Olahraga

Tour de France Femmes: Kimberley Le Court Juara Etape Enam, Marlen Reusser Pertahankan Jersey Kuning

×

Tour de France Femmes: Kimberley Le Court Juara Etape Enam, Marlen Reusser Pertahankan Jersey Kuning

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tour de France Femmes: Kimberley Le Court wins stage six as Marlen Reusser retains yellow jersey

jurnalistik.co.id – Kimberley Le Court memastikan kemenangan etape enam Tour de France Femmes lewat sebuah sprint yang berakhir di garis finis, setelah sebelumnya harus melewati momen sulit akibat gangguan mekanis. Marlen Reusser dari Swiss tetap memimpin lomba dan mempertahankan jersey kuning pada Kamis.

Di etape yang ditempuh sejauh 153,4 km dari Montbrison menuju Tournon-sur-Rhône, Le Court dari AG Insurance-Soudal sempat mengalami kendala serius ketika beberapa waktu sebelum akhir ia harus mengganti sepeda. Di saat yang krusial, ia terpaksa melakukan pergantian sepeda tepat 15 km menjelang garis finis.

Perjalanan kembali ke kelompok depan tidak instan. Le Court sempat terjatuh lebih awal dalam etape yang sama, namun kemudian berusaha merangkai kembali posisinya dan masuk kembali ke pertarungan ketika lomba memasuki momen-momen penentu.

Menjelang tanjakan terakhir, ia berhasil kembali masuk ke rentetan aksi dan bergabung dalam rombongan kecil beranggotakan delapan pembalap. Jarak rombongan tersebut pada sekitar 10 km dari garis finis membuat peluang untuk berebut hasil masih terbuka lebar.

Memasuki fase akhir, strategi sprint menjadi kunci. Dengan sisa sekitar 300 meter menuju finis, Le Court tinggal memiliki tenaga yang pas untuk meluncurkan akselerasi terakhir. Ia mampu menahan laju Cedrine Kerbaol asal Prancis hingga finis, sehingga menutup lomba dengan kemenangan etape.

Kerbaol menyusul sebagai peraih posisi kedua, sementara Puck Pieterse dari Belanda finis di urutan ketiga. Hasil etape enam juga menunjukkan bahwa beberapa pembalap lain menyusul dengan perbedaan waktu yang tertulis dalam klasifikasi.

Berikut susunan hasil etape enam: Kim Le Court mencatat 4hours, 1 minute and 48 seconds. Cedrine Kerbaol menyamai waktu yang sama; Puck Pieterse mengamankan posisi ketiga. Selanjutnya Sarah Van Dam berada di posisi keempat, Celia Gery kelima, Liana Lippert keenam, dan Elisa Longo Borghini ketujuh dengan catatan +2secs. Pada posisi kedelapan ada Riejanne Markus (+5secs), kemudian Dominika Wlodarczyk berada di urutan kesembilan (+28secs), serta Noemi Ruegg melengkapi peringkat sepuluh besar.

Di saat yang sama, Reusser memastikan jersey kuning tetap berada di pundaknya. Setelah etape enam, pembalap Movistar itu mempertahankan posisi teratas dengan keunggulan 12 detik atas Demi Vollering dari Belanda.

Lintasan etape enam juga menegaskan bahwa perburuan klasemen umum tidak berhenti meski ada perubahan dinamika di akhir lomba. Demi Vollering menempati peringkat kedua klasemen umum, sedangkan Kasia Niewiadoma dari Polandia berada di posisi ketiga dengan selisih 1min 17secs.

Klasemen umum setelah etape enam mencatat urutan berikut: Marlen Reusser (Swi/Movistar) 19hrs 43mins 34secs; Demi Vollering (Ned/FDJ–Suez) terpaut +12secs; Kasia Niewiadoma (Pol/Canyon–SRAM) terpaut +1min 17secs; Elisa Longo Borghini (Ita/UAE Team-L’imad) terpaut +2min 28secs; Antonia Niedermaier (Ger/Canyon–SRAM) terpaut +2min 40secs; Dominika Wlodarczyk (Pol/UAE Team-L’imad) terpaut +2min 54secs; Isabella Holmgren (Can/Lidl-Trek) terpaut +3mins 5secs; Cedrine Kerbaol (Fra/EF Education-Oatly) terpaut +3min 7secs; Kim Le Court (Mau/AG Insurance-Soudal) terpaut +3mins 26secs; dan Paula Blasi (Spa/UAE Team ADQ) terpaut +3min 51secs.

Menjelang etape berikutnya, perhatian kini beralih pada stage seven yang digambarkan sebagai queen stage. Etape ketujuh akan sepanjang 146,8 km dari La Voulte-sur-Rhône menuju puncak di Mont Ventoux, sebelum lomba bergerak di rangkaian total sembilan etape.

Bagi Le Court, kemenangan etape enam menjadi catatan penting dalam perjalanan di ajang ini. Ia mencatat ini sebagai kemenangan tahap kedua dalam Tour de France Femmes setelah sebelumnya meraih kemenangan pada stage five tahun lalu dari Chasseneuil-du-Poitou ke Gueret.

Usai etape, Le Court menilai kinerja timnya saat pergantian sepeda sebagai momen yang menentukan. Ia menyampaikan: “amazing”. Ia menambahkan, “They brought me back slowly but surely to the bunch, and I got back on top of the [second-to] last climb, which was a really big effort.”

Ia kemudian menjelaskan cara ia mengatur sisa tenaga sebelum sprint: “Then I just tried to stay patient and recover from this big effort. “I had to close the gap myself and I was really, really dead, I was on the limit. I can’t believe I still had the legs to sprint.””