jurnalistik.co.id – Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini akan menjadi rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Acara direncanakan mulai sekitar pukul 17.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto disebut akan hadir dalam kesempatan tersebut.
Guna menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, aparat menyiapkan pengamanan yang melibatkan 1.263 personel gabungan dari Polri, TNI, serta unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penugasan personel ini diarahkan untuk memastikan suasana tetap tertib bagi para peserta maupun warga di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penempatan personel dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman. Selain fokus pada peserta kegiatan, pengamanan juga mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang berjalan rutin.
Budi menambahkan bahwa pengerahan anggota turut disiapkan untuk mengatur arus lalu lintas. Menurutnya, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Rekayasa lalu lintas baru dijalankan bila terjadi kepadatan di area sekitar Monas. Dengan demikian, langkah penyesuaian arus kendaraan tidak dilakukan secara serentak sejak awal, melainkan mengikuti perkembangan di lapangan.
Dalam konferensi pers, Budi juga memaparkan dua fokus utama yang menjadi dasar pengaturan. Pertama, memberikan akses bagi peserta yang mengikuti rangkaian doa dan zikir bersama di Monas.
Kedua, Budi menegaskan agar warga yang menjalankan aktivitas harian tidak terganggu. Pengamanan dan pengaturan diarahkan agar pergerakan masyarakat tetap dapat berlangsung, meski ada kegiatan publik berskala besar di sekitar lokasi.
Panitia dan aparat juga mengimbau warga menggunakan kantong parkir yang telah disediakan. Ajakan tersebut disampaikan dengan tujuan menjaga keamanan sekaligus kenyamanan bersama selama pelaksanaan kegiatan.
Berita Terkait
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan 19 titik kantong parkir. Kapasitas yang disediakan meliputi 3.755 mobil dan 5.105 sepeda motor.
Dengan adanya beberapa titik parkir, pengelolaan kendaraan di sekitar area Monas diharapkan lebih tertata. Warga yang datang ke lokasi dianjurkan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan agar tidak menimbulkan penumpukan di titik tertentu.
Terkait akses kendaraan menuju dan keluar area Monas, pintu masuk yang disiapkan meliputi Pintu Timur Laut Monas, Pintu Tenggara Monas, Pintu Lapangan IRTI, dan Pintu Barat Monas. Keberadaan beberapa titik akses dimaksudkan agar alur kendaraan dapat dibagi sesuai kebutuhan.
Adapun Pintu Barat Laut Monas diperuntukkan bagi rombongan Presiden dan Wakil Presiden serta tamu undangan VVIP dan VIP. Penetapan pintu khusus ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan pengaturan pergerakan rombongan.
Melalui skema akses dan pengamanan tersebut, penyelenggara menargetkan rangkaian zikir dan doa dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Upaya pengaturan juga diharapkan mampu mengurangi dampak terhadap aktivitas harian masyarakat di sekitar kawasan.
Warga yang berniat hadir maupun yang beraktivitas di area sekitar Monas diminta mengikuti arahan petugas. Ketika kepadatan meningkat, pengaturan arus lalu lintas akan disesuaikan agar situasi tetap terkendali.
Berdasarkan rencana yang diumumkan, keseluruhan persiapan menempatkan pengamanan sebagai unsur penting untuk mendukung jalannya acara sejak awal hingga akhir. Dengan penugasan 1.263 personel gabungan, kegiatan diharapkan berlangsung tertib serta tetap memberi rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat.
Kegiatan zikir dan doa kebangsaan di Monumen Nasional itu juga dimaksudkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Panitia menyiapkan pelaksanaan pada Sabtu (1/8/2026) dengan estimasi mulai pukul 17.00 WIB, sehingga penataan lokasi dan alur kedatangan peserta perlu dilakukan sejak awal.
Dalam pelaksanaannya, pengamanan gabungan dikerahkan agar ketertiban tetap terjaga bagi peserta maupun warga yang berada di sekitar Monas. Selain memastikan akses peserta berjalan lancar, penyesuaian arus kendaraan akan mengikuti perkembangan di lapangan, sedangkan pengalihan baru dilakukan bila kepadatan muncul di area sekitar.
Untuk menghindari penumpukan, warga diarahkan memanfaatkan kantong parkir yang disediakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yakni 19 titik dengan kapasitas 3.755 mobil dan 5.105 sepeda motor. Pengaturan pintu masuk juga dibagi melalui Pintu Timur Laut Monas, Pintu Tenggara Monas, Pintu Lapangan IRTI, serta Pintu Barat Monas, dengan Pintu Barat Laut Monas difokuskan bagi rombongan Presiden dan Wakil Presiden serta tamu undangan VVIP dan VIP.












