Nasional

Menhaj Ungkap 60 Jemaah Haji Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

×

Menhaj Ungkap 60 Jemaah Haji Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Menhaj: Masih Ada 60 Jemaah yang Dirawat di RS Arab Saudi

jurnalistik.co.id – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriah yang berlangsung pada 2026 telah berakhir, tetapi proses pendampingan jamaah belum sepenuhnya selesai. Ia menyebut saat ini masih ada 60 jamaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.

Irfon mengatakan, jumlah tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanganan medis yang terus berjalan sesuai kebutuhan jamaah. “Saat ini masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Irfan, Kementerian Haji dan Umrah tetap melakukan pendampingan agar setiap jamaah dapat ditangani secara optimal. Pendampingan tersebut akan diteruskan sampai seluruh jamaah dinyatakan laik terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia.

Selain aspek perawatan, Menhaj juga menegaskan bahwa urusan administratif bagi jamaah yang wafat tetap diproses. Ia menyampaikan bahwa proses klaim asuransi bagi jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Irfan menekankan bahwa berakhirnya operasional haji tidak berarti berhentinya upaya perbaikan layanan. Dalam pandangannya, masa setelah penyelenggaraan tetap harus dimaknai sebagai kelanjutan ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendampingan jamaah.

Dalam waktu dekat, Kemenhaj akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan. Evaluasi itu ditujukan untuk menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang, termasuk merapikan aspek-aspek yang masih perlu diperkuat.

Ia menyebut ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina. Menurut Irfan, penguatan implementasi istithaah kesehatan juga menjadi fokus yang akan terus diperhatikan agar kesiapan jamaah dan dukungan layanan berjalan lebih baik pada penyelenggaraan berikutnya.

Menhaj menyatakan seluruh catatan dari evaluasi tersebut akan dijadikan bahan perhatian. Langkah itu diharapkan dapat membuat penyelenggaraan haji ke depan berlangsung semakin profesional, aman, dan nyaman, sekaligus lebih berorientasi pada kebutuhan jamaah.

Di sisi lain, Irfan juga menyampaikan bahwa penghujung operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 menjadi penanda dimulainya persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 Masehi. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Kemenhaj berkomitmen menghadirkan layanan yang adaptif dan berpusat pada jamaah.

Menhaj menegaskan bahwa rangkaian pendampingan pascapelaksanaan tetap berjalan karena kondisi jamaah tidak selalu selesai dalam hitungan hari. Upaya tindak lanjut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan pemulihan, sehingga setiap keputusan mengenai pemindahan maupun kepulangan dapat dilakukan secara tepat sesuai kondisi terkini.

Di saat bersamaan, kementerian juga terus mengerjakan tahapan yang bersifat administratif bagi jamaah yang wafat. Irfan menyampaikan bahwa urusan klaim asuransi tidak berhenti hanya karena operasional ibadah telah berakhir, melainkan diteruskan mengikuti ketentuan yang berlaku agar hak-hak yang menjadi bagian dari proses penanganan dapat tetap berjalan.

Untuk memperkuat kualitas layanan ke depan, evaluasi menyeluruh disebut akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dalam evaluasi itu, Menhaj menggarap pekerjaan rumah yang khususnya terkait layanan di Mina, sekaligus menekankan penguatan implementasi istithaah kesehatan sebagai langkah agar kesiapan jamaah dan dukungan layanan pada penyelenggaraan berikutnya makin baik.

Irfan juga menyoroti bahwa penutupan operasional haji menjadi momentum dimulainya persiapan penyelenggaraan berikutnya, yaitu ibadah haji 2027 Masehi. Dengan menempatkan perbaikan berkelanjutan sebagai arah kerja, Kemenhaj berupaya memastikan layanan yang diberikan semakin profesional, aman, nyaman, dan semakin selaras dengan kebutuhan jamaah.

Dalam keterangan yang sama, Menhaj juga menjelaskan bahwa setiap tahapan lanjutan dilakukan dengan melihat kondisi jamaah secara individual. Dengan begitu, proses pemantauan, keputusan mengenai langkah pemindahan, hingga jadwal kepulangan dapat ditata berdasarkan perkembangan medis dan hasil pemeriksaan yang tersedia.