Otomotif

Repsol Gelar Top Talent 2026 – Elevate to Lead untuk Dorong Standar Layanan Kelas Dunia

×

Repsol Gelar Top Talent 2026 – Elevate to Lead untuk Dorong Standar Layanan Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Industri Pelumas Dorong Standar Layanan Kelas Dunia

jurnalistik.co.id – PT Pacific Lubritama Indonesia (PLI), perusahaan yang menjalankan bisnis pelumas Repsol di Indonesia, menyelenggarakan program pengembangan kapabilitas bertajuk Top Talent 2026 – Elevate to Lead. Kegiatan ini digelar di Bali dan ditujukan untuk memperkuat kesiapan pemimpin, mitra bisnis, serta jaringan distribusi dalam memberikan layanan yang bertaraf global kepada pelanggan.

Menurut keterangan resmi, program tersebut disusun sebagai fondasi agar proses bisnis di ekosistem pelumas dapat berjalan semakin profesional. Fokusnya adalah peningkatan kompetensi agar standar layanan yang dihasilkan konsisten dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan di Indonesia.

Dalam pelaksanaan program, peserta mendapatkan pembekalan dari pembicara dan praktisi yang berasal dari Indonesia, Singapura, hingga Repsol Spain. Materi yang disampaikan meliputi pengalaman lapangan, pengetahuan teknis, strategi bisnis, kepemimpinan, serta praktik terbaik yang telah diterapkan Repsol di berbagai negara.

Head of Marketing Repsol Lubritants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, menekankan bahwa pengembangan kompetensi menjadi salah satu fondasi penting. Ia menyampaikan, “Pada akhirnya, inilah bentuk kontribusi nyata kami dalam mendukung kemajuan industri pelumas di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi.

Pembekalan tiga hari dan pendekatan Train the Trainer

Top Talent 2026 juga mengusung pendekatan Train the Trainer, yaitu mendorong peserta agar berperan sebagai agen perubahan. Dengan skema ini, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat ditransfer kepada tim di wilayah masing-masing.

Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian materi yang mencakup kepemimpinan, strategi penjualan, penguatan technical knowledge, serta aplikasi produk. Peserta juga membahas strategi bisnis B2B, kolaborasi pemasaran, hingga pengembangan soft skills.

Melalui pendekatan Train the Trainer, Repsol mendorong para peserta menjadi multiplier yang bisa menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman kepada rekan kerja di daerah. Dengan demikian, program tidak berhenti pada transfer pengetahuan satu kali, melainkan diperluas melalui jejaring internal di tingkat wilayah.

Program Top Talent 2026 – Elevate to Lead diposisikan sebagai bagian dari perjalanan bisnis Repsol di kawasan Asia Tenggara. Repsol membentuk joint venture dengan United Global Limited pada September 2019 melalui akuisisi kepemilikan di United Oil Company yang berbasis di Singapura.

Sebagai bagian dari United Global Limited, PT Pacific Lubritama Indonesia kini menjalankan bisnis pelumas Repsol di Indonesia. Dari kolaborasi tersebut, pelumas Repsol untuk segmen otomotif maupun industri diproduksi di Singapura dan Indonesia, lalu didistribusikan ke Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Dengan semangat “Elevate to Lead”, Repsol menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh bersama mitra bisnis di Indonesia. Perusahaan juga berharap kolaborasi, transfer pengetahuan, serta pengembangan talenta lokal dapat memberi kontribusi nyata bagi perkembangan industri pelumas nasional.

Program Top Talent 2026 – Elevate to Lead juga diarahkan untuk menyelaraskan cara kerja seluruh ekosistem pelumas agar lebih seragam dan terukur. Langkah ini diharapkan membuat setiap pihak yang terlibat dalam layanan pelanggan memiliki pemahaman yang sama mengenai standar yang harus dipenuhi, sekaligus mempercepat penerapan praktik terbaik di lapangan.

Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan, dengan rangkaian pembekalan yang memberi ruang bagi peserta untuk menyerap sudut pandang dari berbagai pengalaman industri. Peserta memperoleh materi dari pembicara dan praktisi yang meliputi lintas negara, termasuk Indonesia, Singapura, hingga Repsol Spain, sehingga pemahaman yang dibangun tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga berbasis implementasi.

Dalam pembekalan tersebut, fokus tidak berhenti pada penguatan kapasitas teknis, melainkan juga mencakup strategi penjualan dan kepemimpinan yang relevan untuk lingkungan bisnis B2B. Peserta membahas cara mengelola kolaborasi pemasaran, memperkuat technical knowledge, serta mengaitkan aplikasi produk dengan kebutuhan pelanggan di pasar Indonesia.

Melalui skema Train the Trainer, peserta didorong menjadi penghubung pengetahuan di wilayah masing-masing. Dengan berperan sebagai multiplier, informasi dan pengalaman yang diperoleh selama tiga hari dapat diteruskan kepada tim setempat secara berkelanjutan, sehingga program tidak berhenti pada satu sesi pelatihan, melainkan diperluas melalui jejaring internal di level regional.