Otomotif

Tembus 100.000 Km, Ini Perkiraan Biaya Servis Berkala Daihatsu Rocky Hybrid

×

Tembus 100.000 Km, Ini Perkiraan Biaya Servis Berkala Daihatsu Rocky Hybrid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sampai 100.000 Km, Berapa Biaya Servis Daihatsu Rocky Hybrid?

jurnalistik.co.id – Daihatsu Rocky Hybrid diklaim menjadi mobil pertama Daihatsu di Indonesia yang membawa teknologi elektrifikasi pada segmen low sport utility vehicle (LSUV). Hadirnya sistem hybrid ini menjadi pembeda karena penggerak utamanya memanfaatkan tenaga listrik.

Rocky Hybrid menggunakan teknologi strong series hybrid yang membuat peran motor listrik lebih dominan dibanding banyak skema hybrid lain. Pada kondisi tertentu, motor listrik dapat menjalankan roda seperti mobil listrik murni, sementara mesin bensin menjadi pemasok energi melalui fungsi pengisian baterai.

Mesin bensin yang dipakai berkapasitas 1.200 cc dengan kode WA-VEX. Daihatsu menyebut mesin ini bekerja layaknya generator untuk mengisi daya baterai agar sistem tetap dapat beroperasi.

Dari sisi pengalaman berkendara, Daihatsu menonjolkan efisiensi bahan bakar sebagai keunggulan utama Rocky Hybrid. Selain itu, paket teknologi yang lebih β€œcanggih” juga ditawarkan dengan harga yang disebut masih tergolong terjangkau untuk kelasnya.

Rincian biaya servis berkala hingga 100.000 km

Untuk perawatan, Daihatsu menegaskan bahwa mobil hybrid dan mobil bermesin konvensional sama-sama perlu menjalani servis berkala sesuai jadwal pabrikan. Bagi calon pemilik yang mempertimbangkan penggunaan hingga 100.000 kilometer atau 60 bulan, berikut ringkasan biaya perawatan menurut informasi Daihatsu.

Pada servis awal di 1.000 km, layanan berfokus pada pengecekan komponen dasar mesin, kondisi bodi dan sasis, serta pemeriksaan baterai. Layanan pada tahap ini masih diberikan secara gratis.

Kemudian saat memasuki servis berkala 10.000 km atau enam bulan, cakupan pemeriksaan bertambah mencakup sistem bahan bakar dan kontrol emisi. Pada tahap ini, oli mesin beserta saringan oli juga diganti dengan biaya Rp549.000.

Biaya Rp549.000 juga berlaku pada servis berikutnya ketika odometer menyentuh 20.000 km (12 bulan) dan 30.000 km (18 bulan). Pada periode tersebut, Daihatsu tetap memasang skema perawatan berkala dengan besaran biaya yang sama.

Memasuki servis keempat di 40.000 km atau 24 bulan, biaya mengalami kenaikan menjadi Rp1.204.000. Daihatsu menyebut peningkatan biaya ini karena ada penggantian beberapa komponen, yakni minyak rem, filter AC, dan filter udara.

Setelah itu, pada servis 50.000 km atau 30 bulan, biaya kembali menjadi Rp549.000. Pola ini berlanjut hingga layanan tertentu diberikan tanpa biaya sampai 50.000 km, sesuai informasi yang dicantumkan Daihatsu.

Masuk servis berikutnya pada 60.000 km atau 36 bulan, biaya naik lagi menjadi Rp1.115.000. Kenaikan ini dikaitkan dengan tambahan pekerjaan servis setelah periode yang sebelumnya gratis hingga 50.000 km berakhir.

Pada servis 70.000 km, biaya yang harus disiapkan sebesar Rp1.036.000. Lalu untuk servis 80.000 km atau 48 bulan, angka perawatan meningkat menjadi Rp2.215.000 karena adanya penggantian oli transmisi dan filter bahan bakar.

Masuk tahap 90.000 km, biaya servis kembali di angka Rp1.036.000. Sementara pada servis 100.000 km atau 60 bulan, Daihatsu mematok biaya Rp1.350.000.

Jika seluruh tahapan servis tersebut dijumlahkan, total biaya perawatan Rocky Hybrid hingga 100.000 km mencapai Rp10.152.000. Dengan durasi pemakaian lima tahun, biaya ini setara dengan penyisihan sekitar Rp169.200 per bulan.

Harga dan posisi di kelasnya

Dari sisi harga, berdasarkan situs resmi Daihatsu, Rocky Hybrid dipasarkan dengan banderol Rp299.850.000 on the road (OTR) Jakarta. Angka ini menjadi acuan bagi konsumen yang ingin mengetahui kesiapan biaya sebelum menghitung pengeluaran perawatan.

Dalam penilaiannya, banderol tersebut disebut tergolong kompetitif dibanding kompetitor lain di kelasnya. Klaim ini merujuk pada posisi Rocky Hybrid sebagai LSUV hybrid CBU asal Jepang.