jurnalistik.co.id – HMICFRS telah meluncurkan pemeriksaan untuk menilai bagaimana sebuah kepolisian menangani insiden kekerasan. Langkah ini muncul setelah pembunuhan Henry Nowak di Southampton.
Nowak, 18 tahun, saat itu merupakan mahasiswa tahun pertama di University of Southampton. Ia berasal dari Chafford Hundred di Essex.
Peristiwa tersebut melibatkan Vickrum Digwa yang melakukan penusukan terhadap Nowak. Digwa kemudian berbohong kepada polisi dan bersikeras bahwa ia adalah korban serangan bermotif ras.
Dakwa dan keputusan pengadilan akhirnya membawa Digwa dijatuhi hukuman seumur hidup pada bulan Juni. Hakim menolak klaim pembelaannya terkait alasan bertindak untuk membela diri, dengan masa minimum 21 tahun.
Pemeriksaan ini juga terkait dengan respons awal polisi terhadap Nowak ketika kondisinya kritis. Petugas Hampshire Police mula-mula menahan Nowak dan memasang borgol sementara ia terbaring sekarat.
Donna Jones, Komisaris Kepolisian dan Kejahatan (Police and Crime Commissioner) untuk Hampshire, meminta agar pemeriksaan dilakukan. Ia menyatakan masyarakat āmust have confidenceā kepada kepolisian.
Jones menegaskan, āThis inspection will provide an independent assessment of the force’s training, processes and culture, including the handling of allegations of racially aggravated assault.ā Ia menambahkan, āHenry’s family deserve answers, and the public deserve reassurance that their police service is equipped to recognise victims and provide the highest standard of care when it matters most.ā
Berita Terkait
Menurut informasi yang disampaikan kantor Jones, HMICFRS akan menilai proses penanganan secara menyeluruh, mulai dari pusat kendali hingga tindakan awal di lokasi kejadian. Ruang lingkupnya mencakup cara kerja ruang kontrol, penanganan panggilan, pengiriman personel, serta respons pertama ketika terjadi kekerasan serius.
Selain itu, pemeriksaan akan menyoroti pelatihan yang membentuk pengambilan keputusan dan penilaian risiko. Fokusnya adalah bagaimana petugas dibantu untuk membuat keputusan yang bebas bias, sekaligus mengenali kapan tindakan segera seperti pertolongan pertama diperlukan.
Jones juga menyampaikan, āThe public must have confidence that police officers receive the right information, the right training and the right support to make critical decisions.ā Pernyataan itu menekankan pentingnya informasi yang tepat, pelatihan yang sesuai, serta dukungan bagi petugas dalam situasi genting.
Pemeriksaan HMICFRS ini tidak mencakup penilaian terhadap perilaku atau tindakan petugas yang merespons insiden pada 3 Desember yang melibatkan Nowak. Bagian tersebut menjadi subjek penyelidikan terpisah oleh Independent Office for Police Conduct (IOPC).
Di saat yang sama, kantor Jones menyatakan bahwa cakupan review dirancang secara cermat agar tidak mengganggu proses hukum atau prosedur kepatuhan/pelayanan publik lainnya. Langkah ini dimaksudkan agar pemeriksaan tetap berdiri sebagai evaluasi independen terhadap proses, pelatihan, dan budaya organisasi.
Kasus ini sebelumnya memicu gelombang kemarahan publik setelah video Nowak saat diborgol beredar luas. Rangkaian dampaknya juga ikut mendorong kerusuhan di Southampton, sekaligus memicu perdebatan nasional mengenai penegakan hukum, isu ras, dan regulasi terkait penggunaan senjata tajam.
Dalam penjelasan ruang lingkupnya, HMICFRS menyoroti rantai respons dari awal hingga penanganan di lapangan, termasuk bagaimana informasi diterima di ruang kontrol, bagaimana panggilan ditangani, dan bagaimana personel dikerahkan ketika menghadapi insiden kekerasan yang serius. Penilaian ini dimaksudkan agar alur kerja dan standar operasional dapat dipastikan berjalan konsisten.
Di sisi lain, pemeriksaan tersebut juga menekankan dimensi pelatihan dan dukungan bagi petugas dalam situasi kritis, khususnya agar proses pengambilan keputusan tidak terpengaruh bias serta mampu menilai risiko dengan tepat. Meskipun demikian, evaluasi ini tidak menyasar tindakan petugas pada 3 Desember, karena bagian itu ditangani melalui penyelidikan terpisah oleh IOPC. Gelombang kemarahan publik yang dipicu beredarnya video Nowak ikut memperluas perhatian, hingga memunculkan diskusi nasional tentang penegakan hukum, isu ras, dan regulasi terkait penggunaan senjata tajam.












