jurnalistik.co.id – Aris Susanto, kreator konten asal Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, menerima apresiasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun setelah tindakannya dinilai ikut mencegah potensi kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Mengkreng, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan melalui undangan langsung untuk mengikuti apel pegawai di kantor Daop 7 Madiun pada Senin, 26 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Aris memperoleh piagam penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta.
Direktur/pejabat humas KAI Daop 7 Madiun menyebut apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian nyata terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut mereka, kesigapan Aris dipandang berdampak pada upaya menghindarkan risiko yang lebih besar.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menilai langkah yang dilakukan Aris merupakan contoh nyata bahwa keselamatan bukan tanggung jawab tunggal. Kepedulian dan ketepatan responsnya disebut dapat menjadi teladan, baik bagi masyarakat maupun insan KAI dalam membangun budaya keselamatan di area perlintasan.
Dalam keterangannya, Tohari juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu, sinyal, serta arahan petugas yang berjaga di lokasi.
Tohari menegaskan bahwa pengguna jalan tidak boleh menganggap palang pintu sebagai satu-satunya penentu aman tidaknya perjalanan. Palang pintu, menurutnya, berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api, namun keselamatan tetap sangat bergantung pada kedisiplinan tiap individu ketika hendak menyeberang.
Selain itu, pengguna jalan diingatkan untuk berhenti, melihat kondisi ke kiri dan kanan, dan memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang. Langkah-langkah tersebut dipandang sebagai rangkaian tindakan sederhana yang menentukan pencegahan risiko di lapangan.
Peristiwa di Mengkreng yang hampir berujung kecelakaan
Kisah apresiasi ini berawal dari insiden yang nyaris memicu kecelakaan di perlintasan sebidang Mengkreng pada Rabu, 22 Juli 2026, dini hari. Dalam pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa kejadian hampir terjadi karena penjaga palang pintu tertidur sehingga lalai menutup palang pintu ketika kereta hendak melintas.
Berita Terkait
Aris Susanto, yang saat itu berada di lokasi secara tidak sengaja, segera mengambil inisiatif untuk mencegah situasi memburuk. Ia berteriak guna memancing respons warga sekitar, sekaligus memberi peringatan agar kendaraan tidak terus melintas.
Langkah Aris tidak berhenti pada mengingatkan. Ia juga turut menghalau kendaraan agar tidak melewati perlintasan saat kereta mendekat. Upaya spontan yang dilakukan bersama warga itu kemudian membantu situasi yang mencekam terlewati tanpa insiden.
Dengan respons cepat di lokasi, kereta tetap bisa melintas, sedangkan kecelakaan dapat terhindarkan. Setelah peristiwa tersebut, pihak KAI juga disebut menjatuhkan sanksi kepada petugas penjaga yang lalai.
Aris Susanto kemudian menyampaikan rasa terkejutnya atas apresiasi yang diterima. Ia tidak menyangka tindakan insidental yang dilakukan saat itu ternyata mendapat perhatian dan bentuk penghargaan dari pihak KAI.
Aris, yang berusia 34 tahun, mengungkapkan bahwa ia pada awalnya tidak membayangkan bahwa langkahnya bisa berdampak sejauh itu. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai bukti adanya hubungan saling menguatkan antara masyarakat dan perusahaan dalam urusan keselamatan.
Ia menyatakan, “Jujur saya enggak sampai berangan sejauh ini dan terima kasih atas apresiasi KAI Daop 7. Mungkin ini sebagai gambaran kalau KAI dicintai masyarakat, dan KAI mencintai masyarakat.”
Melalui penghargaan ini, KAI Daop 7 Madiun menempatkan peristiwa Mengkreng sebagai pengingat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang menuntut kewaspadaan kolektif. Meski sistem pengamanan telah disediakan, kelalaian di satu titik tetap berpotensi memunculkan risiko jika tidak diimbangi respons yang tepat dari lingkungan sekitar.
Apresiasi yang diterima Aris diharapkan bisa memperkuat pesan keselamatan bagi publik. Di sisi lain, tindakan warga yang sigap saat situasi darurat juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk bertindak, terutama ketika tanda bahaya terlewat atau informasi keselamatan terlambat diterima.
Setelah menerima piagam dan uang pembinaan, Aris kembali membawa pesan yang sejalan dengan tujuan penghargaan tersebut: keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi urusan petugas, tetapi juga melekat pada disiplin dan kepedulian setiap orang yang melintasi perlintasan.
Perlintasan sebidang Mengkreng akhirnya kembali berfungsi sebagaimana mestinya karena upaya bersama berhasil mencegah risiko, sementara KAI melanjutkan pembinaan keselamatan melalui penguatan tata cara penggunaan jalan di area perlintasan. Dari kejadian yang hampir menimbulkan kecelakaan itu, Aris kini tercatat sebagai salah satu contoh nyata kepedulian masyarakat yang berujung apresiasi resmi.












