Peristiwa

Pilot JetBlue di JFK melapor tabrakan dengan drone saat mendarat; FAA pastikan pesawat aman

×

Pilot JetBlue di JFK melapor tabrakan dengan drone saat mendarat; FAA pastikan pesawat aman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: JetBlue pilot reports striking a drone while landing at JFK airport

jurnalistik.co.id – Pilot JetBlue melaporkan adanya tabrakan dengan drone saat pesawat melakukan pendaratan di John F Kennedy International Airport (JFK), New York. Laporan tersebut disampaikan pejabat terkait, sementara otoritas penerbangan AS (FAA) menyatakan pesawat mendarat dengan aman dan pemeriksaan pascaterbang tidak menemukan kerusakan.

Insiden ini kemudian menjadi bagian dari rangkaian kejadian jarak dekat antara drone dan pesawat komersial. FAA juga menyebut telah membuka penyelidikan untuk memahami detail kejadian tersebut serta memastikan keselamatan operasional tidak terdampak.

Menurut FAA, pilot JetBlue melapor telah mengalami tabrakan dengan drone pada ketinggian sekitar 3.000 kaki atau kira-kira 900 meter, saat pesawat berada di fase pendekatan mendekati bandara. FAA memperkirakan kejadian berlangsung sekitar pukul 07:15 EDT (11:15 GMT).

Rekaman komunikasi antara pilot dan pengatur lalu lintas udara menunjukkan proses penerbangan yang berlangsung ketika pilot memberikan informasi singkat sebelum melanjutkan instruksi pendaratan. Dalam audio yang direkam dan didistribusikan ATC.com, pilot menyebut, “We are clear to land, 13 left,” lalu menambahkan, “Just quickly, I couldn’t talk to approach, but we collided with a drone back there in the turn.”

Pengatur lalu lintas udara kemudian meminta konfirmasi dengan pertanyaan yang langsung menyinggung klaim tabrakan tersebut. Pilot menjawab, “Yep, it hit us right, right above the cockpit.”

JetBlue sendiri menyampaikan pernyataan kepada BBC terkait kondisi penerbangan setelah insiden. Maskapai tersebut menyebut, “The flight landed without incident, customers deplaned normally, and the plane was removed from service for a post-flight inspection, which found no damage or evidence of a collision.”

Dengan informasi tersebut, fokus pemeriksaan berpindah pada hasil inspeksi pascaterbang. FAA menyatakan bahwa pesawat mendarat dengan selamat dan pemeriksaan setelah penerbangan tidak menemukan kerusakan. Meski begitu, penyelidikan tetap dijalankan sebagai langkah lanjutan atas laporan tabrakan dengan drone tersebut.

Rangkaian insiden drone menjelang penyelidikan FAA

FAA memosisikan kasus JetBlue sebagai kejadian terbaru dari rangkaian pertemuan dekat antara drone dan pesawat. Dalam konteks yang sama, beberapa hari sebelum insiden di JFK, seorang pilot United Airlines melaporkan hampir mengalami tabrakan dengan drone saat mendekati Newark Liberty International Airport di New Jersey.

Peristiwa yang melibatkan drone ini memperlihatkan bahwa pelanggaran batas operasi drone di sekitar bandara dapat memicu situasi berisiko, terutama saat pesawat berada pada ketinggian rendah menjelang pendaratan. FAA menegaskan bahwa aturan mengatur larangan pengoperasian drone tanpa izin di wilayah sekitar bandara, tetapi laporan tetap muncul secara berkala.

Dalam penjelasan terpisah, FAA memperkirakan menerima lebih dari 100 laporan per bulan terkait penampakan drone di dekat bandara. Angka tersebut, menurut otoritas, mencerminkan bahwa pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara konsisten.

FAA juga menyertakan peringatan bagi operator yang tidak berwenang. Otoritas menyebut pelanggar dapat menghadapi sanksi yang berat, termasuk denda besar dan tuntutan pidana. FAA bahkan menyinggung kemungkinan hukuman penjara bagi operator yang melakukan operasi drone tanpa izin di area yang tidak semestinya.

Dalam kasus JetBlue, kombinasi antara laporan pilot, rekaman komunikasi, serta pernyataan maskapai membentuk gambaran awal insiden. FAA kemudian menilai hasil pemeriksaan pascaterbang sebagai bagian dari verifikasi keselamatan, sembari tetap melakukan proses penyelidikan untuk menilai faktor penyebab, termasuk konteks pergerakan drone dan kondisi pesawat pada saat insiden dilaporkan terjadi.

Sejauh ini, informasi yang diumumkan menekankan bahwa pesawat tetap mendarat dengan aman. Pelayanan kepada penumpang juga disebut berjalan normal sampai pesawat akhirnya dikeluarkan dari layanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Walaupun pemeriksaan pascaterbang tidak menunjukkan kerusakan, FAA tetap memandang kejadian ini perlu ditelusuri secara mendalam karena laporan menyebut adanya tabrakan, bukan sekadar penampakan. Dengan demikian, otoritas berharap investigasi dapat memberi pemahaman yang lebih jelas agar prosedur dan pengamanan di area bandara dapat ditingkatkan.

Melalui rangkaian kejadian yang terus berulang, pesan keselamatan yang ingin disampaikan menjadi serupa: operasi drone yang tidak sah di dekat bandara berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap keselamatan penerbangan. FAA menilai, kepatuhan terhadap regulasi merupakan kunci untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang, baik di JFK maupun bandara lain di kawasan AS.