Teknologi

Target TKDN 60% EV, DRMA Dorong Lokalisasi Komponen

×

Target TKDN 60% EV, DRMA Dorong Lokalisasi Komponen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kejar TKDN 60% EV, Perusahaan Komponen Tingkatkan Lokalisasi - Market

jurnalistik.co.id – Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Irianto Santoso, menyampaikan bahwa industri komponen otomotif sedang menyiapkan langkah untuk memenuhi kebijakan pemerintah yang menargetkan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri. Kebijakan tersebut, menurutnya, akan mensyaratkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60% pada tahun depan.

Irianto menyebut TKDN 60% akan diterapkan untuk komponen lokal, sehingga perusahaan-perusahaan komponen dapat memperluas perannya di rantai pasok kendaraan listrik. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Cikarang, Selasa (15/9/2026).

TKDN 60% jadi pemicu penataan ulang rantai pasok

Dalam pandangan DRMA, syarat TKDN 60% dipandang membuka peluang bagi industri komponen untuk meningkatkan kontribusinya pada ekosistem kendaraan listrik. Pada praktiknya, dorongan regulasi semacam ini biasanya mengarah pada kebutuhan peningkatan kapasitas produksi, kesiapan spesifikasi, serta penguatan keterlacakan pasokan dari hulu ke hilir.

Karena persyaratan itu datang sebagai ketentuan pada tahun depan, kesiapan industri komponen menjadi bagian penting dari langkah transisi menuju produksi yang lebih mengandalkan komponen buatan lokal. Irianto menekankan hal tersebut sebagai konteks pembahasan yang sedang berjalan di sektor komponen otomotif.

“Tahun depan kebijakan pemerintah kita 60% untuk komponen lokal,” ujar Irianto.

Lokalisasi baterai tak berhenti di cell dan pack

Salah satu tantangan yang disebut berkaitan dengan kebutuhan lokalisasi pada kendaraan listrik terletak pada komponen baterai. Selama ini, perhatian industri cenderung lebih terpusat pada battery cell dan battery pack, sedangkan komponen pendukung yang berada di sekeliling sistem baterai sering kali kurang mendapat sorotan yang setara.

Padahal, pada ekosistem baterai, keberadaan komponen pendukung memiliki peran yang tidak bisa dipisahkan dari kinerja maupun integrasi sistem. Dalam pembahasan yang sama, disebutkan bahwa battery case juga termasuk bagian penting yang perlu diperhitungkan ketika target TKDN mulai menjadi persyaratan.

Battery case menjadi fokus yang diangkat DRMA

William Chin, Chief Strategy Officer Minth Group, menyoroti perbedaan cara pandang yang selama ini muncul di industri baterai. Ia menyebut bahwa ketika orang berbicara mengenai baterai, pembahasan sering langsung mengerucut pada battery pack.

Dalam forum yang sama, William menegaskan posisi yang ingin dibangun bersama DRMA terkait battery case. Ia menyampaikan bahwa fokus tersebut adalah upaya untuk memperluas perhatian pada komponen yang selama ini tidak selalu menjadi pusat pembicaraan.

“Ketika orang bicara baterai, mereka berpikir battery pack. Tapi kita bersama DRMA akan membuat battery case,” ucap William Chin.

Dengan penekanan pada battery case, diskusi lokalisasi diarahkan agar tidak hanya berhenti pada komponen inti, melainkan juga mencakup komponen pendukung yang ikut membentuk satu kesatuan sistem baterai. Pendekatan seperti ini selaras dengan kebutuhan saat TKDN ditetapkan sebagai ukuran yang harus dipenuhi melalui ketersediaan komponen lokal.

Target TKDN 60% untuk komponen lokal pada tahun depan, sebagaimana diutarakan Irianto, menempatkan industri komponen pada situasi di mana perencanaan rantai pasok perlu mempertimbangkan cakupan komponen yang lebih luas. Dari sisi tantangan, komponen baterai menjadi area yang menuntut kesiapan lebih dari sekadar penguasaan cell dan pack.

Secara keseluruhan, pernyataan DRMA dan Minth Group menunjukkan arah yang sama: kebijakan TKDN mendorong pergeseran fokus industri menuju produksi lokal yang lebih menyeluruh. Dalam kerangka itu, battery case disebut sebagai bagian yang akan diupayakan agar ikut terlokalisasi, seiring upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik dari berbagai komponennya.

Dalam pembahasan lanjutan, Irianto juga menggarisbawahi bahwa implementasi TKDN bukan sekadar soal pemenuhan angka, melainkan mendorong perusahaan melakukan penyiapan yang lebih menyeluruh sejak aspek teknis hingga alur pengadaan. Dengan kerangka tersebut, rantai pasok diharapkan tidak hanya siap memasok komponen utama, namun juga sanggup memastikan ketersediaan komponen pendukung yang ikut menentukan integrasi dan performa sistem.

Sejalan dengan itu, DRMA dan Minth Group menempatkan perhatian pada komponen di sekitar baterai agar tidak tertinggal dari fokus industri yang selama ini cenderung terpusat pada cell dan pack. Penekanan pada battery case menjadi contoh bagaimana cakupan lokalisasi perlu diperluas: bukan berhenti pada bagian inti, tetapi juga mencakup elemen pendukung yang menjadi bagian dari satu kesatuan ekosistem baterai. Dengan demikian, arah kebijakan TKDN 60% dapat dijawab melalui kesiapan yang lebih luas pada pengadaan komponen lokal.