Teknologi

Sam Altman di Sidang PBB: Usulkan Standar Keamanan AI Global

×

Sam Altman di Sidang PBB: Usulkan Standar Keamanan AI Global

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pidato Sam Altman di Sidang PBB Beri Pesan Standarisasi AI - Teknologi

jurnalistik.co.id – Sam Altman, pendiri dan CEO OpenAI, dijadwalkan menyampaikan usulan standar keamanan kecerdasan buatan (AI) global dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu. Dalam pidatonya, Altman memposisikan diri sebagai pihak yang berusaha menjaga keseimbangan di tengah perdebatan soal apakah perkembangan teknologi perlu diperlambat.

Pidato itu akan berlangsung saat para diplomat berkumpul di Dewan Keamanan PBB, yang menjadikan pembahasan AI sebagai salah satu agenda diskusi. Altman dijadwalkan hadir secara langsung dalam sidang tersebut, sehingga ia dapat menyampaikan langsung gagasannya kepada forum tingkat internasional.

Di waktu yang sama, Dario Amodei, CEO Anthropic—perusahaan pesaing OpenAI—akan ikut serta melalui sambungan video. Kehadiran Amodei dalam format daring menandai keterlibatan pihak lain yang juga berada di pusat ekosistem pengembangan AI.

Menurut briefing menjelang pidatonya, Altman akan mengambil peran sebagai “pragmatis”. Ia disebut akan mendorong standar keamanan AI yang bersifat umum, dengan tujuan agar penerapan standar tersebut tidak menghambat inovasi.

Briefing yang sama juga menyebutkan pendekatan Altman menitikberatkan pada upaya agar standar keamanan tidak berujung pada pemusatan kekuasaan di tangan segelintir perusahaan. Dengan kata lain, usulan Altman diarahkan untuk tetap memberi ruang pada perkembangan industri, sambil menghadirkan kerangka keamanan yang bisa menjadi rujukan bersama.

Usulan Altman disampaikan pada periode yang sama dengan debat tahunan Majelis Umum PBB di New York. Pertemuan tersebut menjadi panggung yang mempertemukan berbagai pandangan mengenai arah kebijakan global terkait teknologi.

Tema utama pada sidang tahun ini berpusat pada kekhawatiran bahwa AI dapat “lepas kendali”. Kekhawatiran tersebut dikaitkan dengan dinamika diskusi publik yang meningkat belakangan ini, terutama menyusul adanya sikap protes di lingkungan riset AI.

Dalam konteks itu, narasi tentang ancaman AI yang tidak terkendali disebut dipicu oleh seorang peneliti Anthropic yang mengundurkan diri sebagai bentuk protes pada awal bulan ini. Peristiwa tersebut kemudian ikut membentuk suasana debat ketika para pemangku kepentingan membahas batasan dan tanggung jawab teknologi.

Debat di tingkat PBB, sebagaimana tergambar dari tema utamanya, memperlihatkan bahwa isu AI tidak hanya dipandang sebagai soal inovasi, tetapi juga menyangkut kesiapan tata kelola. Di forum internasional, ruang yang tersedia untuk merumuskan standar menjadi titik temu sekaligus arena perdebatan.

Pada sidang Dewan Keamanan, Altman akan menyampaikan gagasan standarisasi AI global dengan gaya yang digambarkan sebagai jalan tengah. Ia tidak menempatkan diri pada posisi yang sepenuhnya menahan laju pengembangan, namun juga tidak mengabaikan kebutuhan akan standar keamanan.

Gagasan tersebut dirumuskan dalam kerangka bahwa ada kebutuhan akan standar keamanan yang bisa digunakan secara lebih luas. Standar yang dimaksud juga digambarkan sebagai upaya untuk menyatukan pedoman umum, bukan sekadar pendekatan yang bersifat parsial atau hanya menguntungkan satu kelompok.

Dalam briefing menjelang pidatonya, Altman disebut akan menolak pemusatan kendali yang berlebihan di antara perusahaan-perusahaan tertentu. Fokusnya diarahkan agar kerangka keamanan tidak lantas menciptakan konsentrasi pengaruh yang tidak seimbang.

Sebagai bagian dari agenda pertemuan PBB, forum ini juga menjadi ruang bagi beragam aktor untuk menyampaikan posisi masing-masing. Kehadiran Altman secara langsung dan Amodei melalui video menunjukkan bahwa diskusi tetap mempertemukan berbagai sudut pandang dalam perbedaan format keterlibatan.

Dengan latar suasana debat yang menekankan rasa takut terhadap AI yang lepas kendali, pidato Altman menjadi salah satu momen untuk mendorong kerangka standar. Altman diarahkan untuk menyampaikan pendekatan “pragmatis” yang berupaya menjaga inovasi tetap berjalan sembari menekankan kebutuhan standar keamanan yang umum.

Secara keseluruhan, pertemuan di PBB memperlihatkan bahwa diskusi mengenai AI terus berkembang dari sekadar inovasi teknologi menuju pembahasan tata kelola dan tanggung jawab. Dalam sidang yang berlangsung di New York, Altman dijadwalkan mengajukan gagasan standarisasi global, sementara posisi pihak lain turut mengemuka melalui kehadiran Dario Amodei.