Peristiwa

Turnamen Domino Perdana di Lapas Pohuwato: Inovasi Pembinaan untuk Sportivitas dan Konsentrasi

4
×

Turnamen Domino Perdana di Lapas Pohuwato: Inovasi Pembinaan untuk Sportivitas dan Konsentrasi

Sebarkan artikel ini
Foto kelompok pemenang turnamen domino di Lapas Pohuwato, memegang trofi dan piagam penghargaan
Lapas Kelas IIB Pohuwato menggelar turnamen domino perdana sebagai terobosan pembinaan warga binaan, melatih konsentrasi, strategi, dan kebersamaan.

jurnalistik.co.id – Lapas Kelas IIB Pohuwato menghadirkan kegiatan positif bagi warga binaan melalui Turnamen Domino yang berlangsung di lingkungan lapas. Kegiatan ini menjadi sejarah baru karena tercatat sebagai turnamen domino pertama yang pernah diselenggarakan, sekaligus bentuk inovasi dalam program pembinaan yang selama ini lebih didominasi cabang olahraga seperti futsal, bola voli, maupun sepak takraw.

Kepala Lapas Kelas IIB Pohuwato menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen domino merupakan terobosan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga memberi ruang pembelajaran melalui permainan strategi. Ia menilai, kompetisi seperti ini dapat memperkuat kebiasaan positif, meningkatkan kebersamaan, serta membentuk sportivitas di antara warga binaan.

Lebih dari sekadar permainan: membentuk konsentrasi dan karakter

Turnamen domino, lanjutnya, menuntut para peserta untuk menjaga konsentrasi, menyusun strategi, dan mengambil keputusan secara tepat saat berhadapan dengan situasi permainan. Melalui proses tersebut, warga binaan berkesempatan mengembangkan kemampuan mental yang terarah, sekaligus melatih pola pikir yang lebih tenang dan terstruktur.

Selain unsur strategi, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai sportivitas. Warga binaan belajar mematuhi aturan permainan, menerima hasil dengan sikap lebih dewasa, serta menjaga emosi agar interaksi antar peserta berlangsung secara positif. Bagi lapas, aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan produktif.

Melengkapi program olahraga rutin di lapas

Selama ini, turnamen yang sering dilaksanakan di lapas umumnya bertumpu pada cabang olahraga seperti futsal, voli, dan takraw. Karena itu, kehadiran domino menjadi pengalaman pertama bagi pihak lapas maupun warga binaan. Namun, antusiasme peserta yang tinggi justru menunjukkan bahwa variasi program seperti ini layak untuk terus dikembangkan.

Kepala Lapas berharap turnamen domino dapat menjadi sarana pembinaan yang mampu mengasah konsentrasi, strategi, sportivitas, dan kebersamaan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kedisiplinan dan kebiasaan positif.

Apresiasi dukungan sosial untuk keberlanjutan program

Pada kesempatan tersebut, keluarga besar Lapas Kelas IIB Pohuwato menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pendiri Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM), Yosar Ruiba, yang memberikan dukungan moril serta perhatian terhadap berbagai program pembinaan yang dilaksanakan.

Kalapas menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang efektif. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui program sosial, olahraga, maupun kegiatan edukatif lainnya.

Inovasi pembinaan sebagai bekal kembali ke masyarakat

Dengan terselenggaranya turnamen domino perdana, Lapas Pohuwato kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan inovasi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga pada pengembangan potensi, karakter, dan keterampilan warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan warga binaan memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan, memperkuat sportivitas, serta membangun kebiasaan positif yang dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari setelah menjalani masa pembinaan.