Entertainment

Komedian Jimmy Cricket Meninggal di Usia 80 Tahun

×

Komedian Jimmy Cricket Meninggal di Usia 80 Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Comedian Jimmy Cricket dies aged 80

jurnalistik.co.id – Komedian asal Irlandia Utara, Jimmy Cricket, meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah sakit singkat, demikian keterangan keluarga.

Dalam pernyataan yang mereka unggah di media sosial, keluarga mengatakan beberapa hari terakhir Jimmy Cricket dihabiskan bersama orang-orang terdekatnya, penuh cinta, tawa, dan lagu.

“Forever our clown, he was cracking jokes to the wonderful NHS staff and to us all, right until the end. His courage, dignity and positivity through all he endured was inspirational,” tulis keluarga.

Mereka juga menyebut bahwa sosok Jimmy Cricket adalah kekuatan yang membawa keceriaan, serta mengatakan dunia saat ini terasa “far less sillier place today”.

Keluarga sempat berujar bahwa mereka akan mengakhiri penghormatan dengan mengutip kalimat khasnya, “There’s no More”.

Namun, lanjut keluarga, “But Jimmy was a man of great faith and a Papal Knight of the Catholic Church.”

Di bagian akhir, keluarga menegaskan keyakinan yang dipercayainya: “He believed that death is not the end and was looking forward to eternity, so really… And there’s more.”

Bagi banyak orang, Jimmy Cricket dikenal sebagai figur rumah tangga sejak ia naik daun pada dekade 1970-an.

Ia bernama lengkap James Joseph Mulgrew, lahir di Cookstown, County Tyrone, pada tahun 1945.

Menurut kisah yang disampaikan, Cricket meninggalkan bangku sekolah pada usia 16 tahun dan memulai musim panas 1966 sebagai Redcoat untuk Butlins.

Di tahun-tahun berikutnya, ia mengasah kemampuannya di kancah klub komedi pada era 1970-an hingga 1980-an.

Kariernya kemudian meraih pengakuan melalui kemenangan dalam kontes bakat LWT, Search for a Star, sebelum akhirnya mendapat kesempatan membintangi acara televisi sendiri di ITV dan juga seri radio di BBC Radio 2.

Gaya panggungnya turut melekat dalam ingatan penonton, terutama melalui rangkaian kalimat pembukaannya serta kostum yang selalu ia kenakan saat tampil.

Di atas panggung, ia tampil dengan seperangkat pakaian khas yang meliputi topi bowler yang sudah terlihat terpakai, jas ekor, celana yang digulung, serta sepatu bot Wellington dengan inisial R dan L di bagian depan.

Keberadaan Jimmy Cricket juga mendapat perhatian dari rekan-rekan sesama seniman komedi di Irlandia Utara.

Komedian John Linehan—yang dikenal lewat karakter dame panggung May McFettridge—menyampaikan bahwa Cricket adalah sosok yang “so nice and he was so humble”.

Ia menambahkan, “He was so funny… he was just a star, he was just so modest, just so simple in what he did and everybody loved him,” dalam keterangan kepada BBC News NI.

Sementara itu, Tim Vine ikut memberi penghormatan melalui unggahan di X, dengan menggambarkan Jimmy Cricket sebagai “a lovely, inspiring, funny man”.

Ia juga mengingat momen perjumpaannya, “I have a great memory being at his home and he said: ‘Do you want to hear my new song?’ I said: ‘Of course’.”, lalu melanjutkan bahwa Jimmy kemudian menyanyikan lagu barunya secara langsung sambil menari.

Vine mengungkapkan kesannya: “I thought: ‘I hope I’m like this when I’m older.'”.

Ted Robbins turut menyebut Jimmy Cricket sebagai salah satu komedian hebat terakhir dengan gaya yang khas.

“I know he and all his family have a great Christian faith so maybe The Angels will be saying ‘Come here Jimmy – there’s more’!”, tulisnya, sambil menekankan bahwa Cricket memiliki gaya unik yang “never blue just funny”.

Dalam jejak perjalanan komedinya, Jimmy Cricket juga sempat berbicara mengenai bagaimana ia masuk ke dunia hiburan lewat program BBC Radio 4 Extra, The Comedy Club.

Pada Maret 2024, ia menceritakan bahwa keluarganya pindah ke Belfast saat ia berusia dua tahun.

“There was still trams then, would you believe, I took the tram to school.”

Menurutnya, ia sebenarnya sudah memiliki kecenderungan menjadi komedian bahkan pada masa itu.

Ia mengatakan bahwa pertunjukan-pertunjukan variety di Belfast kemudian mendorongnya untuk menjadikan komedi sebagai karier.

Cricket juga menggambarkan pengalaman awal yang membuatnya jatuh cinta pada panggung: “You could pay a shilling… and sit in the gallery and look down on these amazing performers and that’s where I caught the bug.”

Setelah itu, ia bekerja di taman-taman liburan, tempat ia terus menyempurnakan kemampuannya dan menyiapkan diri untuk gaya komedi yang kemudian dikenal luas.

Melalui cara bercanda, pilihan kostum khasnya, serta kalimat-kalimat yang terus diingat penonton, Jimmy Cricket meninggalkan jejak yang bertahan dalam ingatan banyak orang.