jurnalistik.co.id – Belgia dan Iran harus puas berbagi angka pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 0-0.
Di sepanjang laga, duel berjalan dengan tempo yang sempat berubah setelah keputusan kartu merah untuk Belgia. Tim asuhan Belgia terlihat lebih dominan pada fase awal, tetapi pertandingan berbalik arah ketika mereka harus bermain dengan sepuluh pemain.
Belgia memulai laga dengan agresif. Pada 10 menit pertama, penguasaan bola mencapai 77 persen dan mereka terus mencoba menembus pertahanan Iran.
Namun, Iran memiliki momen penting tepat sebelum jeda. Pada menit ke-25, Mehdi Taremi mencatatkan gol ketika berhasil melewati Thibaut Courtois memanfaatkan umpan dari Hajsafi.
Gol tersebut tidak bertahan lama karena VAR kemudian menganulirnya. Taremi dinyatakan berada dalam posisi offside selebar bahu, sehingga skor tetap 0-0 hingga babak pertama berakhir.
Di babak pertama, Youri Tielemans dan Kevin De Bruyne menjadi dua pemain yang paling sering menguasai bola sekaligus memimpin serangan Belgia. Meski begitu, tidak ada gol tambahan yang tercipta sampai wasit mengakhiri jalannya 45 menit pertama.
Setelah itu, suasana pertandingan kembali bergejolak pada awal babak kedua. Belgia masih berupaya menekan, salah satunya lewat pergerakan Kevin De Bruyne di menit-menit awal fase kedua.
Transformasi terbesar terjadi ketika Belgia harus bermain dengan sepuluh pemain. Nathan Ngoy dikartu merah setelah melakukan pelanggaran fatal kepada Mehdi Taremi, tepat ketika babak kedua sudah berjalan sekitar 20 menit.
Dengan situasi tersebut, Iran justru mampu menekan lebih intens. Beberapa kali mereka mengancam gawang Belgia, dan Thibaut Courtois mendapat tekanan dari serangan yang datang silih berganti.
Di bawah mistar, Alireza Beiranvand tampil gemilang. Ia melakukan sejumlah penyelamatan yang membuat Belgia gagal mengubah dominasi menjadi gol, meski peluang terus berulang.
Menanggapi masalah di sektor penyerang, Rudi Garcia melakukan pergantian. Ia memasukkan Dodi Lukebakio dan Hans Vanaken untuk menambah daya gedor Belgia pada sisa waktu pertandingan.
Meski upaya tersebut dilakukan, skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Belgia dan Iran tidak berhasil mencetak gol, dan hasil imbang itu menjadi penutup laga Grup G Piala Dunia 2026.
Dari sisi klasemen, Iran berada di puncak klasemen dengan koleksi dua poin, sementara Belgia membuntuti dengan torehan yang sama, yakni dua poin. Untuk keduanya, hasil ini menjadi sinyal bahwa duel mereka berikutnya akan ditentukan oleh detail kecil—dari keputusan VAR hingga momen kartu merah yang mengubah ritme pertandingan.
Meski laga berakhir tanpa gol, jalannya pertandingan memperlihatkan perubahan dinamika yang cukup tajam dari menit ke menit. Belgia sempat menguasai ritme permainan, lalu situasi beralih ketika tempo dipaksa menyesuaikan diri setelah kartu merah yang mengubah komposisi tim.
Di saat Belgia berusaha menekan, Iran tidak hanya bertahan, tetapi juga menunggu celah untuk meladeni serangan balik. Momen menjelang jeda menjadi bukti bagaimana ancaman Iran tetap muncul, meski akhirnya gol Taremi harus hilang karena peninjauan VAR.
Setelah perubahan susunan pemain, peluang tidak lagi datang dengan pola yang sama. Iran lebih berani menghadirkan tekanan berulang ke area pertahanan Belgia, sementara Courtois harus bekerja menahan serangan yang datang bergantian dan memaksa Belgia lebih sering bertahan daripada membangun serangan.
Ketika upaya untuk memecah kebuntuan terasa menemui jalan buntu, Rudi Garcia menggunakan pergantian untuk mempertajam daya gedor pada sisa pertandingan. Lukebakio dan Vanaken diharapkan memberi tambahan opsi di lini depan, tetapi hingga akhir, duel tetap berakhir 0-0 dan kedua tim harus puas berbagi hasil.












