jurnalistik.co.id – Andy Burnham akan menyampaikan “haluan baru” untuk Inggris dalam pidato Jumat ini, tepat ketika ia resmi mengambil alih kendali Partai Buruh sebelum akhirnya menjadi perdana menteri pada Senin pekan depan. Dalam pidatonya, ia berjanji membawa arah pemerintahan yang lebih tegas dan lebih menekankan prioritas kebijakan ala Buruh.
Burnham, yang merupakan anggota parlemen dari Makerfield, akan dikukuhkan sebagai pemimpin baru dalam konferensi partai khusus di pusat London. Langkah itu menjadi penanda proses transisi yang bergerak cepat, setelah ia menyelesaikan rangkaian pengambilalihan dari Sir Keir Starmer, yang akan digantikan di Downing Street pada Senin.
Dalam pidato tersebut, Burnham menyatakan bahwa ketika ia berada di Downing Street, pemerintah akan “unashamedly Labour in our priorities” dan memiliki “the courage to fix the big things that politics has neglected”. Ia juga ingin menegaskan bahwa pemerintahan yang akan dibentuknya tidak akan berhenti pada janji, tetapi mendorong perubahan pada agenda yang selama ini dianggap tertinggal.
Menurut laporan yang memberitakan rencana pidato pemimpin baru ini, Burnham akan menempatkan kebutuhan perubahan jangka panjang sebagai inti gagasannya. Ia akan mengatakan bahwa untuk membuat ekonomi bekerja bagi semua orang di seluruh Inggris, diperlukan “a new path to the one we’ve been on for the last 40 years”.
Pemimpin Buruh yang akan datang juga menekankan fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan secara merata dan membalikkan kecenderungan konsentrasi kekuasaan. Ia berencana menyatakan bahwa pemerintahan Buruh kelak “focused on driving growth in every postcode and returning power to communities”, sekaligus membawa keberanian untuk menuntaskan persoalan besar yang dinilai diabaikan oleh politik.
Burnham juga menggarisbawahi bahwa rencananya tidak hanya soal program, tetapi juga sikap argumentatif. Ia akan menyinggung adanya “conviction to argue for our plans”, seolah ingin menegaskan bahwa kebijakan yang dipilihnya akan dipertahankan dengan dasar dan arah yang jelas.
Dalam kerangka itu, Burnham berjanji membawa agenda yang “distinctively Labour” melalui sejumlah langkah kebijakan. Ia menyebut rencananya mencakup kontrol publik yang lebih besar atas utilitas seperti air, serta mendorong upaya reindustrialisasi. Ia juga menggambarkan kepemimpinan Buruh di bawah kendalinya akan lebih menyatu, sekaligus terbuka terhadap kerja sama dengan partai lain menghadapi tantangan jangka panjang.
Isyarat persatuan dan keterbukaan itu ia padatkan dalam komitmen untuk memimpin lintas wilayah. Burnham menegaskan ia ingin menjadi pemimpin “for the north and the south, for Scotland, for Wales and for Northern Ireland, and for every town and every city in every nation and region of this great country”.
Di saat yang sama, ia juga memberi penghormatan kepada Sir Keir Starmer atas kemenangan pemilihan umum yang diraih pada 2024. Ia menunjuk capaian pemerintahan Buruh sejauh ini, termasuk perbaikan serta investasi pada layanan NHS dan layanan publik.
Proses perpindahan kepemimpinan ini terjadi setelah Starmer mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh pada bulan lalu. Keputusan itu disampaikan dengan alasan Starmer merasa ia tidak berada di posisi terbaik untuk memimpin partainya menuju pemilihan umum berikutnya. Menurut rangkaian peristiwa yang dijelaskan, kekalahan Buruh dalam pemilihan lokal Mei, diikuti kemenangan Burnham dalam pemilihan sela Makerfield, membuat sejumlah anggota parlemen dari internal partainya mendorong agar Starmer memberi jalan kepada Burnham.
Berita Terkait
Persaingan yang pada awalnya mungkin terbuka justru tidak berujung sengketa. Ketika calon-calon yang sempat disebut, seperti Wes Streeting—mantan menteri kesehatan—dan Al Carns—mantan menteri pertahanan—menyatakan mereka tidak akan menantang Burnham, maka Burnham dapat menjadi perdana menteri berikutnya tanpa lawan. Starmer juga dilaporkan menyatakan ia akan mendukung penerusnya dan, bila diminta, memberikan nasihat secara pribadi.
Ketika berbicara kepada Sky News pada Kamis saat kunjungannya ke Ukraina, Starmer menekankan pentingnya transisi yang teratur. Ia menyebut ia menginginkan “orderly transition” dan mengatakan ia telah membangun “a sound foundation” bagi Burnham.
Meski demikian, detail rencana kebijakan Burnham masih terbatas pada keterangan awal yang sudah mulai muncul. Ia belum mengumumkan siapa yang akan dipilihnya untuk peran kabinet kunci. Pengumuman jabatan kabinet diperkirakan baru dilakukan pada Senin, saat Burnham resmi menjabat di Nomor 10.
Beberapa laporan menyebut Shabana Mahmood mungkin menjadi pilihannya untuk jabatan kanselir. Dalam pemberitaan yang memuat klaim dari komunikasi internal, BBC menyatakan bahwa ada “live discussions” mengenai keputusan tersebut. Mahmood sendiri sebelumnya disebut akan berperan sebagai ketua komite eksekutif nasional Buruh saat mengumumkan Burnham sebagai pemimpin baru di konferensi partai.
Dalam urusan kebijakan ekonomi dan tata kelola, Burnham memberi gambaran awal saat ia menyampaikan pidato di Manchester pada awal bulan ini. Ia mengusulkan pembentukan unit baru di Nomor 10 di Manchester, tempat sebuah tim bekerja untuk memberi pemerintah daerah kontrol yang lebih luas pada sejumlah bidang, termasuk perumahan dan transportasi.
Burnham juga menyatakan pada masa awal pemerintahannya ia menyiapkan “listening tour” ke berbagai wilayah di Inggris selama masa reses parlemen musim panas. Kegiatan itu digambarkan sebagai langkah untuk memahami kebutuhan daerah sebelum kebijakan dijalankan secara penuh. Selain itu, ia mengisyaratkan bantuan tambahan untuk biaya hidup akan menjadi salah satu prioritas pemerintahannya.
Untuk menjaga kepercayaan publik pada kebijakan ekonomi, Burnham juga menegaskan sikap disiplin fiskal. Ia mengatakan bahwa ia tidak akan “indisciplined” dalam urusan keuangan publik. Namun, ada peringatan dari pihak internasional terkait ruang belanja pemerintah yang baru.
International Monetary Fund (IMF) dilaporkan memberi peringatan agar pemerintah yang akan datang menghindari peningkatan belanja publik di tengah tekanan yang dipicu oleh lonjakan biaya, termasuk kenaikan tagihan energi rumah tangga. Dalam laporan IMF tentang Inggris, organisasi itu menyatakan bahwa negara perlu “stay focused on its plans to grow the economy”.
IMF menambahkan, “This calls for a cautious approach to new fiscal pressures: the authorities should be very selective in accommodating new demands and reprioritise, while sticking to the deficit reduction plan,” serta “Future spending reviews should focus on reallocating resources across departments, rather than increasing total spending.” Pernyataan tersebut menempatkan penekanan pada penyesuaian prioritas belanja, bukan perluasan total pengeluaran, sebagai bagian dari strategi penguatan pertumbuhan.
Di tengah agenda transisi yang bergerak cepat, pidato Jumat menjadi ruang bagi Burnham untuk menunjukkan karakter pemerintahannya: menegaskan orientasi “Labour” pada prioritas kebijakan, menaruh harapan pada pertumbuhan di setiap wilayah, dan mengarahkan perubahan pada isu-isu yang disebutnya selama ini kurang mendapat perhatian. Bagi banyak pihak, pidato ini juga menjadi pertanda bagaimana Burnham akan membangun konsolidasi di dalam partai dan menawarkan arah baru saat ia memasuki masa kepemimpinan nasional.












