jurnalistik.co.id – Nigel Farage mengatakan ia membahas potensi “liabilities” bila kembali aktif dalam politik beberapa bulan sebelum Pemilu Umum 2024. Pernyataan itu muncul menyusul sorotan publik terkait hadiah sebesar £5 juta yang ia terima dari donor kalangan miliarder.
Farage menyampaikan kepada BBC bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada konsekuensi keuangan Partai Reform jika ia kembali menempati posisi kepemimpinan. Ia menyebut pembahasan itu bukan kesepakatan formal, dan menegaskan konteks waktunya datang “quite some time after” ia menerima hadiah £5 juta.
Menurut laporan The Sunday Times, Farage disebut telah melakukan negosiasi pada Maret dan April 2024 dengan Richard Tice yang pada saat itu menjabat sebagai pemimpin Reform, terkait rencana untuk kembali memimpin partai. Namun Farage kemudian menjelaskan bahwa yang ia lakukan adalah memetakan kemungkinan dampak terhadap keuangan Reform bila ia kembali.
Dalam keterangannya, Farage menyatakan ia sempat berbicara dengan Tice pada musim semi tahun tersebut. Ia menuturkan ia ingin memahami apa yang akan terjadi pada keuangan partai jika ia kembali ke posisi itu.
Isi percakapan menurut Farage
Farage menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers Senin dengan mengatakan, “I had no intention of returning to politics or as leader of Reform, but in the spring of that year I did talk to Richard Tice about what the liabilities would be if I was to come back to that position.”
Ia melanjutkan, “And you’d be a bit of a mug, wouldn’t you, to walk into a job and not find out what the potential liabilities were, and they were substantial.” Farage menegaskan informasi itu ia anggap penting sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
Ia juga menyebut bahwa situasi tersebut memberi manfaat karena tanpa Richard, partai bahkan tidak akan bertahan. Lalu ia menambahkan, “But it wasn’t a deal, it wasn’t an agreement, it was subject to if I came back.”
Untuk memperjelas, Farage menegaskan, “If you want clarification on this, that came quite some time after the gift, which is perhaps the important point.” Dengan kalimat itu, ia menekankan bahwa waktu pembahasan berada jauh setelah ia menerima hadiah tersebut.
Wakil Ketua Partai Buruh, Bridget Phillipson, menilai penjelasan Farage tidak meyakinkan. Ia mengatakan, “Nigel Farage has blown a gaping hole in his excuse for why his secret £5m ‘gift’ from a crypto billionaire did not need to be declared.”
Berita Terkait
Sorotan politik muncul karena hadiah £5 juta tersebut berasal dari investor kripto asal Inggris, Christopher Harborne. Dalam pembelaannya, Farage berkali-kali menyatakan bahwa uang itu merupakan “unconditional gift” dan ditujukan untuk keamanan pribadinya, bukan sesuatu yang bersifat politis.
Farage juga menyampaikan bahwa ketika ia menerima hadiah tersebut, ia belum menjadi anggota parlemen. Ia menjadi MP pada Juli 2024, sehingga menurut argumennya, alasan pengungkapan itu tidak berlaku pada saat hadiah diterima.
Sementara itu, oposisi Reform berpendapat Farage seharusnya melaporkan hadiah tersebut dalam register kepentingan anggota parlemen ketika ia terpilih. Mereka merujuk pada kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam pedoman etika parlemen.
Komisaris Standar Parlemen sebelumnya melakukan investigasi untuk menilai apakah Farage melanggar aturan. Namun proses itu disetop ketika ia mengundurkan diri sebagai MP untuk Clacton bulan lalu agar dapat memicu pemilihan sela.
Farage menyatakan ia mengambil keputusan tersebut karena “people of Clacton should be the judges of my actions”. Investigasi akan dibuka kembali bila Farage memenangkan pemilihan sela yang berlangsung pada 13 Agustus.
Jejak karier Farage juga menjadi latar dalam pembahasan ini. Ia meninggalkan politik di lini depan pada 2021 dan kemudian beralih ke karier penyiaran.
Pada Mei 2024, Farage menjabat sebagai presiden kehormatan Reform. Saat itu ia mengumumkan bahwa ia tidak akan menjadi kandidat pada pemilu umum Juli tahun yang sama, sebelum akhirnya mengubah posisinya di awal Juni dan mengambil alih kepemimpinan partai.
Rujukan aturan pengungkapan di parlemen
Dalam kode etik Dewan Rakyat (Commons), anggota parlemen baru “must register all their current financial interests”. Aturan itu juga mengharuskan pencatatan manfaat yang dapat didaftarkan (selain penghasilan) yang diterima dalam 12 bulan sebelum pemilihan, dan dilakukan dalam waktu satu bulan setelah terpilih.
Pedoman tersebut menyebut bahwa “purely personal gifts or benefits” yang berasal dari keluarga atau pinjaman komersial pada umumnya tidak perlu didaftarkan. Namun kode etik juga menekankan bahwa baik motif pemberi maupun penggunaan yang direncanakan dari hadiah perlu dipertimbangkan.
Kode etik menambahkan, “if there is any doubt, the benefit should be registered”. Dengan kerangka itu, perdebatan publik berpusat pada apakah hadiah £5 juta tersebut termasuk dalam kategori yang semestinya diungkap, ataukah berada pada pengecualian “personal” sebagaimana diklaim Farage.












