Olahraga

Women’s Super League: St Helens 6-44 Wigan Warriors, Wigan Tumbangkan Saints

×

Women’s Super League: St Helens 6-44 Wigan Warriors, Wigan Tumbangkan Saints

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Women's Super League: St Helens 6-44 Wigan Warriors - Wigan hammer Saints

jurnalistik.co.id – Wigan Warriors membuka format Super Four di Women’s Super League 2026 dengan kemenangan telak 44-6 atas St Helens pada pertandingan pertama di BrewDog Stadium, Minggu malam waktu setempat.

Hasil ini menjadi kelanjutan catatan sempurna mereka di musim berjalan, sekaligus menegaskan dominasi Wigan dalam duel melawan Saints. Bagi St Helens, laga terasa sulit sejak awal karena mereka tidak pernah benar-benar menemukan ritme yang dibutuhkan untuk mengimbangi tempo lawan.

Wigan meraih kemenangan dengan total sembilan try. Ellise Derbyshire mencatat dua try, begitu juga Eva Hunter, sedangkan try lainnya datang dari Anna Davies, Molly Jones, Remi Wilton, Jenna Foubister, dan Mary Coleman. Di sisi St Helens, satu-satunya try mereka dicetak oleh Luci McColm menjelang jeda.

Skor akhir mencerminkan perbedaan kelas pada malam itu: St Helens hanya mampu menambah enam poin, dengan McColm sebagai pencetak try dan Gaskin sebagai eksekusi goal. Sementara Wigan mengumpulkan 22 poin melalui serangkaian konversi dari Rowe, yang mengubah empat peluang menjadi angka tambahan.

Wigan gasak Saints sejak set awal

Wigan memulai serangan pertama mereka dengan cara yang berbuah cepat. Dari sebuah high kick yang meluncur akibat kondisi sinar matahari, bola sempat terlepas pada sentuhan terakhir pemain belakang St Helens Liv Leach. Bola kemudian memantul dengan baik dan jatuh ke peluang Derbyshire untuk membawa Wigan unggul.

Keunggulan tersebut segera mendapat jawaban dengan try individual yang menonjol dari Hunter, yang menerima bola di dalam area sendiri. Ia memperlihatkan perpaduan tenaga, kecepatan, dan kemampuan sidestep yang membuat pertahanan Saints tidak mampu menahan lajunya hingga mendaratkan bola di garis skor.

Namun, momentum St Helens makin merosot ketika Leach harus dibawa keluar lapangan. Pada menit ke-15, pertandingan hampir dipastikan mengarah ke satu arah setelah Davies mencatat try di sudut. Keberhasilan tersebut dipicu oleh kiriman bola teratas yang cantik dari Izzy Rowe.

Derbyshire dan Hunter kembali melesat untuk menambah try kedua mereka. Meski Rowe membuat beberapa kesempatan konversi, tingkat penyelesaian yang kurang efektif sempat membuat Wigan tidak langsung menjauh di papan skor. Meski demikian, penguasaan Wigan tetap terasa dominan dari setiap set serangan yang mereka bangun.

Saat Saints akhirnya memperoleh akses ke penguasaan bola, mereka tetap tertahan oleh mekanisme bertahan Wigan yang rapi. Pada waktu menjelang jeda, McColm berhasil menembus dan mencetak try untuk memperkecil jarak sebelum turun minum. Tetap saja, jeda tidak memberi jalan bagi kebangkitan berarti karena kesalahan-kesalahan St Helens berulang di fase penting.

Harapan untuk comeback benar-benar pupus ketika Molly Jones—yang kembali setelah cedera lutut—membuat Wigan bergerak lagi lewat try pertamanya musim ini. Dari titik itu, pertandingan berubah menjadi rangkaian serangan yang semakin sulit dihentikan oleh Saints.

Kuartal akhir makin berat bagi St Helens

Di babak kedua, Wigan tidak mengendur. Pada periode akhir pertandingan, Wilton, Foubister, dan Coleman masing-masing menambah try. St Helens yang sudah berada di posisi tertinggal tidak punya ruang untuk membalikkan keadaan, sementara Wigan terus menutup pertandingan dengan efisiensi yang tinggi.

Dominasi ini juga menempel pada konteks perjalanan mereka sepanjang 12 bulan terakhir. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kelima beruntun Wigan atas Saints dalam rentang tersebut, termasuk kemenangan 54-6 di final Challenge Cup di Wembley. Dengan jejak performa seperti itu, Wigan kembali terlihat sebagai standar yang harus dikejar tim-tim lain.

Super Four: format baru untuk musim 2026

Ini merupakan pertandingan pembuka untuk format Super Four yang diberlakukan mulai musim 2026. Setelah tujuh putaran permainan, seluruh tim saling bertemu satu kali. Selanjutnya klasemen dibagi menjadi top four dan bottom four, meski seluruh poin tetap dibawa serta.

Berikutnya, kompetisi dijalankan melalui enam putaran lagi selama enam akhir pekan. Masing-masing tim di kelompok mereka saling berhadapan dengan pola kandang dan tandang terhadap tiga tim lainnya. Skema ini dirancang agar tim-tim terbaik bisa bertemu lebih sering untuk meningkatkan persaingan dan intensitas.

Dalam kelompok atas, Wigan akan melawan Saints, Leeds Rhinos, dan York Valkyrie dua kali. Tim yang menempati posisi teratas di akhir fase tersebut memperoleh tiket langsung ke Grand Final. Posisi kedua dan ketiga akan melalui play-off untuk menentukan siapa yang menyusul. Sementara tim yang berada di peringkat keempat tidak lolos ke Grand Final.

Sementara itu, pada Shield—untuk tim peringkat kelima sampai kedelapan setelah tujuh pertandingan—kelanjutan persaingan berbeda. Tim yang berakhir paling bawah pada akhir musim akan menghadapi pemenang National Championship guna memperebutkan satu slot Super League tambahan untuk musim 2027.

Untuk pertandingan berikutnya pada kalender, Sabtu 8 Agustus menghadirkan Leigh Leopards vs Featherstone Rovers pukul 13:00 BST, serta Leeds Rhinos vs York Valkyrie pukul 14:00 BST. Pada Minggu 9 Agustus, Huddersfield Giants menghadapi Barrow Raiders pukul 14:00 BST.

Dari sisi susunan pemain, St Helens menurunkan Leach, Rotheram, Hardcastle, Woosey, dan Hook; Drescher serta Gaskin; Hoyle-Holdsworth, Casey, Rudge, Travis, McColm, dan Cunningham. Interchanges mereka adalah Harris, Whitfield, Mottershead, serta McDonald. Wigan tampil dengan Banks; Davies, Salihi, Molly Jones, dan Derbyshire; Foubister serta Rowe; Coleman, Wilton, Sams, Hunter, C Jones, dan Williams, dengan bangku cadangan diisi Marsh, Atherton, Dainton, dan Gentles. Wasit pada laga adalah Denton Arnold.