jurnalistik.co.id – National Crime Agency (NCA) dan otoritas Thailand meluncurkan operasi penindakan untuk menekan penyelundupan narkoba yang melibatkan para kurir atau “drug mules” ke wilayah utara Inggris.
Langkah baru ini dilakukan bersama otoritas Thailand serta Home Office, dengan fokus membatasi pergerakan kurir yang membawa cannabis ke Inggris. Penindakan juga menyasar orang-orang yang mencoba mengekspor narkoba tersebut keluar dari Thailand.
Menurut NCA, pelaku yang tertangkap membawa cannabis akan menghadapi konsekuensi yang lebih berat, termasuk ancaman penjara. Skema penindakan mencakup beban hukuman berdasarkan jumlah yang dibawa, yaitu satuan per kilogram.
Untuk kasus yang melibatkan upaya membawa narkoba keluar dari Thailand melalui penerbangan, NCA menyebut tersangka harus membayar biaya kepada Bea Cukai Thailand sebesar 30.000 Baht. Biaya tersebut setara dengan sekitar £68 per kilogram cannabis.
Sejauh ini, jumlah upaya penyelundupan dari Thailand terus meningkat tajam meski ada upaya memperketat aturan yang sebelumnya dinilai lebih longgar terkait budidaya. NCA menilai kenaikan ini terjadi karena jaringan berupaya memanfaatkan permintaan yang tinggi terhadap ganja berpotensi superkuat.
Dalam perhitungan NCA, “rata-rata” pelaku yang tertangkap di Thailand membawa 26 kg. Jika merujuk aturan baru yang mulai berlaku pada 17 Juni, jumlah itu akan berujung pada denda sebesar £17.680.
NCA menambahkan, bila denda tidak dibayar, kegagalan tersebut dapat berujung pada proses penuntutan pidana. Badan itu menyebut konsekuensinya bisa sampai dua tahun penjara.
Kepala tim ancaman perbatasan NCA, Beki Wright, memberi peringatan langsung kepada para calon kurir. Ia mengatakan, “the crime group that paid you to smuggle it will leave you high and dry”.
Wright juga menyampaikan, “If convicted, you face potentially life-changing jail sentences both in the UK and especially abroad. You’ll also have a criminal record, which could wreck future job prospects and your ability to travel abroad. “It just isn’t worth the risk.””
Operasi dan aturan baru ini juga terkait dengan lonjakan yang oleh NCA digambarkan sebagai “explosion” dalam jumlah cannabis yang diselundupkan ke Inggris dari Thailand. NCA menyatakan, sejak langkah-langkah baru diterapkan, 55 penyelundup telah ditangkap.
Berita Terkait
Dari total tersebut, 21 di antaranya adalah warga negara Inggris. NCA juga menegaskan bahwa kurir dari negara lain turut dikenai langkah penindakan yang serupa.
Dari sisi data yang disampaikan NCA, tahun lalu ada 976 penumpang pesawat yang tertangkap saat tiba di Inggris dengan cannabis. Angka itu meningkat tajam dibanding 142 orang yang ditangkap pada 2023.
Untuk tahun 2026, NCA menyebut telah terjadi penangkapan terhadap 600 kurir di bandara Inggris dalam enam bulan pertama. Secara keseluruhan, NCA menilai tren penindakan diperlukan karena arus penyelundupan terus menunjukkan kenaikan.
Phanthong Loykulnanta, direktur jenderal bea cukai Thailand, menyatakan ekspor ilegal cannabis merupakan salah satu aktivitas kriminal yang dijalankan oleh jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara. Ia menilai kerja sama berkelanjutan menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Loykulnanta menambahkan bahwa langkah penegakan baru itu menandai tonggak penting untuk memperkuat upaya Thailand melawan ekspor ilegal cannabis. Ia juga menyebut pihaknya yakin langkah tersebut akan membuat penyelundupan semakin sulit dan berkontribusi pada penurunan jumlah pelaku secara signifikan.
Investigasi BBC North West yang menjadi dasar laporan ini menyebut jaringan mengirim kurir dari Bangkok ke Inggris membawa muatan dalam koper atau bagasi yang ditujukan untuk kota dan wilayah di utara Inggris. NCA menilai ada jaringan yang meraup keuntungan besar dari pola pengiriman tersebut.
Investigasi BBC North West juga menyatakan bahwa jaringan membanjiri utara Inggris dengan cannabis murah yang ditanam di luar negeri. Cannabis itu kemudian dijual untuk meniru cara pemasaran “marijuana” legal dari Amerika Serikat.
Lonjakan pasar gelap juga terkait dengan “Cali weed”, yaitu varietas dengan potensi tinggi yang semula dibudidayakan di tempat berizin di California. Menurut laporan, keberadaan pasar gelap itu memicu gelombang penyelundupan yang tidak biasa dari para pelaku di berbagai negara, termasuk Thailand.
Salah seorang dealer yang berbicara kepada BBC disebut mengklaim keuntungan besar dari impor cannabis. Ia juga menjelaskan bagaimana ia mengirim para kurir dari Thailand ke Inggris meski ia “most will get caught”.
Home Office juga merinci temuan penegakan di perbatasan. Berdasarkan data mereka, petugas Border Force tahun lalu menyita lebih dari 167.000 kg herbal cannabis dengan perkiraan nilai jalanan lebih dari £2 miliar, jumlah tertinggi yang pernah tercatat, serta naik 52% dibanding 2024.
Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office turut memperbarui Travel Advice untuk Thailand. Pembaruan itu dimaksudkan untuk mencerminkan penalti baru serta mengingatkan konsekuensi serius bagi pelancong yang mencoba menyelundupkan cannabis.












