Internasional

Burnham tak menutup pajak kekayaan: mungkin perlu “ask for a little more” dan “difficult” pilihan

×

Burnham tak menutup pajak kekayaan: mungkin perlu “ask for a little more” dan “difficult” pilihan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Burnham does not rule out wealth tax

jurnalistik.co.id – Andy Burnham belum menutup kemungkinan penerapan pajak kekayaan (wealth tax). Menjelang ia resmi menjadi perdana menteri pada Senin, Burnham menegaskan pemerintahannya mungkin suatu saat perlu “ask for a little more” untuk memastikan negara “bisa membayar jalannya”.

Dalam sebuah wawancara, Burnham ditanya apakah ia mempertimbangkan pajak kekayaan. Ia menghadapi pertanyaan itu dari Gary Lineker, mantan pemain sepak bola sekaligus pembawa acara “Match of the Day”.

Burnham menjawab bahwa ia ingin memberi waktu untuk menelaah kondisi keuangan publik. Ia juga menyatakan fokusnya adalah “bringing people together” ketimbang menciptakan “new divisions”.

“I’m not going rule things out right now,” kata Burnham. Ia menambahkan, “I do believe we need a greater sense of fairness.”

Sebelumnya, Burnham—yang pernah menjabat sebagai wali kota Greater Manchester—menyebut bahwa keputusan-keputusan yang harus diambil “decisions to be taken in time” akan berjalan sulit. “I’m not going shy away from that,” ujarnya.

Burnham kemudian menekankan bahwa pemerintah perlu bekerja keras agar kemampuan membiayai negara tetap terjaga. “You know, we are going to have to work quite hard to make sure, you know, we can pay our way.”

Ia menambahkan, “And at some point that might be having to ask for a little more. But, you know, those decisions are not for now. They’re for another day.”

Namun, Burnham belum memaparkan secara rinci kebijakan pajak apa yang akan ia dorong setelah menyatakan niat menggantikan Sir Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri. Keputusan itu ia sampaikan menyusul kemenangan dalam pemilihan sela di Makerfield bulan lalu.

Meski belum merinci, Burnham memberi beberapa petunjuk melalui sejumlah wawancara. Salah satunya, ketika ia berbicara di LBC, Burnham mengatakan ia merasa ada “some room” untuk pergerakan terkait pajak.

Dalam penjelasannya, Burnham mengisyaratkan bahwa tarif bisnis (business rates) untuk gudang (warehouse) bisa dinaikkan. Langkah tersebut, menurut idenya, dapat digunakan untuk mendanai pemotongan pajak bagi pub serta sejumlah bisnis di pusat perbelanjaan atau area ritel di jalan-jalan utama.

Meski demikian, Burnham juga menyatakan akan berpegang pada komitmen yang dibuat Labour. Ia menegaskan partainya tidak akan menaikkan VAT, pajak penghasilan (income tax), maupun asuransi nasional (national insurance) sebagaimana tercantum dalam manifesto pemilihan umum 2024.

Karena ruang untuk meningkatkan penerimaan di luar komitmen manifesto tersebut dinilai terbatas, sejumlah pihak dari dalam Labour, termasuk anggota parlemen sayap kiri, para ekonom, dan para penggiat kampanye, telah mengusulkan pajak atas kekayaan. Salah satu usulan yang didukung Oxfam dan Tax Justice UK adalah pungutan 2% atas aset di atas £10m.

Partai Hijau Inggris dan Wales (Green Party of England and Wales) mendukung kebijakan serupa. Mereka mengusulkan pajak kekayaan sebesar 1% per tahun untuk aset di atas £10m, serta 2% untuk aset di atas £1bn.

Tanggapan dari faksi politik lain

Dari pihak Reform UK, juru bicara bidang keuangan negara mereka—Robert Jenrick—menilai Burnham telah mengakui bahwa masyarakat akan menghadapi beban pajak lebih tinggi. Jenrick menyebut Burnham “people will have to pay more in tax” dalam wawancara dengan Lineker.

Jenrick juga menuliskan respons di X dengan pernyataan: “He should rule out the ten taxes – £3,450 for every family – he’s previously supported but has no mandate for,”. Menurut kritik itu, Burnham dinilai seharusnya menutup isu “ten taxes” yang menurut Jenrick sebelumnya pernah didukung.

Sementara itu, pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menyatakan Burnham bahkan belum menjadi perdana menteri, tetapi sudah berbicara tentang rencana menaikkan pajak lagi. Badenoch berujar bahwa Inggris akan menghadapi “another summer of chaos” karena Labour dianggap terlalu fokus pada upaya menentukan siapa yang bisa dikenai pajak guna membiayai manfaat (benefits) yang lebih besar.

Jawaban Burnham soal langkah menghadapi Trump

Dalam wawancara yang sama, Burnham juga ditanya bagaimana ia akan berurusan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Burnham menjawab bahwa ia akan “meet him where he’s at”.

Ia menambahkan, “I like to think I’ve got some personality myself and I’ll just, you know, I’ll deal with him very upfront in the same way,”. Burnham berpendapat, “I think he likes people to deal with him.”

Burnham kembali mengulang kritiknya terhadap respons awal Labour atas perang di Gaza. Ia menyatakan partainya “got it wrong”. Ia juga mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel.

Selain itu, Burnham mengatakan ia memiliki “real concerns about the destruction of Gaza” sejak peristiwa itu. Ia lalu menekankan bahwa, menurutnya, ada kemungkinan untuk bersikap mengkritik dua hal sekaligus tanpa harus memilih salah satu sisi secara sempit: “possible to criticise both things, rather than just pick a side”.

Artikel ini ditulis Joshua Nevett, jurnalis politik.