikutnya. Sinner kemudian menekan lebih jauh dan mengamankan kemenangan, sebelum pada set ketiga ia bangkit dari servis awal yang kurang ideal.
Secara durasi, Sinner menuntaskan duel ini setelah 2 jam 32 menit. Meski belum pada kondisi paling ideal, Sinner menghasilkan perbaikan dibanding performanya saat menghadapi Kecmanovic sebelumnya, termasuk dengan catatan 29 unforced errors.
Menjelang Wimbledon, Sinner memilih tidak ikut dalam turnamen lapangan rumput sebagai persiapan, meski sebelumnya ia mengalami kekalahan mengejutkan pada babak kedua French Open di akhir Mei. Keputusan itu kini terbukti tidak membuat langkahnya goyah, karena ia tetap mampu melewati ujian dari Borges.
Dengan hasil ini, Sinner akan bertemu petenis Amerika Jenson Brooksby pada babak berikutnya. Brooksby sendiri berdiri sebagai peringkat 81 dunia.












