jurnalistik.co.id – Pelatih kiper Timnas Indonesia, Andrej Kostolansky, mendapat apresiasi langsung dari John Herdman. Dalam uraian usai laga, Herdman menempatkan keberhasilan Tim Garuda memaksimalkan situasi bola mati sebagai hasil kerja terstruktur dalam skema set piece.
Herdman menilai, kepiawaian tim terutama terlihat saat menghadapi situasi bola mati atau set piece. Ia juga mengaitkan peningkatan itu dengan materi yang telah dipersiapkan oleh Kostolansky, yang turut memegang peran khusus di dalam latihan.
Saat bersua Oman pada Jumat (5/6/2026), Timnas Indonesia menunjukkan efektivitas dalam mengolah bola mati. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Herdman mencatat bahwa tim berhasil mencuri gol dari situasi tendangan bebas.
Gol tersebut datang dari tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On yang kemudian diteruskan sundulan Justin Hubner. Peran pemain berpostur besar disebut menjadi modal penting untuk memaksimalkan peluang yang lahir dari bola mati.
Beberapa nama berpostur besar yang disebut ada di situasi tersebut adalah Elkan Baggot, Kevin Diks, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Kehadiran mereka menjadi faktor pendukung agar bola mati bisa diubah menjadi ancaman nyata di kotak penalti.
Apresiasi untuk Kostolansky dalam skema bola mati
Herdman memberikan kredit kepada Kostolansky sebagai sosok yang mematangkan skema set piece Timnas Indonesia. Kostolansky disebut bertanggung jawab pada pengaturan tendangan bebas dan sepak pojok, sekaligus merangkap peran pelatih penjaga gawang.
Dalam sesi penjelasannya, Herdman menyebut Kostolansky bekerja dengan intensif bersama para pemain. Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan yang terlihat di laga melawan Oman tidak lepas dari pelatihan yang dilakukan dalam training camp belakangan ini.
Herdman mengatakan, “Spesialis bola mati kami, Andrej (Kostolansky), telah bekerja dengan para pemain secara intensif. Jadi, selamat kepadanya,” ucap Herdman. Herdman lalu menambahkan, “Itu adalah desain bola mati yang dia buat dan sikap para pemain untuk menjadi yang pertama mencapai bola, jadi sangat bangga akan hal itu,” jelasnya.
Dengan penjelasan itu, Herdman menegaskan bahwa desain set piece dan sikap pemain dalam upaya pertama mencapai bola menjadi bagian dari identitas skema yang dibangun Kostolansky.
Perbaikan setelah hasil yang mengecewakan
Apresiasi Herdman terhadap Kostolansky juga muncul sebagai jawaban atas evaluasi yang ia sampaikan setelah pertandingan sebelumnya. Ia menyebut pernah kecewa ketika tim tidak mampu menciptakan peluang dari bola mati saat dikalahkan Bulgaria 0-1 pada FIFA Series 2026 Maret lalu.
Bagi Herdman, kekecewaan itu berkaitan dengan bagaimana tim menjalani situasi bola mati pada laga tersebut. Ia menuturkan, “Bola mati defensif, bola mati menyerang, kami kecewa setelah pertandingan melawan Bulgaria,” ucap Herdman.
Ia kemudian merinci kondisi yang ia sebut sebagai masalah eksekusi di momen penting, yaitu saat tim memperoleh sejumlah sepak pojok tetapi tidak menghasilkan kontak pertama. Herdman menyatakan, “Bagaimana kami mendapat tujuh tendangan sudut dan tidak ada kontak pertama pada tendangan sudut tersebut,” sebutnya.
Dalam konteks yang sama, Herdman juga menyinggung bahwa pekerjaan Kostolansky diarahkan agar kelemahan tersebut bisa diperbaiki. Melawan Oman, kekurangan di laga sebelumnya disebut bisa lebih diperbaiki melalui pelatihan intensif menjelang pertandingan.
Selain itu, Herdman menilai skema yang lebih matang terlihat dari perolehan gol dari bola mati dalam laga-laga sebelumnya. Ketika tim asuhan Herdman membabat Saint Kitts and Nevis Maret silam, Timnas Indonesia meraih satu gol lewat sepak pojok.
Dengan catatan itu, perjalanan set piece Timnas Indonesia tampak melalui rangkaian evaluasi dan penajaman. Laga melawan Oman kemudian menjadi momen ketika skema bola mati bisa menghasilkan gol melalui kombinasi tendangan bebas dan sundulan.
Profil Andrej Kostolansky
Andrej Kostolansky merupakan asisten pelatih yang memegang peran khusus untuk mengatur skema tendangan bebas dan sepak pojok. Ia juga disebut sebagai pelatih kiper yang menangani Emil Audero dan Maarten Paes.
Kostolansky adalah pria asal Slovakia yang lahir pada 17 Maret 1982. Ia mengantongi lisensi pelatih UEFA Pro, yang menjadi dasar kompetensinya dalam penyiapan strategi dan eksekusi pada fase bola mati.
Dalam pandangan Herdman, peningkatan di laga melawan Oman memperlihatkan bahwa kerja spesifik pada set piece dapat langsung diterjemahkan menjadi peluang dan gol. Kredit yang diberikan Herdman kepada Kostolansky pun menjadi penegasan bahwa set piece menjadi bagian penting dari rencana permainan Timnas Indonesia.












