Olahraga

Djokovic Samai Rekor Federer di Wimbledon: Menaklukkan Rinderknech untuk Babak Keempat, Sinner Ikut Melaju

×

Djokovic Samai Rekor Federer di Wimbledon: Menaklukkan Rinderknech untuk Babak Keempat, Sinner Ikut Melaju

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wimbledon 2026 results: Novak Djokovic battles past Arthur Rinderknech to match Roger Federer's win record, JannikSinner through

jurnalistik.co.id – Novak Djokovic memastikan langkahnya ke babak keempat Wimbledon 2026 setelah menyingkirkan Arthur Rinderknech melalui pertandingan dramatis dengan skor 7-5, 6-4, 1-6, 7-6 (7-4).

Hasil ini membuat petenis Serbia berusia 39 tahun itu menyamai rekor Roger Federer terkait kemenangan pertandingan tunggal terbanyak di Wimbledon. Djokovic mengemas tonggak sejarah lain sekaligus, karena ia juga menembus babak keempat untuk kali ke-18 sepanjang kariernya di turnamen tersebut—sejajar catatan Federer.

Di babak berikutnya, Djokovic akan berhadapan dengan Roman Safiullin untuk memperebutkan tiket ke perempatfinal. Safiullin melaju setelah mengalahkan petenis kualifikasi Joao Fonseca dengan skor telak 6-3, 6-3, 6-3.

Djokovic vs Rinderknech: sejarah dipastikan lewat tiebreak

Djokovic memulai pertandingan dengan kepercayaan diri yang sempat terlihat setelah rangkaian laga sebelumnya. Ia juga datang dengan modal dari penampilan kuat pada babak kedua, saat menyingkirkan Stefanos Tsitsipas, yang ketika itu merupakan pemain peringkat tertinggi yang pernah menghuni jajaran elit sepuluh besar.

Namun, saat kembali ke Centre Court, Djokovic menemui rintangan yang lebih menyulitkan dari biasanya. Rinderknech tampil dengan intensitas tinggi dan segera memberi tekanan saat momen-momen awal berlangsung ketat.

Pada set pertama, Djokovic sempat memantapkan permainan dengan variasi pukulan yang efektif. Ia melakukan serangkaian eksekusi penting, termasuk permainan voli yang mengundang tepuk tangan penonton, sebelum akhirnya mengunci set pembuka.

Perjalanan tidak langsung mulus. Setelah permainan awal berjalan dengan saling berebut peluang break, Rinderknech tetap mencari celah. Ia bahkan berhasil memaksa titik break lebih awal di set kedua, sebuah sinyal bahwa pertandingan bisa berayun kapan saja.

Tetapi Djokovic merespons cepat. Pada game berikutnya, ia mampu mengembalikan tekanan dan merebut peluang break untuk kali ketiga, sehingga alur skor mulai condong kembali ke pihaknya.

Rinderknech tidak menyerah dan justru menambah daya juang. Petenis Prancis itu sebelumnya juga pernah menumbangkan Alexander Zverev—unggulan ketiga—di Wimbledon tahun lalu, dan kedisiplinan itu tampak berlanjut saat ia memperbesar agresivitas.

Set ketiga menjadi bukti konsistensi tersebut. Rinderknech mampu mendapatkan break-break beruntun dan memukul balik momentum Djokovic hingga akhirnya mengunci kemenangan pada set ini, membuat kedudukan kembali bergeser.

Memasuki set keempat, dukungan penonton terdengar semakin bising, seolah pertandingan memasuki fase saling mengunci mental. Rinderknech terus membangun keberanian, sementara Djokovic menjaga ritme agar tidak kehilangan kendali.

Ketika skor tak juga beranjak, tiebreak diperlukan untuk menentukan pemenang. Hingga poin ke-10 dalam penentuan, keduanya masih tetap berada di jalur serve yang stabil, sebelum Rinderknech melakukan kesalahan forehand yang membuka jalan bagi Djokovic.

Pada akhirnya, kemenangan itu datang lewat momen yang menyisakan kesan kuat. Dalam pertandingan yang berlangsung sekitar tiga jam, keduanya bahkan mengakhiri laga di lapangan. Rinderknech sempat menerjang bola pada situasi drop shot, lalu Djokovic menjawab dengan penyelaman serupa untuk mengamankan match point pertamanya, memicu sorakan penonton.

Dengan kemenangan ini, Djokovic turut memperpanjang catatan prestasinya di Wimbledon. Di turnamen yang sama, Martina Navratilova kini tetap menjadi satu-satunya pemain—baik putra maupun putri—yang telah mengoleksi kemenangan tunggal lebih banyak dari Djokovic, dengan total 120 kemenangan.

Sinner juga melaju: uji mental, statistik servis, dan catatan rekor

Di lapangan lainnya, Jannik Sinner tampil sebagai juara bertahan dan menjalani laga yang tetap menuntut. Ia menyingkirkan Jenson Brooksby dengan skor 6-4, 6-3, 6-4 untuk mencapai babak keempat.

Sinner sempat menunjukkan kilasan permainan tajam, meski ia tidak berada pada performa puncak sepenuhnya sepanjang pertandingan. Petenis Italia itu juga beberapa kali meminta dukungan penonton untuk memberi dorongan, terutama setelah sebuah tembakan yang melibatkan gerakan ke net mendatangkan peluang match point ke tiga.

Usai pertandingan, Sinner menyampaikan bahwa ia “membutuhkan itu hari ini” dari dukungan penonton untuk melewati laga. Ia juga menghadirkan servis yang dominan sepanjang waktu, dengan memenangkan 87% poin di belakang servis pertama.

Sinner membukukan 13 ace sekaligus dua double fault. Satu-satunya bagian yang sedikit bergoyang terjadi saat ia di-break pada awal set ketiga, tetapi ia segera memperbaiki momentum dan kembali mengambil alih permainan.

Keunggulan 5-3 saat ia melayani untuk memastikan kemenangan memperlihatkan kendali yang masih ada. Namun, ketika terjadi double fault, Sinner langsung merespons dengan ace 129 mph, lalu memanfaatkan servis melebar untuk memberi tekanan kepada Brooksby.

Meski begitu, ada pekerjaan rumah yang masih tersisa. Sinner mencatat 27 unforced errors, pertanda bahwa konsistensi dalam beberapa momen masih perlu diasah agar transisi dari peluang menjadi poin lebih rapi.

Catatan lain memperkuat performanya di fase awal turnamen. Sinner telah memenangkan semua 20 pertandingan Grand Slam yang ia mainkan pada babak ketiga—sebuah rekor untuk era Open di kategori putra.

Di babak keempat, Sinner akan menghadapi kualifikasi asal Jepang, Shintaro Mochizuki. Mochizuki melaju setelah menaklukkan petenis Spanyol yang sedang naik daun, Rafael Jodar, yang saat itu berada pada peringkat dunia 150.

Dengan berjalannya turnamen, Djokovic dan Sinner kini sama-sama berada di jalur babak selanjutnya. Bagi keduanya, pertandingan berikutnya bukan sekadar kelanjutan petualangan, melainkan ujian berikutnya untuk membuktikan konsistensi setelah melewati lawan yang tidak mudah.