Nasional

WHO: Wabah hantavirus yang terkait kapal pesiar dinyatakan berakhir

×

WHO: Wabah hantavirus yang terkait kapal pesiar dinyatakan berakhir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: WHO declares Hantavirus outbreak linked to cruise ship is over

jurnalistik.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah hantavirus yang terkait kapal pesiar telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Kamis, dengan menekankan bahwa tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 25 Mei.

Menurut Tedros, periode karantina bagi kontak terakhir yang terpapar hantavirus telah selesai. Kontak tersebut dinyatakan telah menjalani karantina, kemudian melakukan tes dan hasilnya negatif, sebelum akhirnya kembali ke rumah.

“WHO considers the hantavirus outbreak over,” ujar Tedros dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa hingga kini, tidak ada tambahan kasus yang dilaporkan setelah tanggal 25 Mei.

Pemutusan mata rantai penularan juga menjadi bagian dari evaluasi WHO terhadap wabah ini. WHO menyebut bahwa langkah tindak lanjut dilakukan melalui pelacakan orang-orang yang sempat berada dalam lingkup paparan.

Wabah melibatkan Andes virus dan kapal MV Hondius

Wabah tersebut sebelumnya menginfeksi 13 orang dan menyebabkan tiga kematian. Penyebabnya adalah Andes virus, yang merupakan strain hantavirus langka.

Kapal pesiar MV Hondius disebut berangkat dari Argentina pada 1 April. Dalam penelusuran awal, WHO sebelumnya melaporkan bahwa dua kasus pertama “travelled through Argentina, Chile and Uruguay on a bird-watching trip” yang mencakup kunjungan ke lokasi dengan keberadaan spesies tikus yang diketahui membawa virus.

Dalam situasi tersebut, para ahli menilai ada kemungkinan penularan terjadi antar manusia. WHO mencatat bahwa virus bisa berpindah di antara orang-orang yang berada dalam kontak yang sangat dekat.

Lebih dari 650 kontak kemudian diidentifikasi dan diikuti oleh otoritas setempat di 33 negara dan wilayah. WHO menyatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra untuk memperdalam pemahaman tentang wabah ini sekaligus mengenai hantavirus secara umum.

Pesan penting dari WHO: tetap waspada

Dalam pengarahan, petugas medis WHO, Dr Diana Rojas Alverez, menyampaikan peringatan agar kewaspadaan tidak berhenti hanya karena wabah sudah dinyatakan berakhir. Ia menegaskan bahwa: “Andes virus and other hantaviruses are still a public health risk for South America, and some other endemic areas…”

Ia melanjutkan, “What we need to continue doing is to keep monitoring this virus, keep preparing for further spread.” Pernyataan itu menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan persiapan apabila terjadi penyebaran di masa mendatang.

Secara umum, hantavirus menyebar dari hewan pengerat. Penularan terjadi ketika manusia menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur tikus. Setelah terpapar, gejala dapat muncul dengan beragam tingkat keparahan.

WHO menyebutkan gejala yang bisa dialami meliputi demam, kelelahan ekstrem, nyeri otot, nyeri perut, muntah, diare, serta sesak napas. Masa muncul gejala biasanya berada pada rentang dua hingga empat minggu setelah paparan, tetapi bisa juga terjadi lebih dari satu bulan kemudian.

Rentang waktu yang tidak selalu seragam inilah yang menjelaskan mengapa isolasi yang direkomendasikan bagi penumpang berlangsung cukup panjang. Dengan kemungkinan munculnya gejala yang bisa menunda, otoritas kesehatan perlu memastikan bahwa paparan yang mungkin terjadi tidak berkembang menjadi kasus baru.

Penumpang turun di Tenerife dan kembali ke rumah

Dalam laporan wabah, penumpang tidak dievakuasi secara medis. Pada Mei, mereka turun dari kapal di Tenerife, Spanyol, sebelum kemudian diterbangkan kembali ke negara asal.

WHO menyampaikan bahwa proses penelusuran dan tindak lanjut dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan yang terus berlanjut. Penutupan wabah didasarkan pada fakta bahwa kontak terakhir telah menyelesaikan karantina dan hasil tesnya negatif, sekaligus tidak ada kemunculan kasus baru setelah 25 Mei.

Dengan demikian, WHO mengakhiri status wabah yang sempat menimbulkan perhatian internasional, namun tetap mendorong negara-negara untuk terus melakukan pemantauan hantavirus. Langkah itu dinilai penting mengingat Andes virus dan jenis hantavirus lain masih menjadi risiko kesehatan masyarakat di wilayah endemis tertentu, termasuk kawasan Amerika Selatan.