jurnalistik.co.id – Dolars Aleksanders, pria asal Latvia yang didakwa terkait kematian seorang bocah sekolah akibat dugaan tabrak lari di Coventry, telah diekstradisi ke Inggris dan kini menghadapi proses hukum.
Menurut West Midlands Police, pada Rabu malam, pria berusia 23 tahun itu didakwa menyebabkan kematian melalui pengemudian berbahaya.
Jaksa penuntut menyebut Aleksanders dibawa ke tahanan setelah tiba di Inggris. Ia dijadwalkan hadir di Birmingham Magistrates Court pada Kamis.
Keputusan ekstradisi mengakhiri proses yang telah berlangsung sejak pihak kepolisian menetapkan Aleksanders sebagai orang yang menjadi perhatian (person of interest) tidak lama setelah peristiwa tersebut.
Korban, Keaton Slater, berusia 12 tahun. Ia meninggal setelah tertabrak mobil di Coventry pada 14 Juni 2024 saat dalam perjalanan pulang dari sekolah.
West Midlands Police menyatakan Keaton Slater diserang oleh sebuah BMW berwarna hitam. Kejadian itu menjadi dasar dugaan adanya tabrak lari yang menimbulkan kematian.
Upaya membawa Aleksanders ke Inggris telah dilakukan sejak ia disebut polisi sebagai pihak yang dicari, termasuk kerja sama lintasotoritas untuk memastikan proses hukum dapat berjalan.
Dalam informasi terbaru, pihak berwenang menyebut Aleksanders sempat ditahan di Latvia dan diekstradisi setelah ditahan tersebut pada bulan lalu. Ia kemudian diterbangkan ke Gatwick Airport pada Rabu, sebelum akhirnya dibawa ke blok penahanan di wilayah West Midlands.
Juru bicara Crown Prosecution Service, Ben Samples, menyampaikan bahwa pihak Inggris dan Latvia, bersama instansi internasional, bekerja sama secara erat untuk “membawa Mr Aleksanders kembali” agar dapat menghadapi persidangan di pengadilan Inggris.
Berita Terkait
Dengan dakwaan yang disampaikan, fokus perkara kini berada pada proses persidangan di pengadilan yang telah dijadwalkan. Apabila pengadilan berlangsung, Aleksanders akan berada dalam posisi untuk menanggapi tuduhan yang diajukan.
Bagi keluarga dan pihak yang memperjuangkan keselamatan jalan, kasus ini kembali menegaskan pentingnya penegakan hukum bagi pelanggaran berkendara yang berujung fatal, khususnya ketika peristiwa terjadi di tengah perjalanan anak dari sekolah.
Keton Slater, yang meninggal dunia akibat dugaan tabrak lari pada pertengahan 2024, kini menjadi pusat perhatian dalam proses pidana yang dibawa ke ranah pengadilan Inggris setelah ekstradisi selesai dilakukan.
Proses hukum yang semula menunggu kelengkapan yurisdiksi kini memasuki tahap di Inggris. Setelah perpindahan status dari pihak yang dicari menjadi terdakwa, Aleksanders dihadapkan pada konsekuensi pidana terkait peristiwa yang menewaskan anak sekolah di Coventry.
Di hadapan aparat penegak hukum, dakwaan yang dilayangkan berkaitan dengan kematian akibat pengemudian berbahaya. Jaksa menjelaskan bahwa setelah tiba di Inggris, Aleksanders dibawa ke tahanan, dan langkah berikutnya adalah jadwal persidangan yang telah ditetapkan di Birmingham Magistrates Court.
Menurut keterangan otoritas, upaya ekstradisi tidak terjadi seketika. Setelah Aleksanders ditahan di Latvia, ia kemudian diekstradisi pada bulan lalu dan diterbangkan ke Gatwick pada Rabu. Setelah tiba, ia ditempatkan di blok penahanan di wilayah West Midlands untuk menjalani proses sesuai agenda pengadilan.
Peristiwa yang menjadi dasar perkara menimpa Keaton Slater, 12 tahun. Bocah itu meninggal setelah tertabrak mobil pada 14 Juni 2024 saat pulang dari sekolah. West Midlands Police menyebut Keaton Slater diserang oleh sebuah BMW berwarna hitam, yang menjadi pijakan dugaan tabrak lari hingga berujung kematian.
Kasus ini juga menunjukkan keterlibatan kerja sama lintas pihak. Crown Prosecution Service menyampaikan bahwa Inggris dan Latvia, bersama instansi internasional, bekerja erat untuk “membawa kembali” Aleksanders agar dapat menghadapi proses persidangan di pengadilan Inggris. Koordinasi semacam itu disebut berperan sejak kepolisian menunjuk Aleksanders sebagai person of interest tidak lama setelah kejadian.
Dengan dakwaan yang telah disampaikan, perhatian kini beralih pada jalannya prosedur pengadilan. Jika persidangan berlangsung sesuai jadwal, Aleksanders akan memperoleh kesempatan untuk menanggapi tuduhan. Bagi keluarga korban dan mereka yang menaruh perhatian pada keselamatan jalan, proses ini dipandang sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap pelanggaran berkendara yang berakibat fatal.











