Bisnis & Ekonomi

Sainsbury’s Setuju Lepas Bisnis Argos senilai £120 juta

×

Sainsbury’s Setuju Lepas Bisnis Argos senilai £120 juta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sainsbury's agrees to sell Argos for £120m

jurnalistik.co.id – Sainsbury’s telah menyetujui penjualan Argos senilai £120 juta. Langkah ini diambil saat perusahaan ritel tersebut berupaya semakin memfokuskan diri pada bisnis inti mereka di sektor makanan.

Kesepakatan ini melibatkan Swift Partners sebagai pihak pembeli. Perusahaan tersebut dibentuk khusus untuk mengakuisisi merek Argos, dan dipimpin oleh Richard Pennycook, yang sebelumnya menjabat sebagai bos dari Co-operative Group.

Di bawah ketentuan transaksi, operasional Argos tidak berhenti sepenuhnya di lokasi yang sudah ada. Argos akan tetap menjalankan layanan di dalam gerai Sainsbury’s, sekaligus menjual produk Habitat.

Pihak pembeli juga tetap akan menawarkan poin Nectar sesuai ketentuan yang berlaku dalam kesepakatan. Dengan skema ini, pengalaman pelanggan di gerai akan diarahkan untuk tetap familiar.

Sainsbury’s menyatakan bahwa untuk pelanggan, staf, maupun pemasok, situasinya akan berjalan seperti biasa. Pernyataan itu dirangkum dengan frasa “business as usual”.

Proses penyelesaian kesepakatan diperkirakan rampung pada Februari tahun depan. Setelah itu, pembagian peran antara Sainsbury’s dan pihak pemilik Argos yang baru diharapkan berjalan sesuai model yang sudah disusun.

Keyakinan pihak pembeli terhadap masa depan Argos

Pennycook menyampaikan pandangannya terkait langkah tersebut. Ia mengatakan bahwa ia “sangat percaya pada masa depan Argos dan melihat peluang nyata untuk berinvestasi serta mengembangkan kemajuan yang sudah dicapai”.

Menurut konteks yang disampaikan, transaksi ini muncul sekitar satu dekade setelah Sainsbury’s membeli Argos. Pada saat yang sama, Sainsbury’s juga mengambil alih Homebase, Habitat, serta berbagai merek ritel lain yang sebelumnya berada di bawah Home Retail Group.

Nilai akuisisi saat itu disebut sebesar £1,3 miliar. Dengan demikian, penjualan Argos saat ini diposisikan sebagai perubahan strategi dari Sainsbury’s setelah periode kepemilikan yang panjang.

Penilaian analis dan respons serikat pekerja

Retail analyst Clive Black menyatakan bahwa ia sejak lama meragukan apakah Argos “sepenuhnya selaras” dengan bisnis grosir Sainsbury’s. Ia menilai upaya penjualan Argos sebagai proses yang “menantang dan berlangsung lama”.

Di sisi lain, Bally Auluk, petinggi nasional dari Usdaw—serikat yang mewakili pekerja Argos—menyebut pengumuman ini akan membawa ketidakpastian. Namun, Auluk juga menyampaikan bahwa serikatnya menyambut komitmen Swift untuk “mempertahankan model store in stores, gerai berdiri sendiri, serta pusat pemenuhan lokal”.

Dengan adanya penekanan pada model operasional tersebut, fokus pemberi kerja dan serikat tampaknya berada pada bentuk layanan yang tetap berjalan di area-area tertentu. Bagi publik, perubahan utama yang menonjol adalah pergantian kepemilikan, sementara aktivitas Argos di gerai Sainsbury’s tetap dilanjutkan.

Kesepakatan ini menjadi penanda bahwa Sainsbury’s memilih jalan untuk menyederhanakan portofolio bisnis. Sementara itu, Swift Partners menegaskan arah pengembangan dengan target investasi yang akan dibangun di atas kemajuan Argos sebelumnya.

Langkah penjualan ini juga dibaca sebagai penataan ulang fokus perusahaan ritel. Dengan menyebut upaya memperkuat bisnis inti di bidang makanan, Sainsbury’s seolah menempatkan Argos sebagai aset yang dilepas agar sumber daya bisa diarahkan pada prioritas yang lebih utama.

Dalam masa transisi hingga proses penyelesaian pada Februari tahun depan, operasi di lokasi yang sudah berjalan disebut tetap berlanjut. Artinya, perubahan yang terjadi lebih banyak berada pada tingkat kepemilikan dan pengaturan peran, sementara rutinitas layanan di dalam gerai Sainsbury’s tetap dipertahankan dan penjualan produk Habitat tetap menjadi bagian dari layanan yang sama.

Pengumuman ini pun menempatkan narasi kesinambungan di depan: pembeli menyatakan akan melanjutkan mekanisme poin Nectar, dan pihak terkait menegaskan agar staf, pelanggan, serta pemasok tidak menghadapi perubahan yang terlalu tiba-tiba. Bagi serikat pekerja, kekhawatiran tentang ketidakpastian tetap muncul, tetapi penerimaan terhadap komitmen model operasional yang dijelaskan Swift menunjukkan bahwa dialog mengenai bagaimana layanan akan tetap berjalan menjadi perhatian utama di kedua sisi.