jurnalistik.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mengusung tema resmi “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini menjadi arah sekaligus penegasan cita-cita bangsa dalam melanjutkan perjuangan kemerdekaan.
Dalam keterangan pers Kementerian Sekretariat Negara, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa tema tersebut menggambarkan ikhtiar kolektif seluruh elemen bangsa. Ikhtiar itu diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan yang sejati, keadilan sosial yang nyata, serta kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Makna tema: kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran
“Berdaulat” dalam tema ini diposisikan sebagai tujuan yang tidak berhenti pada aspek simbolik, melainkan mengarah pada kemampuan bangsa untuk menentukan arah dan masa depannya sendiri. Pada saat yang sama, kata “adil” menegaskan bahwa keadilan sosial perlu hadir dalam kehidupan nyata masyarakat.
Sementara itu, unsur “makmur” menempatkan pemerataan kesejahteraan sebagai bagian penting dari tujuan besar perayaan. Ketiganya—kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran—dipandang sebagai satu rangkaian makna yang saling terkait dan saling memperkuat.
Proses pemilihan logo: melibatkan masyarakat
Penetapan logo HUT ke-81 RI dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, penentuan logo tidak hanya melalui proses internal, tetapi melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Prosesnya dimulai dengan sayembara desain logo yang diikuti 124 desainer grafis profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Dari keseluruhan karya, lima desain finalis kemudian dipilih melalui kurasi profesional, sebelum penentuan pemenang ditentukan lewat polling publik secara daring.
Polling publik mencatat total 68.569 suara, dan desain pemenang meraih dukungan terbesar sebesar 44,73 persen. Logo yang keluar sebagai pemenang dirancang oleh Fajar Novario, desainer grafis asal Padang, Sumatera Barat.
Peluncuran resmi logo dilakukan pada Senin, 29 Juni 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pelaksanaan pada hari tersebut menandai penggunaan identitas visual HUT ke-81 dalam berbagai kebutuhan peringatan.
Filosofi logo: “Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh”
Secara filosofis, logo karya Fajar Novario mengusung konsep “Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh”. Konsep tersebut berangkat dari eksplorasi mendalam terhadap keragaman motif tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.
Dari keragaman itu, ditemukan kesamaan pola visual yang disebut menjadi benang merah sebagai simbol pemersatu bangsa. Dengan demikian, perbedaan yang ada tidak diposisikan sebagai pembeda, melainkan fondasi untuk membangun Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan makmur.
Secara bentuk, logo menampilkan angka “81” yang dibuat tegas dan kuat. Elemen di dalamnya mengambil inspirasi dari motif perisai adat yang dirajut silang untuk merepresentasikan kekuatan kolektif rakyat.
Selain itu, pola bunga kapas ditempatkan sebagai simbol kesejahteraan. Sementara itu, bentuk mata rantai yang saling terhubung digunakan untuk melambangkan keadilan dan sinergi antarelemen masyarakat.
Keseluruhan filosofi tersebut diselaraskan langsung dengan tema utama peringatan. Desain juga dirancang agar tetap fleksibel dan konsisten ketika diterapkan di berbagai media, mulai dari spanduk, billboard, hingga merchandise dan konten digital.
Unduh aset identitas visual resmi
Pemerintah menyediakan seluruh aset identitas visual HUT ke-81 RI secara gratis melalui situs resmi logohutri pada bagian unduhan aset. Di laman tersebut, pengguna dapat mengunduh logo utama dan logo sekunder (versi horizontal dan vertikal), beserta pedoman identitas visual lengkap.
Pedoman yang disediakan memuat aturan penggunaan, termasuk ketentuan warna merah-putih-hitam, tipografi, zona aman, serta contoh penerapan logo. Materi juga hadir dalam berbagai format file, seperti PNG, JPEG, dan vektor, agar dapat digunakan secara luas sesuai kebutuhan instansi.
Pengguna diimbau untuk tidak mengubah proporsi, warna, maupun orientasi logo. Pengubahan yang tidak sesuai, termasuk penambahan efek gradasi, bayangan, atau outline yang tidak mengikuti pedoman, dinilai dapat mengganggu makna dan martabat simbol kebangsaan.
Dengan tersedianya tema, logo, dan pedoman resmi, rangkaian persiapan peringatan HUT ke-81 RI dapat berjalan lebih seragam. Identitas visual yang konsisten diharapkan mendukung penyampaian makna “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di setiap ruang publik maupun kanal digital.








