jurnalistik.co.id – Motor listrik kerap dianggap tidak perlu servis rutin karena tidak memakai oli seperti kendaraan berbahan bakar bensin. Namun, pengabaian pemeriksaan justru membuat banyak pemilik baru datang ketika gejala gangguan sudah muncul atau kerusakan telah terjadi.
Di Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto menuturkan bahwa motor listrik yang masuk ke tempatnya umumnya membutuhkan perbaikan pada tiga komponen utama. Komponen tersebut adalah dinamo, kontroler, dan baterai.
“Yang paling banyak datang ke tempat kami itu servis perbaikan dinamo, kontroler, dan baterai,” kata Adi kepada Kompas.com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Menurut Adi, perawatan motor listrik memang berbeda karakter dengan motor konvensional. Tidak ada kewajiban servis berkala dengan interval tertentu seperti pada kendaraan berbahan bakar bensin, sehingga banyak pengguna baru memeriksakan kendaraannya setelah muncul gejala gangguan.
“Pada dasarnya kendaraan listrik tidak ada perawatan berkala seperti motor bensin. Biasanya dibawa ke bengkel saat sudah terjadi masalah atau kerusakan,” ujar Adi.
Periksa tiap enam bulan, bukan ganti rutin
Meskipun motor listrik tidak memiliki jadwal servis berkala seketat motor bensin, Adi menyarankan pemilik tetap melakukan pemeriksaan setidaknya setiap enam bulan sekali. Ia menegaskan, tujuan pemeriksaan tersebut bukan untuk mengganti komponen secara rutin, melainkan mendeteksi potensi kerusakan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Yang paling bagus sebenarnya melakukan perawatan. Kami selalu menganjurkan customer untuk servis enam bulan sekali,” kata Adi.
Pada pemeriksaan berkala setiap enam bulan, teknisi biasanya mengecek kondisi motor penggerak, baterai, serta sistem kelistrikan kendaraan. Pada tahap ini, pemilik mendapat gambaran kondisi komponen agar penanganan dapat dilakukan lebih awal, sebelum kerusakan makin parah.
Motor penggerak, baterai, dan sistem kelistrikan
Motor penggerak atau motor BLDC menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian karena bekerja terus-menerus selama kendaraan digunakan. Pemeriksaan pada komponen ini membantu pemilik mengetahui kondisi motor penggerak sebelum turun performa atau muncul gangguan yang lebih serius.
Sementara itu, baterai diperiksa untuk mengetahui tingkat kesehatannya, sehingga pemilik bisa memperkirakan sisa usia pakai komponen tersebut. Adi menjelaskan, informasi dari hasil pemeriksaan memberi waktu persiapan bagi pemilik.
“Jadi sebelum baterainya rusak, kami sudah bisa menginformasikan kapan kira-kira baterai perlu diganti. Pemilik kendaraan jadi bisa lebih siap,” ujarnya.
Selain motor penggerak dan baterai, teknisi juga menilai sistem kelistrikan agar potensi gangguan bisa terdeteksi sejak awal. Pemeriksaan menyasar komponen yang berhubungan dengan penyaluran daya dan koneksi antarbagian kendaraan.
Sistem perkabelan juga sering terlewat
Komponen lain yang tidak kalah penting adalah sistem perkabelan. Adi mengatakan, kerusakan pada bagian ini kerap luput dari perhatian karena pemilik tidak selalu melihat tanda awal yang berkembang menjadi masalah besar.
“Perkabelan juga kami cek. Kadang ada kabel yang gosong atau soket yang mulai terbakar. Jadi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah diperbaiki lebih dulu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tanda seperti kabel yang gosong atau soket yang mulai terbakar adalah indikasi yang perlu ditangani. Dengan pemeriksaan berkala, perbaikan bisa dilakukan lebih cepat sebelum memicu gangguan yang lebih serius.
Jangan menunggu rusak, ubah pola perawatan
Adi juga menyoroti kebiasaan yang masih sering dilakukan pengguna motor listrik, yakni menunda pemeriksaan hingga muncul gejala kerusakan. Padahal, kerusakan pada komponen seperti motor penggerak, kontroler, maupun baterai umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba.
“Jadi kalau motor listrik tidak dirawat atau dibiarkan, ada penurunan kondisi yang sebenarnya dapat terdeteksi lebih awal melalui pemeriksaan rutin,” kata Adi.
Dengan begitu, pemilik dapat memindahkan pola perawatan dari yang bersifat reaktif menjadi preventif. Adi menganggap langkah ini akan mempermudah penanganan karena potensi gangguan sudah diketahui pada tahap awal.
“Jangan menunggu rusak dulu baru dibawa ke bengkel. Dengan pemeriksaan rutin, potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih mudah dan murah,” kata Adi.












