jurnalistik.co.id – Dandim 1313/Pohuwato, Letkol Arm Fiat Suwandana, mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apa pun. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun warga Pohuwato.
Menurut Letkol Arm Fiat Suwandana, pembakaran hutan dan lahan berpotensi memicu kabut asap serta pencemaran lingkungan. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan pada akhirnya merusak ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar masalah di titik lokasi kebakaran, melainkan ancaman yang dampaknya bisa dirasakan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menghindari cara membuka lahan dengan dibakar.
“Pembakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kabut asap, pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga kerusakan ekosistem dan kehidupan masyarakat,” ujar Letkol Arm Fiat Suwandana, Selasa (25/8/2026).
Komandan Kodim 1313/Pohuwato juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Ajakan tersebut disampaikan kepada siapa pun, mulai dari warga di tingkat rumah tangga hingga pihak-pihak yang memiliki aktivitas di area hutan dan lahan.
Letkol Arm Fiat Suwandana, yang merupakan Pamen TNI AD, menekankan pentingnya menjaga wilayah setempat agar tetap aman dari risiko kebakaran. Ia mengingatkan bahwa membuka lahan melalui pembakaran tidak hanya memperbesar potensi karhutla, tetapi juga memperburuk kualitas lingkungan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Selain imbauan pencegahan, ia juga meminta masyarakat untuk tidak membiarkan aktivitas pembakaran berlangsung tanpa perhatian. Apabila menemukan adanya kegiatan pembakaran hutan maupun lahan di wilayah masing-masing, warga diminta segera melaporkan kepada aparat terkait.
Dalam penekanannya, Letkol Arm Fiat Suwandana menilai bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Lingkungan yang terjaga, menurutnya, akan lebih mudah terhindar dari berbagai akibat yang merugikan, baik dari sisi ekologi maupun kesehatan warga.
Berita Terkait
“Mari bersama kita cegah kebakaran hutan dan lahan. Stop pembakaran hutan dan lahan demi lingkungan yang aman, sehat, dan masa depan generasi kita,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan bahwa Jebolan Akmil 2006 tersebut berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dengan menjaga hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran, masyarakat dapat ikut berkontribusi secara nyata terhadap kualitas hidup.
Lebih jauh, Letkol Arm Fiat Suwandana menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla juga berkaitan dengan keberlanjutan masa depan generasi berikutnya. Ketika lingkungan terlindungi, warga dapat merasakan manfaat jangka panjang yang tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga saat tahun-tahun mendatang.
Dalam kesempatan itu, ia menggarisbawahi bahwa tindakan sederhana untuk menghentikan pembakaran dapat menjadi langkah awal yang menentukan. Pemerintah dan aparat akan bertugas menangani berbagai persoalan di lapangan, namun pencegahan akan lebih efektif bila masyarakat turut menjaga sejak dini.
“Stop Pembakaran Hutan dan Lahan. Jaga Alam, Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan,” tutup Dandim.
Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar sering tampak praktis, tetapi konsekuensinya dapat merembet ke area lain dan mengganggu aktivitas warga.
Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi pemicu kebakaran, serta memastikan lingkungan sekitar tidak menjadi tempat pembakaran yang berujung pada karhutla.
Letkol Arm Fiat Suwandana menilai, respons cepat ketika ada indikasi pembakaran akan membantu memperkecil risiko sebelum api membesar dan dampaknya semakin sulit dikendalikan.
Dengan menahan diri dari pembakaran dan menjaga kawasan, ia berharap dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan, serta ekosistem dapat ditekan secara bersama-sama demi kehidupan yang lebih baik.












