Internasional

AS Luncurkan Serangan Lagi ke Iran, Trump: “retribution for yesterday’s bombing of ships by Iran”

×

AS Luncurkan Serangan Lagi ke Iran, Trump: “retribution for yesterday’s bombing of ships by Iran”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US launches more strikes on Iran with blasts reported in south of country

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan serangan militer baru ke Iran sebagai tindak balas. Ia mengatakan Washington akan “hit them hard again tonight” setelah rangkaian serangan pada Selasa.

Ledakan dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran. Media negara Iran menyebut beberapa lokasi, termasuk Sirik dan Bandar Abbas, kota pelabuhan di kawasan Selat Hormuz.

Serangan dan klaim AS

Setelah serangan terakhir, Trump memposting pernyataan di Truth Social: “This is in retribution for yesterday’s bombing of ships by Iran. If it happens again, it will get much worse!”. Pernyataan itu ia kaitkan dengan serangan sebelumnya yang ia sebut sebagai pengeboman kapal oleh Iran.

Komando Pusat AS (Centcom) menyebut operasi dilakukan untuk “further degrade Tehran’s ability to threaten freedom of navigation”. Dalam pernyataan resmi, Centcom menambahkan bahwa Amerika Serikat “is holding Iran accountable for recent unjustified aggression against commercial shipping and civilian crews freely navigating a vital international waterway.”

Dampak di wilayah sekitar

Sejumlah ledakan juga diberitakan terdengar di sepanjang pesisir Iran. Kota yang disebut antara lain Konarak dan Chabahar.

Televisi negara Iran melaporkan delapan ledakan di Bandar Abbas. Laporan itu menyebut dua misil mengenai pelabuhan Sirik dan Jask, serta dua proyektil lain menghantam Pulau Abu Musa—pulau yang menjadi objek sengketa kepemilikan jangka panjang antara Iran dan Uni Emirat Arab.

Sistem pertahanan udara dilaporkan sudah diaktifkan di Bandar Abbas. Namun, sejauh mana kerusakan akibat serangan AS belum diketahui secara rinci.

Media Iran juga melaporkan pemadaman listrik di Chabahar dan kebakaran di barak Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di Bushehr. Kantor berita mahasiswa Iran (Iran Students’ News Agency) menyebut dua dari tiga saluran listrik yang terputus dapat dipulihkan dengan cepat, sementara saluran ketiga diperkirakan segera beroperasi.

Respons kawasan dan pernyataan Trump

Gulf nations melaporkan aktivitas serangan dari pihak Iran setelah operasi AS. Bahrain menyebut ledakan terdengar di ibu kota Manama, Kuwait melaporkan upaya menghadang misil dan drone, dan Qatar mengeluarkan peringatan keamanan.

Trump, ketika berbicara kepada wartawan dari Air Force One pada Rabu malam, mengatakan Iran “called a little while ago” dan ingin membuat kesepakatan “so badly”. Ia menambahkan: “I just don’t know if they’re worthy of making a deal – I don’t know that they’re going to honour the deal, that’s the problem.”

Trump juga menilai perundingan bukan lagi jalan yang ia utamakan. Dalam keterangan lain ia berkata: “I don’t want to deal with them anymore, they’re scum. You know what scum is? They’re scum. They’re sick people.”

Konflik sejak MoU dan sikap Iran

Militer AS menyebut serangan pada Selasa sebagai respons atas serangan terhadap tiga tanker di Selat. Pertukaran serangan Selasa hingga Rabu menjadi yang paling buruk sejak kesepakatan yang disebut memorandum of understanding (MoU) ditandatangani pada 17 Juni.

Trump mengatakan gencatan senjata yang ditandatangani bulan lalu sudah berakhir. Ia menyebut operasi “hit them very hard last night” dan mengatakan kemungkinan besar AS akan “probably hit them hard again tonight”.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi dengan pernyataan di X. Ia menulis: “We do not answer vulgarity with vulgarity, but with action: fearlessly and with great valour.” Sementara itu, Iran belum memberikan komentar rinci atas serangan, tetapi pejabat senior sebelumnya memperingatkan serangan AS akan dibalas dengan “immediate response”.

Menurut laporan, kesepakatan AS–Iran memuat 14 poin. Di dalamnya terdapat periode 60 hari untuk gencatan senjata agar negosiasi berlanjut, jaminan jalur aman bagi kapal melalui Selat Hormuz, serta pengangkatan sanksi AS terhadap Iran. Trump menyatakan periode 60 hari itu belum berakhir, namun ia melihat kelanjutan pembicaraan “a waste of time”.

Serangan-serangan ini bukan yang pertama sejak MoU disahkan. AS melancarkan rangkaian operasi pada 26 Juni setelah proyektil Iran mengenai kapal kargo di Selat Hormuz. Serangan berikutnya terjadi pada 27 Juni setelah proyektil menghantam sebuah tanker, sebelum kedua pihak kemudian menyepakati “stand down” pada akhir bulan yang sama.