jurnalistik.co.id – PEKANBARU—Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi tahap II di Provinsi Riau pada Rabu (8/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolri dalam peringatan Hari ke-80 Bhayangkara.
Acara dipusatkan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Jembatan yang diresmikan menghubungkan Jalan Perintis RT 02 Kelurahan Bumi Ayu dengan Jalan Bukit Datuk Lama RT 03 Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan.
Dalam kesempatan itu, Listyo menyampaikan dialog interaktif melalui virtual dengan warga yang merasakan langsung dampak pembangunan jembatan. Kehadiran jembatan dinilai membuka akses yang sebelumnya terbatas, sekaligus memperlancar aktivitas sehari-hari masyarakat.
Listyo menekankan bahwa jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarruas wilayah, melainkan juga menjadi akses untuk memudahkan layanan dasar. Menurutnya, warga dapat lebih mudah memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan, seiring terbukanya konektivitas menuju fasilitas umum.
Lebih lanjut, ia menilai pembangunan di lokasi yang selama ini terbilang terpencil turut berpengaruh pada pergerakan ekonomi warga. Akses transportasi yang lebih lancar turut mendorong aktivitas ekonomi dan membantu masyarakat menjalankan rutinitas dengan lebih efektif.
Pembukaan akses juga disebut berperan dalam mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Dengan jalur yang lebih terhubung, aktivitas ekonomi yang bergantung pada mobilitas barang dinilai dapat berjalan lebih baik.
Implementasi arahan Presiden dan perluasan manfaat
Berita Terkait
Listyo menyampaikan pembangunan jembatan tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan Polri tidak hanya menjalankan tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang berdampak langsung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras melaksanakan arahan dan tugas dari Bapak Presiden. Hari ini, kami meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Dengan tambahan ini, total jembatan yang telah dibangun Polda Riau mencapai 110 unit,” ucap Listyo.
Kapolri juga menyebut jembatan sebagai akses yang dapat membuka kesempatan masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Ia menyoroti efek lanjutan dari konektivitas yang meningkat, mulai dari kemudahan menuju sekolah hingga kemudahan akses pelayanan publik.
“Kita ingin memastikan masyarakat, khususnya di desa-desa dan wilayah yang selama ini aksesnya terbatas, memperoleh manfaat nyata dari pembangunan ini. Dengan konektivitas yang semakin baik, anak-anak lebih mudah bersekolah. Masyarakat juga lebih mudah mengakses pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi dapat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” kata Listyo.
Dalam pandangannya, pembangunan tersebut hadir sebagai upaya memperkuat peluang masyarakat untuk berkembang melalui akses yang lebih merata. Ia juga mengaitkan kerja kolaboratif dalam program tersebut dengan semangat gotong royong sebagai modal pembangunan.
Listyo kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun Indonesia. Ia menilai gotong royong yang melahirkan Program Jembatan Merah Putih Presisi menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Mari kita bersama-sama menjaga semangat kebersamaan ini agar harapan masyarakat, harapan bangsa, dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan bersama,” kata Listyo.
Dengan tambahan 80 jembatan pada tahap II, total pembangunan jembatan di bawah pelaksanaan Polda Riau mencapai 110 unit. Peresmian di Dumai Selatan ini diharapkan memperluas akses pendidikan dan kesehatan sekaligus mempercepat penguatan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan mobilitas.












