jurnalistik.co.id – Seorang pria di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diduga menjadi pelaku pencurian ponsel milik pegawai warung makan dengan cara berpura-pura memesan makanan. Aksinya terekam kamera CCTV dan kemudian viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Pahlawan, Kebon Jeruk, pada Selasa (4/8/2026) siang. Dalam rekaman yang beredar, pelaku terlihat mengenakan jaket abu-abu dan topi.
Di awal kejadian, pria tersebut mendekati tempat berjualan dan terlihat berinteraksi dengan pegawai seolah sedang memesan. Kondisi ini membuat pegawai tidak langsung menyadari adanya niat lain di balik tindakan pelaku.
Setelah korban berbalik badan untuk mengambil sesuatu, pelaku mengambil kesempatan. Korban kemudian diketahui sedang melayani atau mengurus permintaan sebelum akhirnya kembali lengah sesaat.
Pada momen itulah pelaku langsung mencuri handphone yang diletakkan di meja kasir. Rekaman CCTV menunjukkan tindakan pelaku dilakukan cepat sebelum ia segera menjauh dari lokasi.
Usai mengambil ponsel, pelaku langsung melarikan diri. Penjaringan informasi dari rekaman dan kesaksian di lokasi menjadi bagian dari upaya penanganan kasus oleh pihak kepolisian.
Polsek Kebon Jeruk tindaklanjuti pengecekan lokasi
Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha, membenarkan terjadinya pencurian handphone milik pegawai warung makan tersebut. Menurutnya, petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian atau TKP.
Kompol Nur Aqsha menyebut pihaknya menindaklanjuti dengan cek TKP. Ia menyampaikan hal itu melalui pesan singkat WhatsApp kepada Kompas.com pada Selasa.
Berita Terkait
Dalam keterangannya, Kompol Nur Aqsha juga menjelaskan bahwa korban belum membuat laporan polisi. Alasan yang disampaikan adalah korban masih berjualan sehingga belum sempat menempuh proses pelaporan.
Meski demikian, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan dengan mempertimbangkan rekaman CCTV yang beredar serta informasi yang diperoleh dari lokasi.
Kasus diselidiki, rekaman CCTV jadi petunjuk
Aksi pelaku yang terekam CCTV memperlihatkan pola kejadian yang berawal dari pura-pura memesan makanan. Dengan pendekatan tersebut, pelaku dapat mendekat ke area kerja pegawai sebelum akhirnya mengambil ponsel di meja kasir.
Saat ini, informasi yang terkumpul dari pengecekan TKP dan rekaman menjadi dasar untuk proses penyelidikan. Polisi juga menunggu kelengkapan keterangan dari pihak terkait, termasuk perkembangan dari pihak korban.
Hingga berita ini disusun, polisi masih melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas pelaku dan memastikan rangkaian peristiwa secara lebih utuh. Rekaman CCTV yang viral turut membantu menggambarkan cara pelaku menjalankan aksinya di lokasi.
Dalam rekonstruksi yang mengacu pada rekaman beredar, urutan tindakan pelaku terlihat jelas: ia lebih dulu berada di sekitar area penjualan dengan perilaku yang tampak wajar sebagai bagian dari transaksi, lalu menunggu saat perhatian korban beralih. Ketika korban kembali mengurus sesuatu di meja kerja, pelaku memanfaatkan celah singkat tersebut untuk mengambil ponsel yang diletakkan dekat kasir. Setelah aksi selesai, pelaku bergerak cepat menjauh dari lokasi.
Rekaman CCTV yang viral kemudian menjadi salah satu petunjuk utama bagi petugas dalam menilai pola kejadian. Polisi tidak hanya melihat momen pengambilan ponsel, tetapi juga menelusuri bagaimana pelaku masuk ke area kerja pegawai sebelum melakukan tindakan. Informasi dari tempat kejadian dan pengamatan visual dari video dipadukan agar rangkaian peristiwa lebih utuh dan memudahkan proses pendalaman.
Di sisi lain, pihak korban disebut belum mengajukan laporan polisi karena masih berjualan dan belum sempat menempuh proses pelaporan. Kendati demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan data yang sudah ada, termasuk keterangan hasil pengecekan lokasi serta rekaman yang beredar. Petugas juga menunggu kelengkapan informasi yang diperlukan agar investigasi berjalan lebih terarah.
Sejauh ini, identitas pelaku masih dalam tahap penelusuran. Berdasarkan keterangan Kapolsek Kebon Jeruk, petugas mengarahkan pemeriksaan pada ciri-ciri yang tampak di video, seperti pakaian yang digunakan dan cara pelaku bertindak di lokasi. Penyelidikan juga diarahkan untuk memastikan bahwa setiap tahap kejadian sesuai dengan keterangan saksi serta temuan dari pengecekan TKP, sehingga tidak ada bagian rangkaian yang terlewat.












