Daerah

Dua Kali Kunjungan ke Pontianak dalam Sebulan, Wisatawan Malaysia: Semuanya Enak

0
×

Dua Kali Kunjungan ke Pontianak dalam Sebulan, Wisatawan Malaysia: Semuanya Enak

Sebarkan artikel ini
Sudah Dua Kali ke Pontianak dalam Sebulan, Wisatawan Malaysia: Semuanya Enak Regional 12 Juni 2026
Ilustrasi: Sudah Dua Kali ke Pontianak dalam Sebulan, Wisatawan Malaysia: Semuanya Enak

jurnalistik.co.id – Kota Pontianak kembali menarik minat wisatawan Malaysia, khususnya yang berasal dari Sarawak. Salah satu pelancong yang mengaku sudah datang untuk kedua kalinya dalam bulan yang sama adalah Abang Sayyidi, warga Kuching.

Dalam kunjungan terbarunya, Abang datang bersama empat rekannya. Ia menghabiskan waktu empat hari tiga malam untuk menikmati destinasi wisata sekaligus menjajaki kuliner khas di ibu kota Kalimantan Barat.

Abang menempatkan pengalaman selama berada di Pontianak sebagai alasan utama yang membuatnya kembali berkunjung. Ia menyatakan, tidak ada hal yang ia anggap tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya saat datang.

“Tidak pernah ada yang tidak enak. Semuanya sesuai dengan yang saya inginkan ketika datang ke sini. Sebab itulah saya suka di Pontianak,” kata Abang Sayyidi, dikutip dari Tribun Pontianak, Jumat (12/6/2026).

Bagi Abang, akses penerbangan juga turut berperan. Ia menyebut keberadaan penerbangan langsung dari Kuching ke Pontianak menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat wisatawan Sarawak untuk berkunjung ke Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan bahwa waktu tempuh penerbangan tersebut sekitar 45 menit. Menurutnya, jarak yang terasa dekat dan mudah dijangkau membuat Pontianak menjadi destinasi yang bisa dicoba tanpa persiapan perjalanan yang terlalu panjang.

“Sebelumnya tidak ada penerbangan langsung dari Kuching ke Pontianak. Setelah ada, saya mengajak teman-teman untuk mencoba destinasi yang dekat. Dari Kuching ke Pontianak hanya sekitar 45 menit penerbangan,” jelasnya.

Selain soal kemudahan akses, Abang juga melihat faktor lain dari sisi budaya. Ia menilai budaya masyarakat Pontianak memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat Sarawak, sehingga wisatawan Malaysia lebih mudah beradaptasi ketika berkunjung.

“Jadi, saat datang, rasanya lebih terasa familiar,” merupakan cara Abang menempatkan kesamaan tersebut dalam pengalamannya selama berada di Pontianak, sebagaimana ia ceritakan pada kesempatan kunjungan ini.

Di antara berbagai alasan, kuliner disebut menjadi daya tarik terbesar yang membuat Abang ingin kembali datang. Selama empat hari tiga malam di Pontianak, ia mengaku telah mencoba berbagai makanan yang direkomendasikan warga setempat.

Abang menyebut beberapa hidangan yang ia cicipi, mulai dari hidangan laut hingga makanan khas daerah. Ia merinci, “Saya sudah mencoba Tulang Rusukku, Pusaka Minang, Hore Crab, Kampung Kecil, bakwan, mie dan berbagai makanan lainnya. Semuanya enak,” ujarnya.

Menurut Abang, keberagaman pilihan makanan menjadi salah satu penyebab utama yang mendorong rasa tertarik untuk kembali berkunjung. Ia memandang pengalaman mencicipi menu-menu yang berbeda sebagai bagian penting dari liburan yang ia jalani di Pontianak.

Di luar makanan berat, Abang juga menaruh perhatian pada kebiasaan minum kopi di Pontianak. Ia menilai kota ini memiliki banyak opsi kedai kopi, baik yang mengusung konsep tradisional maupun modern.

Dengan pilihan tempat yang beragam, ia merasakan aktivitas minum kopi dapat menjadi bagian dari cara menikmati suasana kota. Bagi Abang, hal tersebut melengkapi pengalaman wisata yang membuatnya merasa perjalanan kali ini tetap sejalan dengan harapannya.

Secara keseluruhan, kunjungan Abang Sayyidi yang untuk kedua kalinya dalam sebulan ini menunjukkan kombinasi faktor akses, kemudahan adaptasi, serta kepuasan terhadap layanan kuliner dan suasana kota. Ia juga mengajak pengalaman itu dinikmati oleh rekan-rekannya, seiring hadirnya penerbangan langsung yang membuat Pontianak lebih mudah dijangkau.

Dalam perjalanan tersebut, Abang mengaku tidak hanya menikmati satu jenis pengalaman, melainkan merangkainya menjadi satu rangkaian liburan yang saling melengkapi. Ia dan rombongannya menghabiskan waktu untuk menelusuri pilihan tempat makan, lalu melanjutkan aktivitas di sela waktu santai sebagai bagian dari suasana kunjungan yang ia incar.

Ia juga menilai kesan yang didapatnya makin kuat karena semua kebutuhan wisata terasa mudah dipenuhi, mulai dari akses yang dianggap praktis hingga ketersediaan variasi menu. Ketika ingin beristirahat dari aktivitas kuliner, ia memilih menikmati kopi di kedai-kedai yang ia temukan selama berada di Pontianak, sehingga hari-harinya tetap terasa nyaman dan sesuai harapan.