jurnalistik.co.id – Andy Burnham akan memulai masa jabatannya sebagai Perdana Menteri dengan rangkaian kunjungan ke berbagai wilayah di Inggris pada awal masa pemerintahannya. Rangkaian ini digambarkan sebagai “tur mendengarkan” yang akan berlangsung pada Agustus ketika parlemen sedang libur musim panas.
Menurut pemahaman yang beredar, Burnham berencana berpindah dari satu daerah ke daerah lain selama masa reses tersebut. Fokus utamanya adalah bertemu dan mendengar aspirasi dari warga, sembari menyusun arah pesan pemerintahannya di awal periode No 10.
Salah satu tujuan yang disebut-sebut dalam rencana perjalanan tersebut adalah Port Talbot di Wales bagian selatan. Daerah ini pernah menjadi lokasi beroperasinya pabrik baja skala besar, sebelum penutupan tanur sembur terakhir pada September 2024.
Burnham akan menggantikan Sir Keir Starmer sebagai Perdana Menteri pada hari Senin. Meski begitu, ia tidak dijadwalkan menghadapi anggota parlemen dari Dewan Rakyat (Commons) hingga September, saat sidang kembali setelah reses enam pekan, kecuali pemerintah memutuskan untuk memanggil parlemen lebih cepat.
Beberapa anggota parlemen Partai Buruh (Labour) dari Wales menyampaikan kepada BBC Wales bahwa mereka memahami Burnham akan menyambangi Port Talbot. Wilayah tersebut, dahulu home to the UK’s largest steelworks, juga terkait dengan pengurangan tenaga kerja yang besar ketika industri bergeser menuju produksi baja yang lebih ramah lingkungan.
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa proses transisi industri di Port Talbot telah menyebabkan 2.800 kehilangan pekerjaan. Rentang dampak sosial itulah yang membuat kunjungan ke wilayah tersebut menjadi sorotan dalam percakapan politik.
Sejumlah politisi Wales juga mengajukan tuduhan adanya standar ganda. Mereka menyoroti bahwa Labour pernah turun tangan untuk membantu menyelamatkan pabrik British Steel di Scunthorpe pada 2025, namun tidak melakukan langkah serupa untuk pabrik Tata Steel di Port Talbot.
Hingga saat ini, rincian kebijakan yang akan diperkenalkan Burnham dari No 10 belum banyak terurai. Namun, pesan yang sudah menonjol sejauh ini adalah dorongan untuk memindahkan kewenangan dari Westminster ke komunitas lokal.
Di penghujung Juni, saat berbicara di Manchester, anggota parlemen dari Makerfield itu menyampaikan argumen mengenai perlunya “powers to areas undergoing industrial transition, like Port Talbot, Scunthorpe and Aberdeen”. Kalimat tersebut menempatkan wilayah-wilayah terdampak transformasi industri sebagai penerima prioritas kekuasaan.
Gagasan pemindahan kewenangan ini memunculkan kekhawatiran dari Pemerintah Wales. Plaid Cymru, melalui pemimpin pertamanya Rhun ap Iorwerth, menyatakan ada “signs” bahwa Burnham mungkin ingin melewati Senedd dan pemerintah Wales.
Di samping isu tersebut, ada permintaan agar Burnham juga melakukan pemberhentian di konstituensi para anggota parlemen Wales. Mereka berharap kunjungan tidak hanya singgah pada satu titik, melainkan menjangkau lebih banyak wilayah yang menaruh perhatian pada perubahan kebijakan.
Selain Port Talbot, beredar pula laporan bahwa Burnham akan berkunjung ke Aberdeen. Kota ini disebut berada di pusat perdebatan mengenai masa depan energi Inggris, sekaligus menjadi rumah bagi GB Energy, perusahaan energi milik publik yang masih dalam tahap awal.
Berita Terkait
Secara politik, kemenangan Partai Konservatif dalam pemilihan sela untuk Aberdeen South juga tercatat terjadi pada hari yang sama ketika Burnham memenangkan pemilihan di Makerfield. Konteks itu memperlihatkan bahwa dinamika dukungan partai di kedua wilayah sama-sama mendapat perhatian.
Dalam kalender internal Labour, Burnham akan menjadi pemimpin partai pada hari Jumat, setelah memperoleh dukungan dari mayoritas besar anggota parlemen Partai Buruh. Setelah itu, ia resmi menggantikan Sir Keir Starmer sebagai Perdana Menteri pada hari Senin.
Karena Burnham memasuki jabatan tanpa disertai pemilihan umum atau kontestasi kepemimpinan, fokus segera pemerintahannya dipandang sebagai upaya menguatkan dukungan di seluruh negeri. Ia juga mendapat dorongan agar mampu menjangkau pemilih di luar London, serta tidak hanya menumpukan perhatian pada wilayah Inggris utara-barat.
Liberal Demokrat, yang dipimpin Sir Ed Davey, juga ikut menyoroti kebutuhan Burnham menjangkau pemilih dari berbagai daerah. Davey, yang menjuluki Burnham “Avanti Andy” merujuk pada layanan kereta yang melayani Manchester, mengatakan: “From the Devon coast to Swansea’s streets and Shetland’s shores, people are utterly fed up with being overlooked. “Andy Burnham has a very short window to turn this government around, end the chaos and build trust with communities the whole length and breadth of the UK.””
Sekretaris parlemen dan penjadwalan reses menjadi bagian penting dari strategi komunikasi Burnham. Sir Lindsay Hoyle sebagai Speaker Commons disebut memiliki kewenangan untuk memanggil parlemen kembali selama masa libur musim panas, bila pemerintah mengajukan permintaan dan setelah menilai apakah tindakan itu menjadi kepentingan publik.
Di sisi lain, Partai Konservatif sebelumnya merancang penggunaan hari debat oposisi yang dijadwalkan pada hari Rabu. Rencana itu bertujuan mendorong pemungutan suara untuk menambah satu hari sidang agar anggota parlemen dapat menanyai Burnham mengenai rencana pemerintahannya.
Namun, rencana debat tersebut tidak berjalan seperti semula karena pemerintah membatalkannya. Sebagai gantinya, anggota parlemen membahas krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Tekanan publik dan sorotan soal ketertutupan informasi
Burnham juga menghadapi seruan dari sebagian kalangan di Partai Buruh agar memberikan lebih banyak rincian mengenai kebijakan yang akan diterapkan. Selain itu, ia dituduh menghindari sorotan media sejak menjadi anggota parlemen dan ketika mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri.
Hingga kini, ia disebut telah memberikan wawancara kepada LBC serta Gary Lineker. Ia juga menampung sesi tanya jawab daring melalui Reddit, yang kemudian menjadi tempat terjadinya tantangan politik.
Dalam sesi Q&A tersebut, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menantang Burnham dengan kalimat: “come out from hiding, face a proper press conference and submit yourself to scrutiny and some tough questions”.
Burnham menjawab dengan menekankan konteks waktunya. Ia mengatakan: “Fair challenge Kemi – but don’t forget it’s only two weeks since I faced questions from 74,000 members of the public of Makerfield.”
Rangkaian “tur mendengarkan” Burnham pada Agustus, dengan singgahan yang disebut-sebut ke Port Talbot dan Aberdeen, memperlihatkan bahwa fase awal pemerintahannya dipusatkan pada upaya menyusun legitimasi dan dukungan. Sementara itu, dinamika hubungan antartingkat pemerintahan di Wales, serta tuntutan publik agar rincian kebijakan segera dipaparkan, akan ikut menentukan arah respons politik setelah masa reses berakhir.












