Peristiwa

Angka fatherless di Maluku Tinggi, Petugas Damkar Ambon Jadi Ayah Pengganti

×

Angka fatherless di Maluku Tinggi, Petugas Damkar Ambon Jadi Ayah Pengganti

Sebarkan artikel ini
Angka "Fatherless" Tinggi di Maluku, Petugas Damkar di Ambon Jadi Ayah Pengganti Regional 25 Juni 2026
Ilustrasi: Angka "Fatherless" Tinggi di Maluku, Petugas Damkar di Ambon Jadi Ayah Pengganti

jurnalistik.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku merilis angka ketiadaan sosok ayah (fatherless) di provinsi itu mencapai 22,5%. Angka tersebut juga dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 25,8%.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, saat memberikan keterangan pers menjelang Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 pada Rabu (24/6/2026) sore. Edi menekankan bahwa kondisi fatherless tidak hanya berkaitan dengan keberadaan ayah secara fisik, tetapi juga dengan peran ayah dalam pengasuhan anak.

Edi menyebut, banyak ayah yang menurutnya tidak berperan dalam pengasuhan anak dengan baik. Ia juga menilai sejumlah ayah cenderung bersikap cuek dan kurang menyadari besar kontribusinya dalam tumbuh kembang anak.

“Faktanya banyak ayah yang tidak sadar berapa besar perannya. Mereka beranggapan semua urusan membesarkan anak itu tugas ibu. Ayah hanya bekerja mencari nafkah saja,” ujar Edi.

Edi menjelaskan bahwa presentasi 22,5% berarti ada 1 dari 4 keluarga di Maluku yang tidak memiliki sosok ayah. Ia kemudian menyampaikan bahwa secara nasional, Maluku masuk kategori wilayah dengan presentasi ketiadaan sosok ayah di bawah 24 persen.

Dalam penjelasannya, Edi menyebut Papua berada pada kategori paling tinggi se-Indonesia. Ia mengatakan meski persentase Maluku berada di bawah angka nasional, angka di provinsi itu tetap dinilai besar dan perlu menjadi perhatian.

“Memang di bawah nasional persentasinya. Tapi, untuk Maluku ini angkanya besar. Hal ini jadi penting karena akan membentuk karakter anak di kemudian hari,” ungkap Edi.

Menurut Edi, pola asuh yang hanya bertumpu pada peran ibu memiliki dampak besar bagi anak. Ia juga mengaitkan tingginya fatherless dengan budaya patriarki yang masih kental di wilayah Indonesia Timur, yang menurutnya membuat sebagian ayah lebih berfokus sebagai pencari nafkah.

Edi menambahkan bahwa budaya patriarki tersebut turut memengaruhi cara pandang terhadap pengasuhan. Ia berharap para orangtua bisa kembali pada pengasuhan kolaboratif sehingga peran ayah tidak tertinggal.

“Budaya patriarki itu masih sangat kental. Kami ingin para orangtua ini kembali pada pengasuhan kolaboratif. Peran ayah itu membentuk kepercayaan diri, kedisiplinan, karakter yang kuat, serta daya juang,” kata Edi.

Program ayah pengganti di Kota Ambon

Untuk merespons persoalan tersebut, BKKBN meluncurkan program ayah pengganti yang dilaksanakan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon. Program ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Pelaksanaan perdana program itu dilakukan di SMP Negeri 19 Ambon pada 19 Juni 2026. Kegiatan melibatkan personel Damkar Kota Ambon sebagai ayah pengganti bagi siswa yang ayahnya bekerja di luar daerah atau telah meninggal dunia.

Edi menegaskan bahwa program itu merupakan program pertama di Indonesia yang digagas BKKBN Provinsi Maluku. Ia menyebut Program Ayah Pengganti Anak Hebat lahir dari semangat agar tidak ada anak yang merasa sendiri pada momen-momen penting dalam kehidupannya.

“Kami menggandeng petugas damkar sebagai ayah pengganti bagi para siswa. Mereka hadir bersama para siswa untuk mengambil rapor mengganti ayahnya yang bekerja di luar atau sudah meninggal,” tutur Edi.

Pada kesempatan itu, salah satu penerima manfaat program adalah Meywa Leimena, siswi SMP Negeri 19 Ambon. Ayah Meywa telah meninggal dunia sejak 2014 ketika ia masih berusia tiga tahun.

Selama ini, Meywa mengambil rapor dengan bantuan kakaknya yang biasa mendampingi. Namun pada momen program ayah pengganti, Meywa merasakan pengalaman yang berbeda.

Edi menyampaikan bahwa Meywa merasa mendapatkan kehangatan serta kehadiran ayah pengganti bersamanya saat momen pengambilan rapor. Ia menilai hadirnya sosok pengganti di momen penting dapat menjadi bentuk dukungan yang langsung dirasakan anak.

Harapan agar melibatkan lebih banyak pihak

Edi berharap program pionir yang digagas BKKBN Provinsi Maluku itu dapat melibatkan lebih banyak pihak. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Ia menegaskan, setiap anak berhak merasakan kebanggaan atas pencapaian yang diraihnya. Setiap anak juga berhak mendapatkan dukungan, terutama pada saat-saat penting yang membutuhkan pendampingan.