Hukum & Kriminal

Robert Bush, bos pemakaman yang dipenjara, memicu kemarahan keluarga Hull lewat surat permintaan maaf

×

Robert Bush, bos pemakaman yang dipenjara, memicu kemarahan keluarga Hull lewat surat permintaan maaf

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jailed funeral boss Robert Bush angers Hull families with 'apology'

jurnalistik.co.id – Robert Bush, mantan pimpinan perusahaan pemakaman di Hull, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Setelah putusan dijatuhkan, sebuah surat permintaan maaf terbuka justru menimbulkan kemarahan dari sejumlah keluarga yang merasa terdampak.

Menurut uraian perkara, Bush dinilai gagal menjalankan layanan pemakaman dan kremasi dengan semestinya. Sebagian keluarga juga menyebut bahwa mereka menerima abu yang diyakini berasal dari orang lain, sehingga luka duka yang sudah ada semakin bertambah.

Surat maaf, tetapi respons keras

Bush, yang berusia 48 tahun, dijatuhi vonis di Hull Crown Court pada Jumat. Dalam penggerebekan yang dilakukan polisi ke Legacy Independent Funeral Directors di Hull pada Maret 2024, otoritas menyatakan menemukan sekitar 35 jenazah serta lebih dari 100 set abu.

Di tengah situasi tersebut, Bush menulis surat permintaan maaf tertulis kepada semua pihak yang terdampak. Meski dimaksudkan sebagai langkah tanggung jawab, pada Rabu malam beberapa korban menyampaikan reaksi yang tajam saat surat itu diketahui.

Jasmine Beverley mengatakan ia merasa hanya ada kemarahan setelah membaca surat tersebut. Ia menyampaikan di persidangan bahwa “Reading the letter has left me feeling nothing but anger.”

Kemarahan Jasmine berkaitan dengan putranya, Sunny Beverley-Conlin, yang disebut masihborn. Jasmine menjelaskan bahwa jasad anaknya ditemukan di ruang pemakaman hampir dua tahun setelah kejadian stillborn, sementara Sunny baru ditemukan di premises tersebut setelah rentang waktu yang panjang itu.

Pengadilan juga mendengar bahwa jenazah Sunny dipulihkan dari premises Hessle Road satu tahun dan 10 bulan setelah stillborn pada 13 May 2022. Jasmine kemudian menerima satu set abu pada bulan Maret setelah proses pemulihan tersebut.

Jasmine menilai isi surat seolah menempatkan tanggung jawab pada reaksi keluarga, bukan pada perbuatan Bush. Ia menyatakan, “It reads as though he is apologising for our reaction and not his actions.”

Jasmine menambahkan bahwa ia tidak memiliki ruang untuk memisahkan ingatan tentang Sunny dari kejadian yang menimpanya. Ia berkata, “I don’t have the luxury of separating my memories of Sunny from what happened because the memories I do have are tied directly to the mismanagement of the final act of love I tried to give him – his funeral.” Ia menutup penuturannya dengan, “This will haunt me for the rest of my life.”

Jaksa menyebut operasi kacau dan menimbulkan penderitaan berat

Di persidangan, Bush mengakui 67 pelanggaran. Pengakuan itu mencakup 30 dakwaan terkait upaya mencegah pemakaman yang sah dan layak, serta pencurian dari 12 organisasi amal.

Penuntut menyampaikan bahwa Bush menjalankan operasinya dengan cara yang “shambolic and chaotic”. Jaksa juga menyatakan perbuatan Bush yang dinilai “appalling” telah menyebabkan “extreme emotional pain, anguish and upset”.

Selain Jasmine, Tristan Essex menyampaikan bahwa ia merasa sangat tidak terima setelah membaca surat tersebut. Essex menyebut neneknya, Jessie Stockdale, merupakan salah satu dari 35 jenazah yang ditemukan di Legacy.

Essex menyatakan ia “absolutely disgusted” oleh surat itu. Ia mengatakan, “It’s like he’s mocking and tormenting us,” serta menilai, “Clearly, he is not sorry for the actions he chose, he’s sorry for the consequences of his evil actions.”

Essex juga menyampaikan bahwa surat tersebut terlihat seperti dibuat dengan kecerdasan buatan. Ia berkata, “It looks like it’s been generated by AI. It doesn’t even make sense.”

Menurut Essex, surat itu terasa seperti “menertawakan” keluarga yang berduka. Ia menambahkan, “It’s like he’s laughing in our face.” Ia lalu menyatakan surat itu “all about him [Bush]” dan “hardly an apology”.

Reaksi para korban menunjukkan bahwa surat permintaan maaf yang dimaksudkan untuk meredakan dampak peristiwa, tidak otomatis diterima sebagai bentuk pertanggungjawaban yang memadai oleh keluarga terdampak.

Bila seseorang membutuhkan informasi atau bantuan terkait isu berduka, pihak pemberitaan juga mencantumkan kanal dukungan yang tersedia.