Daerah

170 Ribu Warga Gorontalo Menerima Bantuan Pangan

×

170 Ribu Warga Gorontalo Menerima Bantuan Pangan

Sebarkan artikel ini
170 Ribu Warga Gorontalo Terima Bantuan Pangan
Ilustrasi: 170 Ribu Warga Gorontalo Terima Bantuan Pangan

jurnalistik.co.id – Penyerahan bantuan pangan untuk warga Gorontalo dilakukan secara simbolis di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Gusnar Ismail bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sebagai bentuk penyaluran program pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, penyerahan bantuan dirangkaikan dengan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo. Kehadiran pejabat daerah dan pimpinan Bulog menjadi bagian dari rangkaian agenda yang menyatu dengan aktivitas PENAS.

Sebanyak 170 ribu warga di Provinsi Gorontalo menerima bantuan pangan pemerintah yang disalurkan melalui Perum Bulog. Gusnar menjelaskan program ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi masyarakat dengan ekonomi rendah.

Gusnar mengajak penerima manfaat untuk bersyukur atas perhatian pemerintah pusat kepada warga Gorontalo. Ia juga menyampaikan harapan agar bantuan dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangga.

Bantuan yang diberikan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap penerima manfaat. Gusnar menegaskan paket tersebut diharapkan membantu warga agar tetap bisa menjalani aktivitas harian dan menjaga kesehatan.

“Insya Allah dengan bantuan itu paling tidak meringankan beban daripada rumah tangga masing-masing penerima untuk tetap eksis dalam kehidupannya, sehat walafiat, dan semua bisa berangsur-angsur kita sejahterakan masyarakat.,” kata Gusnar.

Gusnar memastikan kondisi pangan di Gorontalo berada dalam keadaan aman. Ia menyebut beras tersedia dan bahkan melimpah, tetapi kapasitas gudang penyimpanan Bulog tidak lagi mencukupi.

“Beras kita tersedia dan bahkan melimpah. Gudang Bulog tidak cukup lagi menampungnya sehingga harus meminjam gudang milik petani. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan,” ujar Gusnar.

Realisasi penyaluran hingga pertengahan Juni

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memaparkan perkembangan penyaluran bantuan pangan di Gorontalo. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 85 persen dari total alokasi untuk 170 ribu penerima manfaat.

Rizal menyampaikan target Bulog agar seluruh bantuan untuk 170 ribu penerima manfaat tersalurkan tuntas sebelum akhir Juni. Ia menegaskan penyaluran diprioritaskan dimulai dari wilayah yang lebih jauh, sedangkan wilayah kota disalurkan pada bagian akhir.

“Alhamdulillah untuk 170 ribu ini sudah sekitar 85 persen tersalurkan Pak Gubernur, tinggal 15 persen. Memang sengaja kami prioritaskan penyalurannya yang jauh-jauh dulu, yang di kota-kota diakhir, karena yang biasanya yang agak sulit itu kan kita dahulukan,” ungkap Rizwl Rizal menambahkan.

Menurut Rizal, proses penyaluran dilakukan melalui mekanisme verifikasi berbasis data dari Dinas Sosial untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Setiap penerima manfaat wajib membawa surat undangan, KTP, dan kartu keluarga sebelum bantuan diserahkan.

Ia menambahkan bahwa data penerima kemudian tercatat dalam sistem aplikasi bantuan pangan, sehingga penyaluran dapat berjalan tertib dari tahap administrasi hingga penyerahan paket. Dengan pola tersebut, penerima manfaat yang terdata dapat memperoleh bantuan sesuai ketentuan.

Keseluruhan penyaluran bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Daerah yang menyambut PENAS XVII Petani Nelayan Tahun 2026. Gusnar dan Rizal menegaskan bantuan yang disalurkan merupakan upaya untuk memperkuat jaring pengaman sosial serta menjaga ketersediaan pangan di tengah kebutuhan masyarakat.

Dalam pernyataan tersebut, keduanya menekankan bahwa ketepatan sasaran menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Realisasi bantuan yang ditargetkan tuntas sebelum akhir Juni diharapkan memberi rasa tenang bagi penerima manfaat di Gorontalo.

Rizal menambahkan bahwa keputusan penjadwalan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan wilayah yang lebih jauh terlebih dahulu dan kota pada bagian akhir, sesuai arahan prioritas penyaluran. Dengan demikian, proses distribusi diharapkan lebih terencana.