jurnalistik.co.id – Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan ini langsung memunculkan pertanyaan di kalangan calon pembeli mobil tentang dampaknya terhadap biaya kredit dan daya beli.
Kenaikan suku bunga acuan umumnya dikaitkan dengan potensi naiknya bunga kredit kendaraan. Saat biaya pembiayaan berubah, konsumen berisiko menghadapi cicilan yang ikut menyesuaikan.
Namun, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menilai dampak kebijakan tersebut terhadap pasar otomotif belum bisa disimpulkan secara langsung. Menurut perusahaan, respons pasar akan sangat bergantung pada bagaimana industri pembiayaan merespons kebijakan suku bunga.
Saat ini, ADM masih memantau perkembangan dari pelaku pembiayaan. Sri Agung Handayani, Marketing Director & Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, menyebut perusahaan menunggu sinyal dari perusahaan pembiayaan yang menjadi ujung tombak penyaluran kredit kendaraan.
Agung menyatakan bahwa skema bunga kredit yang diterapkan kepada konsumen sepenuhnya mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan pembiayaan. “Saat ini kami masih memantau. Hal tersebut dilakukan oleh perusahaan pembiayaan (leasing company) yang sumber pendanaannya berbeda-beda, ada yang dari domestik dan lainnya. Mereka pasti punya perhitungan sendiri mengenai jangka waktunya,” ujar Agung saat ditemui di Depok (21/6/2026).
Perbedaan sumber pendanaan dan struktur perhitungan tersebut membuat ADM tidak langsung menarik kesimpulan bahwa kenaikan BI-Rate otomatis akan memengaruhi bunga kredit kendaraan secara seragam. Perubahan di tingkat kebijakan tetap perlu diterjemahkan lebih dulu oleh perusahaan pembiayaan ke dalam produk kredit mereka.
Bagi ADM, kenaikan BI-Rate memang berpotensi memengaruhi biaya dana (cost of fund) yang digunakan perusahaan pembiayaan. Jika biaya pendanaan meningkat, tidak tertutup kemungkinan bahwa bunga kredit kendaraan ikut mengalami penyesuaian.
Meskipun demikian, perusahaan menekankan bahwa konsumen tidak selalu menjadikan besaran bunga sebagai satu-satunya pertimbangan saat membeli mobil. “Bisa jadi sangat berpotensi (menekan penjualan), namun kami lihat apakah konsumen hanya melihat rate saja atau melihat kemudahan yang diberikan. Contohnya, Daihatsu sudah menyiapkan tenor kredit hingga 8 tahun untuk memperpanjang masa pembayaran sesuai kemampuan konsumen,” kata Agung.
Poin tersebut menjadi penting karena kemampuan membayar dapat ditata melalui panjang tenor. Dengan opsi tenor yang lebih panjang, konsumen memiliki ruang untuk menyesuaikan cicilan bulanan dengan kondisi finansial masing-masing.
Dengan demikian, meski ada kemungkinan penyesuaian bunga kredit, ADM memandang dampaknya terhadap cicilan bulanan bisa diminimalkan melalui pilihan tenor. Skema tersebut diharapkan membantu pembeli menjaga komitmen pembayaran tanpa harus mengorbankan daya beli terlalu besar.
Strategi menjaga keterjangkauan bagi konsumen
Di tengah potensi kenaikan bunga kredit, Daihatsu berupaya menjaga daya tarik produknya lewat berbagai program pembiayaan dan layanan purnajual yang terintegrasi. Fokusnya adalah mendukung konsumen, terutama pembeli mobil pertama atau first car buyer, agar tetap bisa memiliki kendaraan dengan biaya kepemilikan yang kompetitif.
Agung mengatakan perusahaan berharap paket yang disiapkan dapat tetap membantu meski basis poin kredit mengalami kenaikan. “Kami berharap sekali walaupun nanti basis poin kredit itu naik, kami akan tetap membantu menyiapkan paket-paket yang cukup menarik, khususnya untuk pembeli mobil pertama (first car buyer). Kami bekerja sama dengan beberapa value chain mulai dari proses pembelian, perawatan, sampai jual kembali,” ucap Agung.
Perusahaan melihat dukungan tidak berhenti pada saat pembelian dilakukan. Pengalaman kepemilikan juga dinilai dari layanan yang diterima konsumen setelah transaksi, termasuk kemudahan perawatan dan kesiapan komponen layanan.
Melihat kepemilikan dari Total Cost of Ownership
ADM menyebut cara pandangnya adalah menilai kepemilikan kendaraan secara menyeluruh melalui Total Cost of Ownership. “Kami melihatnya dari Total Cost of Ownership, bukan saja pada saat beli,” kata Agung.
Dalam aspek perawatan, perusahaan mengaku memberikan kemudahan bahkan untuk masa setelah garansi berakhir. Salah satu upayanya adalah menyediakan suku cadang kedua (second part).
Di sisi lain, untuk menjaga proses pergantian kendaraan, Daihatsu memiliki value chain khusus. “Untuk nilai jual kembali, kami punya value chain khusus yaitu OLX Mobi untuk memudahkan proses tukar tambah kendaraan,” ujar Agung.
Pemilihan pendekatan seperti ini diarahkan agar konsumen memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai biaya kepemilikan, bukan semata-mata terfokus pada satu komponen biaya di awal. Dengan cara pandang tersebut, perubahan suku bunga diharapkan tidak langsung menghapus nilai manfaat program yang telah disiapkan.
Secara keseluruhan, kenaikan BI-Rate menjadi 5,75 persen menjadi pemicu diskusi di pasar, tetapi ADM memilih membaca dampaknya secara bertahap melalui respons industri pembiayaan. Di saat yang sama, perusahaan menyiapkan strategi agar keterjangkauan pembeli tetap terjaga lewat opsi tenor hingga 8 tahun serta paket layanan yang mencakup pembelian, perawatan, hingga jual kembali.









![[POPULER OTOMOTIF] Hasil Klasemen MotoGP, Jadwal MotoGP Ceko 2026 Otomotif 22 Juni 2026](https://jurnalistik.co.id/wp-content/uploads/2026/06/6a37121cc440a-180x130.jpeg)


