jurnalistik.co.id – Samsung Electronics memperkenalkan earbud generasi baru yang dibangun untuk mendukung asisten AI guna pemantauan kesehatan. Produk ini sekaligus hadir dengan pendekatan desain yang berbeda dari model-model telinga-nirkabel yang umum di pasaran.
Dalam pengumuman di konferensi pers pada Rabu, perusahaan menyebut Galaxy Buds On sebagai earbud pertama dengan desain “clip-on”. Kehadiran format baru tersebut memperluas kategori perangkat yang sebelumnya juga dihuni produk-produk dari Sony Group Corp., Bose Corp., serta sejumlah merek asal China.
Dari sisi bentuk, Galaxy Buds On tampil dengan tampilan menyerupai huruf C. Samsung menjelaskan desain itu juga dikenal sebagai “clip-on” karena rangkanya melingkupi daun telinga pengguna layaknya anting-anting.
Konsep penempatan seperti itu, menurut Samsung, memungkinkan pengguna tetap mendengarkan musik dan audio lain tanpa kehilangan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Alasan utamanya adalah saluran telinga tidak dibuat terhalang, sehingga suara dari luar relatif lebih mudah ditangkap.
Dengan model clip-on yang membiarkan bagian saluran tetap terbuka, pengguna dapat merasakan audio yang sedang didengarkan sekaligus tetap memperoleh informasi dari sekitar. Samsung menempatkan ini sebagai salah satu poin utama pengalaman penggunaan sehari-hari.
Lebih lanjut, Samsung mengatakan Galaxy Buds On dikembangkan melalui proses desain komputasional berbasis AI. Proses tersebut memanfaatkan lebih dari 119 juta titik data telinga untuk membantu perusahaan menetapkan bentuk ergonomis yang dinilai cocok untuk berbagai kondisi bentuk telinga.
Perusahaan menyatakan hasil desain tersebut diarahkan agar earbud dapat terpasang dengan nyaman sambil menjalankan fungsi utamanya sebagai perangkat audio. Pendekatan berbasis data, dalam penjelasan Samsung, menjadi dasar untuk menyelaraskan kenyamanan dan performa pemakaian.
Berita Terkait
Untuk harga, Galaxy Buds On ditawarkan seharga US$229 yang setara dengan Rp5,4 juta. Samsung juga mengumumkan bahwa earbud tersedia dalam warna hitam.
Khusus ketersediaan, Samsung menyebut Galaxy Buds On akan mulai dijual pada 6 November. Dengan jadwal tersebut, perusahaan menandai masuknya desain clip-on ke segmen earbud yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, Galaxy Buds On diposisikan sebagai perangkat yang menggabungkan fitur pemantauan kesehatan berbasis AI dengan karakter desain “clip-on” berbentuk huruf C. Samsung menekankan kombinasi ini untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan yang tetap memperhatikan kemampuan pengguna menangkap suara di lingkungan sekitar.
Samsung menempatkan Galaxy Buds On sebagai langkah lanjutan dari tren earbud yang tidak hanya berfokus pada kualitas audio, tetapi juga menambah lapisan fungsi pemantauan kesehatan. Dengan integrasi berbasis asisten AI, perusahaan ingin pengalaman mendengarkan terasa lebih “aktif”, karena perangkat diharapkan turut mendukung pemantauan kondisi pengguna sepanjang rutinitas harian.
Pada saat yang sama, format clip-on yang melingkupi daun telinga menjadi pembeda utama dari desain nirkabel konvensional. Bentuk yang menyerupai huruf C itu diarahkan agar earbud tetap terhubung secara stabil tanpa menutup saluran telinga. Samsung menilai celah yang tetap terbuka membantu pengguna tetap dapat menangkap isyarat suara dari lingkungan, sehingga tidak sepenuhnya terisolasi oleh audio yang sedang diputar.
Untuk membentuk kesesuaian yang nyaman, perusahaan menyebut proses pengembangan dilakukan lewat desain komputasional berbasis AI. Pendekatan tersebut menggunakan data telinga dalam jumlah besar, lebih dari 119 juta titik data, guna membantu penentuan bentuk ergonomis yang relevan untuk beragam kondisi telinga. Hasilnya, Galaxy Buds On ditargetkan menawarkan keseimbangan antara kenyamanan saat dipakai dan performa sebagai perangkat audio harian.
Dari sisi penawaran, Galaxy Buds On dibanderol US$229 atau sekitar Rp5,4 juta, dengan pilihan warna hitam. Samsung juga menetapkan tanggal mulai penjualan pada 6 November. Dengan jadwal tersebut, perusahaan memperkenalkan desain clip-on ke segmen earbud yang terus bertumbuh, sekaligus menggabungkan elemen pemantauan kesehatan berbasis AI dengan karakter bentuk yang berbeda dari perangkat sejenis.












